Edition: October 14, 2009 :: Playlist & notes, all by Arian 13 :: 1. Danzig | Thirteen Saya hanya meng-copy paste apa yang dilakukan film The Hangover dengan lagu ini. Ternyata lagu ini bisa menjadi lagu pembuka yang keren, it has nothing to do with my nickname, by the way. 2. Goatsnake | Slippin’ the [...]
read more...Artikel di bawah ini sejatinya merupakan kisah yang saya tulis pada pertengahan 2008 silam dan telah tayang di mailing list SuicideGlamNation & SuicideGlamNewsletter, namun saya pikir masih cukup layak untuk diberi atensi. Nikmati sajalah, daripada butek mikirin manuver Tifatul Sembiring di masa depan… ___________________ Saya baru saja kembali dari Jakarta dalam rangka menghadiri Rolling Stone [...]
read more...Dear Beautiful People,
Berikut saya sisipkan beberapa foto para The Beautiful People saat menghadiri festival film Cannes dari tahun ke tahun. Artikel ini dipinjam dari men.style.com (portal virtual untuk majalah pria Details & GQ). Menurut men.style.com festival film Cannes tak melulu tentang motion picture an sich, tapi juga tentang sang bintang beserta busananya:
…Cannes has always been as much about style as cinema…
read more...Edition: October 07, 2009 The Playlist: 01. London Dungeon – Misfits Dead Elvis & co. ain’t down with British hell …They called us walking corpses Unholy living dead They had to lock us up Put us in their British hell Make sure your face is clean now Can’t have no dirty dead All the corpses [...]
read more...Ayo kita berkelana ke ranah bahasa. Hore. Umlaut adalah sebuah diakritik yang terdiri dari sepasang titik atau garis-garis yang ditempatkan pada sebuah huruf—biasanya huruf hidup. Diakritik? Huh? Ia berupa tanda kecil yang ditempatkan pada sebuah huruf untuk membedakan pengucapan dari huruf sejenis. Umlaut—yang berasal dari Bahasa Jerman—secara bebas bisa diterjemahkan sebagai “perubahan pengucapan”, pula “pergantian [...]
read more...Dear Beautiful People i.e. Ethnic Food Enthusiasts, Di bawah ini adalah tulisan tentang Men Tempeh yang tadinya hendak saya sertakan di Bali A to Z part 3*. Cuman karena projek tulisan itu (sudah mulai ditulis sejak pertengahan 2007) masih tertunda hingga detik ini, biar gak basi, salah satu topik bahasannya, Men Tempeh, tak share aja [...]
read more...WTF? What the F*** adalah serial artikel ekslusif yang saya tulis di Musikator yang membahas serbaneka fenomena yang terdapat di seputar wilayah Rock ‘N’ Roll. Mulai dari aspek busana, gaya rambut, hingga kecenderungan ganjil di kalangan rocker: bunuh diri di usia 27—hey, Rock ‘N’ Roll tak berhenti cuma di soal musik keras, cepat, dan satanik! [...]
read more...Catatan: Artikel ini adalah artikel lama yang direjuvenasi, remixed and remodelled, dirombak-ulang disesuaikan dengan era sekarang. Yang kali ini adalah versi ke—saya sendiri lupa, hiks—4? Versi sedikit berbeda bisa disimak di sini Berikut, in no particular order, adalah 13 album yang punya andil kolosal—well, at least for me—menyodorkan makna lebih fenomenal terhadap so-called Punk Rock. [...]
read more...Hingga kini, album rilisan Guns N’ Roses bertitel Appetite for Destruction ini masih merupakan album perdana yang paling cepat laku—the fastest-selling debut album—dalam sejarah. Selain itu, oleh banyak media musik terhormat karya ini memperoleh rekognisi adiluhung: Majalah Rolling Stone, pada tahun 1989, menempatkannya di rangking 20 album terbaik 1980an, serta pada 2003 dilokasikan di urutan [...]
read more...Dear Beautiful People, Sehubungan dengan mikol (akronim dari “minuman beralkohol”—lebih beradab dikit dari “miras/minuman keras”, mind you), sejujurnya saya bingung harus mendiskreditkan si Bapak Dirjen Bea Cukai, Anwar Suprijadi, atau gimana. Manuver bersih-bersih beliau terhadap jajarannya memang lumayan ampuh menekan tingkat pat-gulipat, efektif mengurangi korupsi yang telah amat kronis merasuki departemennya. Namun di sisi lain [...]
read more...