<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Ganyang Malaysia. Bikin Soekarno Senang. Ahem</title>
	<atom:link href="http://www.rudolfdethu.com/2009/09/03/ganyang-malaysia-bikin-soekarno-senang-ahem/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.rudolfdethu.com/2009/09/03/ganyang-malaysia-bikin-soekarno-senang-ahem/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 03:03:31 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: @revolusianto</title>
		<link>http://www.rudolfdethu.com/2009/09/03/ganyang-malaysia-bikin-soekarno-senang-ahem/comment-page-1/#comment-1318</link>
		<dc:creator>@revolusianto</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Oct 2010 07:23:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rudolfdethu.com/?p=16#comment-1318</guid>
		<description>sebanarnya yang dituliskan membuat saya malu. ada percakapan dengan ayah saya (beliau seorang TNI aktif sampai sekarang).

saya: pak, usul ke komandan bapak. untuk segera perang, karena malingsia sudah mulai ngelamak (kurang akar)

bapak : emang perang gampang,enak? dulu bapak perang di TIM-TIM apa gak sengsara?

ibu : (diam dan tersenyum).

saya : (diam seribu bahasa).



Dan percakapan saya dengan teman saya yang TNI AL aktif.

saya : bro, malaysia lagi berulah. gak usul buat perang?

lucky : saya hanya tunggu perintah dari atasan. kalo perang ya perang..., jangan bilang asal perang. aku durung kenthu COK! (hahahahaha).

mengingat percakapan itu saya malu, bagaimana tidak? korban perang itu bukan TNI saja, rakyat juga menderita. Anak - Istri menunggu di rumah, mau berapa janda akan kehilangan suami? mau berapa anak kehilangan bapak? (MIKIR...)
benar kata bang Rudolf : &quot;Perbanyak membaca buku. Tunjukkan nasionalisme dengan turut membangun negara ini lewat pembangunan sekolah, mendorong kesejahteraan para guru, melipatgandakan perpustakaan dan taman bacaan, dan berbagai aktivitas yang memprioritaskan mutu pendidikan. Ganyang kebodohan!&quot;

pikirkan lagi kalo mau ganyang, mending &quot;ganyang&quot; istri dan pacar kalian dirumah hahahahahahahah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebanarnya yang dituliskan membuat saya malu. ada percakapan dengan ayah saya (beliau seorang TNI aktif sampai sekarang).</p>
<p>saya: pak, usul ke komandan bapak. untuk segera perang, karena malingsia sudah mulai ngelamak (kurang akar)</p>
<p>bapak : emang perang gampang,enak? dulu bapak perang di TIM-TIM apa gak sengsara?</p>
<p>ibu : (diam dan tersenyum).</p>
<p>saya : (diam seribu bahasa).</p>
<p>Dan percakapan saya dengan teman saya yang TNI AL aktif.</p>
<p>saya : bro, malaysia lagi berulah. gak usul buat perang?</p>
<p>lucky : saya hanya tunggu perintah dari atasan. kalo perang ya perang&#8230;, jangan bilang asal perang. aku durung kenthu COK! (hahahahaha).</p>
<p>mengingat percakapan itu saya malu, bagaimana tidak? korban perang itu bukan TNI saja, rakyat juga menderita. Anak &#8211; Istri menunggu di rumah, mau berapa janda akan kehilangan suami? mau berapa anak kehilangan bapak? (MIKIR&#8230;)<br />
benar kata bang Rudolf : &#8220;Perbanyak membaca buku. Tunjukkan nasionalisme dengan turut membangun negara ini lewat pembangunan sekolah, mendorong kesejahteraan para guru, melipatgandakan perpustakaan dan taman bacaan, dan berbagai aktivitas yang memprioritaskan mutu pendidikan. Ganyang kebodohan!&#8221;</p>
<p>pikirkan lagi kalo mau ganyang, mending &#8220;ganyang&#8221; istri dan pacar kalian dirumah hahahahahahahah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

