
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kebangkrutan Aksara adalah Kebangkrutan Musik Indonesia?</title>
	<atom:link href="http://www.rudolfdethu.com/2010/01/22/kebangkrutan-aksara-adalah-kebangkrutan-musik-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.rudolfdethu.com/2010/01/22/kebangkrutan-aksara-adalah-kebangkrutan-musik-indonesia/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2010 03:11:49 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: rudolfdethu</title>
		<link>http://www.rudolfdethu.com/2010/01/22/kebangkrutan-aksara-adalah-kebangkrutan-musik-indonesia/comment-page-1/#comment-145</link>
		<dc:creator>rudolfdethu</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 12:46:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rudolfdethu.com/?p=957#comment-145</guid>
		<description>Anto, so sorry for very late reply. Kalo gue bilang sih industri musik Nusantara di 2010 ini masih bisa bertahan aja udah syukur. Jangan muluk-muluk dah. Nanti seandainya budaya membeli lagu secara online sudah mulai memasyarakat (tentu harus didukung infrastruktur yang bagus juga semisal---salah satunya---sambungan internet yang tak lagi lelet) baru dah bakal muncul sedikit harapan untuk bisa bikin artisnya jadi lebih mapan secara finansial.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anto, so sorry for very late reply. Kalo gue bilang sih industri musik Nusantara di 2010 ini masih bisa bertahan aja udah syukur. Jangan muluk-muluk dah. Nanti seandainya budaya membeli lagu secara online sudah mulai memasyarakat (tentu harus didukung infrastruktur yang bagus juga semisal&#8212;salah satunya&#8212;sambungan internet yang tak lagi lelet) baru dah bakal muncul sedikit harapan untuk bisa bikin artisnya jadi lebih mapan secara finansial.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rudolfdethu</title>
		<link>http://www.rudolfdethu.com/2010/01/22/kebangkrutan-aksara-adalah-kebangkrutan-musik-indonesia/comment-page-1/#comment-142</link>
		<dc:creator>rudolfdethu</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 12:35:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rudolfdethu.com/?p=957#comment-142</guid>
		<description>Industri musik---utamanya di Indonesia---memang sedang menghadapi cobaan yang berat. Semoga bisa tetap hidup---gak usah bermimpi berkibar jayawijaya dulu, yang penting mampu bertahan aja udah syukur---dan sanggup berjalan terus. Memang ultra repot ketika dihadapkan pada kenyataan bahwa makin sedikit saja orang yang mau membeli album rekaman (kaset dan cd). Sementara membeli secara online bukanlah pilihan populer: infrastrukturnya belum bagus, budaya belanja online belum terlalu memasyarakat akibat berbagai faktor. Jika di luar negeri band masih boleh berharap pada penghasilan dari hasil manggung, di negeri ini, cuman deretan supergroup aja yang sudah mendapat bayaran yang layak. Band-band di bawahnya, sejauh yang saya tahu, belum terlalu bisa mengandalkan duit dari konser. Dibombardir berbagai kendala pahit-kecut sedemikian rupa, musik (yang tak terlalu mengikuti selera pasar) di Indonesia masih bisa bertahan, saya angkat topi. Keep the faith, alterna-warriors!

Setelah Alternative Airplay (whoa, totally back in the day, dude!) saya sempet bikin lagi Suicide Beat di Radio Plus (berjalan setahunan gitu deh) serta Oz Clash Pistol di Radio Oz (berjalan selama 2 tahun lebih). Kini, saya punya &lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/rudolfdethu?v=app_2347471856&amp;ref=profile#!/note.php?note_id=299055754449&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;The Block Rockin&#039; Beats&lt;/a&gt;, sebuah acara yang sedikit mirip dengan acara-acara radio saya sebelumnya. Hanya saja kali ini tanpa menggunakan penyiar. Jika anda menyukai Alternative Airplay, I bet you&#039;d like this one, too. Cheers, brotherman!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Industri musik&#8212;utamanya di Indonesia&#8212;memang sedang menghadapi cobaan yang berat. Semoga bisa tetap hidup&#8212;gak usah bermimpi berkibar jayawijaya dulu, yang penting mampu bertahan aja udah syukur&#8212;dan sanggup berjalan terus. Memang ultra repot ketika dihadapkan pada kenyataan bahwa makin sedikit saja orang yang mau membeli album rekaman (kaset dan cd). Sementara membeli secara online bukanlah pilihan populer: infrastrukturnya belum bagus, budaya belanja online belum terlalu memasyarakat akibat berbagai faktor. Jika di luar negeri band masih boleh berharap pada penghasilan dari hasil manggung, di negeri ini, cuman deretan supergroup aja yang sudah mendapat bayaran yang layak. Band-band di bawahnya, sejauh yang saya tahu, belum terlalu bisa mengandalkan duit dari konser. Dibombardir berbagai kendala pahit-kecut sedemikian rupa, musik (yang tak terlalu mengikuti selera pasar) di Indonesia masih bisa bertahan, saya angkat topi. Keep the faith, alterna-warriors!</p>
<p>Setelah Alternative Airplay (whoa, totally back in the day, dude!) saya sempet bikin lagi Suicide Beat di Radio Plus (berjalan setahunan gitu deh) serta Oz Clash Pistol di Radio Oz (berjalan selama 2 tahun lebih). Kini, saya punya <a href="http://www.facebook.com/rudolfdethu?v=app_2347471856&amp;ref=profile#!/note.php?note_id=299055754449" rel="nofollow">The Block Rockin&#8217; Beats</a>, sebuah acara yang sedikit mirip dengan acara-acara radio saya sebelumnya. Hanya saja kali ini tanpa menggunakan penyiar. Jika anda menyukai Alternative Airplay, I bet you&#8217;d like this one, too. Cheers, brotherman!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gibic</title>
		<link>http://www.rudolfdethu.com/2010/01/22/kebangkrutan-aksara-adalah-kebangkrutan-musik-indonesia/comment-page-1/#comment-141</link>
		<dc:creator>gibic</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 20:15:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rudolfdethu.com/?p=957#comment-141</guid>
		<description>sedih juga.. tapi kayaknya semuanya bakal membaik kalo perekonomian juga membaik.. jiwa mengoleksi sebenernya ada di tiap orang.. masalahnya, hasrat untuk mengoleksi itu terpenuhi atau tidak...

konon katanya, apresiasi terhadap kesenian [termasuk membeli hasil karya seni], otomatis akan muncul ketika semua kebutuhan primer terpenuhi...

mari berharap yang terbaik..

salam bung dethu. terimakasih buat alternative airplay sekian tahun silam yang sangat membuka wawasan, mencerahkan. :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sedih juga.. tapi kayaknya semuanya bakal membaik kalo perekonomian juga membaik.. jiwa mengoleksi sebenernya ada di tiap orang.. masalahnya, hasrat untuk mengoleksi itu terpenuhi atau tidak&#8230;</p>
<p>konon katanya, apresiasi terhadap kesenian [termasuk membeli hasil karya seni], otomatis akan muncul ketika semua kebutuhan primer terpenuhi&#8230;</p>
<p>mari berharap yang terbaik..</p>
<p>salam bung dethu. terimakasih buat alternative airplay sekian tahun silam yang sangat membuka wawasan, mencerahkan. <img src='http://www.rudolfdethu.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anto_head</title>
		<link>http://www.rudolfdethu.com/2010/01/22/kebangkrutan-aksara-adalah-kebangkrutan-musik-indonesia/comment-page-1/#comment-134</link>
		<dc:creator>anto_head</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 13:25:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rudolfdethu.com/?p=957#comment-134</guid>
		<description>Kalo prediksi di tahun 2010 gimana bro?..msh stagnan ato ada perubahan membaik ato malah terjerembab...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo prediksi di tahun 2010 gimana bro?..msh stagnan ato ada perubahan membaik ato malah terjerembab&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
