<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: NASAKOM: Nasionalisme Aku Ompong. Hiya!</title>
	<atom:link href="http://www.rudolfdethu.com/2009/09/21/nasakom-nasionalisme-aku-ompong-hiya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.rudolfdethu.com/2009/09/21/nasakom-nasionalisme-aku-ompong-hiya/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 03:03:31 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Kang Hadi</title>
		<link>http://www.rudolfdethu.com/2009/09/21/nasakom-nasionalisme-aku-ompong-hiya/comment-page-1/#comment-735</link>
		<dc:creator>Kang Hadi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 02:05:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rudolfdethu.com/?p=200#comment-735</guid>
		<description>Ini mungkin salah satu efek domino yang terjadi pasca dihapusnya program P4 (Pedoman, Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) dan digantikannya mata pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) menjadi Pendidikan Kewarganegaraan (minim materi nasionalisme). 
Jaman sekarang, banyak anak muda yang tidak hapal sila-sila dari Pancasila, bahkan &quot;cucu&quot; dari &quot;sang arsitek&quot; Pancasila pun tidak hapal (dok. berita SCTV). kalo boleh meminjam slogan Ditjen Pajak, &quot; Apa Kata Dunia ???&quot;
Nah sekarang menjadi PB (Pekerjaan Besar) buat Pemerintah untuk lebih tegas mengenai Haluan Negara kita, mana Pedoman Utamanya, jadikan lagi Pancasila sebagai &quot;kiblat&quot; dalam bernegara,  serta ayo tunjukkan Nasionalisme kalian para Petinggi Bangsa (jangan cuma rebutan kekuasaan aja) untuk menjadi Tauladan bagi Rakyat Indonesia...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini mungkin salah satu efek domino yang terjadi pasca dihapusnya program P4 (Pedoman, Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) dan digantikannya mata pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) menjadi Pendidikan Kewarganegaraan (minim materi nasionalisme).<br />
Jaman sekarang, banyak anak muda yang tidak hapal sila-sila dari Pancasila, bahkan &#8220;cucu&#8221; dari &#8220;sang arsitek&#8221; Pancasila pun tidak hapal (dok. berita SCTV). kalo boleh meminjam slogan Ditjen Pajak, &#8221; Apa Kata Dunia ???&#8221;<br />
Nah sekarang menjadi PB (Pekerjaan Besar) buat Pemerintah untuk lebih tegas mengenai Haluan Negara kita, mana Pedoman Utamanya, jadikan lagi Pancasila sebagai &#8220;kiblat&#8221; dalam bernegara,  serta ayo tunjukkan Nasionalisme kalian para Petinggi Bangsa (jangan cuma rebutan kekuasaan aja) untuk menjadi Tauladan bagi Rakyat Indonesia&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: simon</title>
		<link>http://www.rudolfdethu.com/2009/09/21/nasakom-nasionalisme-aku-ompong-hiya/comment-page-1/#comment-117</link>
		<dc:creator>simon</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 07:04:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rudolfdethu.com/?p=200#comment-117</guid>
		<description>Saya setuju dgn yg diceritakan bpk Rudolfdethu. masih banyak masyarakat kita yg minim pengetahuan tentang nasionalisme. Mari kita bersama2 bangun rasa kekeluargaan ini dikit demi sedikit. Yang pribumi mari kita tingkatkan rasa toleransi kita kpd masyarakat keturunan. Dan yang merasa jadi warga keturunan marilah tingkatkan rasa nasionalisme dengan berusaha cinta terhadap budaya negeri ini yang beraneka ragam. Sadar bahwa seperti inilah Indonesia, mw ngga mw kita harus ikuti, kita junjung tinggi jgan malah sebaliknya. Saya yakin kita akan lebih bersatu dalam keberagaman suku bangsa asalkan kita bangun secara bersama dan berkesinambungan. Jayalah Indonesia.

(Mr Brontok)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju dgn yg diceritakan bpk Rudolfdethu. masih banyak masyarakat kita yg minim pengetahuan tentang nasionalisme. Mari kita bersama2 bangun rasa kekeluargaan ini dikit demi sedikit. Yang pribumi mari kita tingkatkan rasa toleransi kita kpd masyarakat keturunan. Dan yang merasa jadi warga keturunan marilah tingkatkan rasa nasionalisme dengan berusaha cinta terhadap budaya negeri ini yang beraneka ragam. Sadar bahwa seperti inilah Indonesia, mw ngga mw kita harus ikuti, kita junjung tinggi jgan malah sebaliknya. Saya yakin kita akan lebih bersatu dalam keberagaman suku bangsa asalkan kita bangun secara bersama dan berkesinambungan. Jayalah Indonesia.</p>
<p>(Mr Brontok)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andre Septian</title>
		<link>http://www.rudolfdethu.com/2009/09/21/nasakom-nasionalisme-aku-ompong-hiya/comment-page-1/#comment-27</link>
		<dc:creator>Andre Septian</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 10:34:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rudolfdethu.com/?p=200#comment-27</guid>
		<description>&quot;Musti jujur diakui, di negara ini kerap berlaku parameter ganda&quot;

setuju! hihih...giliran atlet2 keturunan itu pulang bawa piala, pada teriak &quot;hidup indonesia&quot;!

giliran kerusuhan, berganti jd BAKAR CINA !!! 
gempa padang pun mereka yg warga keturunan lagi2 harus menjadi warga &quot;kelas 2&quot; 

negara yg aneh ! :(
hadoohh..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Musti jujur diakui, di negara ini kerap berlaku parameter ganda&#8221;</p>
<p>setuju! hihih&#8230;giliran atlet2 keturunan itu pulang bawa piala, pada teriak &#8220;hidup indonesia&#8221;!</p>
<p>giliran kerusuhan, berganti jd BAKAR CINA !!!<br />
gempa padang pun mereka yg warga keturunan lagi2 harus menjadi warga &#8220;kelas 2&#8243; </p>
<p>negara yg aneh ! <img src='http://www.rudolfdethu.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
hadoohh..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

