Here comes Indonesia’s scariest band: Kelelawar Malam. Featuring Sayiba Von Terkutuk (vocals, guitar), Deta Beringas (bass, vocals), Fahri Al-Maut (guitar, backing vocals), and Apin Kiamat (drums), was released their debut album, Kelelawar Malam.
The album consists of 12 songs with the central theme of horror stories and urban legends, and dabbles around punk rock, heavy metal, stoner rock, ballads, and delta blues.
The band was founded in 2008 due to Sayiba and Deta’s dual obsession with the American horror-punk band the Misfits, and their love of Indonesian horror b-movies. Sayiba then wrote the lyrics and Deta did the artwork.
Stay connected with the living dead here: www.myspace.com/kelelawarmalam.com
Bali Creative Festival
Street Performance
Today, Friday, December 03, 2010; 3-6.30 PM
Art Center, Denpasar – Bali
BHC recognizes that Hiphop culture is NOT the commercialized corporate rap business which exploits the culture and its artists for profit. BHC is strongly against this exploitation. BHC adheres to the true Hiphop principles of PEACE, UNITY, POSITIVITY, CREATIVITY and ELEVATION of MIND, BODY, SPIRIT and SKILL. BHC acknowledges Hiphop culture as a powerful tool that can be used for self-development, economic empowerment and social change, and promotes Hiphop as such.
Bali Creative Festival
Perayaan potensi terbaik insan kreatif Bali
3-6 Desember 2010, 10.00-22.00
Art Centre, Denpasar
…Bali Creative Festival bukan sekadar perayaan kreatifitas. Pelaksanaannya di Bali merupakan simbolik dari kehidupan dinamis dua dunia: Kehidupan masa lalu yang dicirikan dengan tradisi dan budaya yang kaya nilai-nilai dan kehidupan modern yang penuh dinamika yang menjadi pintu bagi dunia internasional.
Hal ini sangat penting bagi insan kreatif Indonesia untuk mengapresiasi, belajar dan terinspirasi dalam iklim kehidupan yang penuh dinamika sebagaimana kita temui di Bali…
Bali Creative Festival
Perayaan potensi terbaik insan kreatif Bali
3-6 Desember 2010, 10.00-22.00
Art Centre, Denpasar
…Bali Creative Festival bukan sekadar perayaan kreatifitas. Pelaksanaannya di Bali merupakan simbolik dari kehidupan dinamis dua dunia: Kehidupan masa lalu yang dicirikan dengan tradisi dan budaya yang kaya nilai-nilai dan kehidupan modern yang penuh dinamika yang menjadi pintu bagi dunia internasional.
Hal ini sangat penting bagi insan kreatif Indonesia untuk mengapresiasi, belajar dan terinspirasi dalam iklim kehidupan yang penuh dinamika sebagaimana kita temui di Bali…
→ Rincian acara & jam ada di halaman utama.
Tonite! Wednesday, 2010; 8-10 PM
R-n-R Exhibition [mini version]: OPPIE ANDARESTA
Temple of Everlasting Light
:: Introduction and playlist, written and handpicked by Oppie Herself ::
Perjalanan karir musik saya sebagai penyanyi dan pencipta lagu di awali dengan terdamparnya saya di sebuah tempat di jalan Potlot 14 di awal 90an. Pada saat itu teman-teman saya yang sebagian besar rocker (Pay, Bimbim, Bongkie) sedang seru-serunya mendengarkan Whitesnake, Led Zeppelin, dll. Saya yang baru lulus SMA dan memainkan jazz fussion bersama Indra (yang kemudian bergabung dgn Slank), Ronald (mantan Gigi), Marshal (Ada band) mau tak mau mendengarkan musik rock setiap hari dengan cukup intens. Apalagi kemudian saya, Bimbim, dan Pay sempat membentuk grup band yang membawakan lagu-lagu rock dari Heart, Starship, Whitesnake, dll. Lalu satu malam saat kami nongkrong sambil mendengarkan Bimbim yang tahu keinginan saya untuk menjadi penyanyi bilang, “ Kalau mau jadi penyanyi, jadilah penyanyi yang menciptakan lagu sendiri. Penyanyi yang punya sikap/pesan.” Kemudian Pay datang dengan membawa album pertama Tracy Chapman, penyanyi perempuan kulit hitam, yang lagunya berlirik menggigit. Tracy bukan “a girl with sexy look”. Bisa dibilang Tracy Chapman adalah role model saya dalam bermusik.
Saya mendengarkan berbagai jenis musik. Tapi saya selalu tertarik untuk mendengarkan dan belajar dari musisi perempuan lainnya yang bisa memainkan instrumen, menciptakan lagu, dan punya sikap/pesan kuat di karya mereka.
Berikut adalah lagu/musik yang yang juga memberi inspirasi saya bermusik, musik yang membuat saya joget di atas pool table atau nyebur ke swimming pool, musik yang membantu saya tetap waras, musik yang saya putar di awal hari saya, yang saya putar di ujung hari saya, yang saya dengar saat saya PMS, musik/lagu yang biasa saya dan teman-teman nyanyikan sampai suara saya habis…
♪♬♫ Radio streaming live http://army.wavestreamer.com:6356/listen.pls
Bali Creative Festival
Perayaan potensi terbaik insan kreatif Bali
3-6 Desember 2010, 10.00-22.00
Art Centre, Denpasar
…Bali Creative Festival bukan sekadar perayaan kreatifitas. Pelaksanaannya di Bali merupakan simbolik dari kehidupan dinamis dua dunia: Kehidupan masa lalu yang dicirikan dengan tradisi dan budaya yang kaya nilai-nilai dan kehidupan modern yang penuh dinamika yang menjadi pintu bagi dunia internasional.
Hal ini sangat penting bagi insan kreatif Indonesia untuk mengapresiasi, belajar dan terinspirasi dalam iklim kehidupan yang penuh dinamika sebagaimana kita temui di Bali…
→ Rincian acara & jam ada di halaman utama.
Tonite! Wednesday, November 24, 2010; 8-10 PM
R-n-R Exhibition [mini version]: MIAN TIARA
A Journey
:: Introduction, playlist and photo, written and handpicked by Tiara herself ::
Let’s pack our stuff, we’re going on a trip, visiting places, travel through time and space.
But first, bring what you need. Put them in your backpacks. Make sure all is checked. We might have to give up what we have and trade them with things along the road. Because that’s a road trip is all about. No expectations, only excitements. Everything is random. We will not have the knowledge to see what is going to happen. We just have to experience it. Here’s a little something to add something to your life.
Now, let’s get lost.
♪♬ ♫ Radio streaming live http://army.wavestreamer.com:6356/listen.pls
DOMESTIC GROOVE ~ Celeb’s Chosen Seven is my biweekly column in The Beat (Jakarta) mag. Basically it’s an interview via e-mail which focuses on small, intimate, domestic stuff; what Indonesia’s public figures are really into, musically speaking.
For the sixth edition I went upclose-and-personal with Lani Leyli.
Tonite! Wednesday, November 17, 2010; 8-10 PM
R-n-R Exhibition [mini version]: BONNY SIDHARTA
My Playlust—Nothin’ but a Nosebleed, Helleluyah!
:: Introduction and playlist, written and handpicked by Bonny Himself ::
…Well, ketika ditodong Gus Cuk a.k.a. Dethu untuk mengisi program The Block Rockin’ Beats jujur agak kaget plus bingung; kaget kenapa gue bisa diajak (tengkyu Gus) dan bingung mau mengisi playlist apa ketika sadar waktu tinggal sehari lagi—sementara gue belom bikin playlist apa-apa… hehehe… Bingung!
Ya, bingung, karena belakangan mayoritas musik yang keluar masuk kuping dan kepala gue mayoritas didominasi musik-musik berdaya ledak tinggi dan terlalu monoton untuk orang lain (walaupun tidak semonoton SURGA). Dan maafkan sebelumnya kalau playlust yang gue buat ini kurang cocok untuk didengarkan di kala malam…
Btw, lagu-lagu yang gue pilih sekarang ini kebetulan lagu-lagu yang ada di dalam iPod gue, jadi gak semuanya ada kedekatan emosional sama gua, hanya sekedar suka ajah (sorry yah Thu, gue mengakui kalo gue pemalas).
Dan maaf juga dalam pemilihan playlust ini gue dalam keadaan 100 persen SADAR… Sekali lagi maaf.
But, hey, fuck that! Ini giliran gue, jadi suka atau gak suka, selamat menikmati!
\m/ HAIL \m/
♪♫♬ Radio streaming live http://army.wavestreamer.com:6356/listen.pls
・Indonesian version please click here
A few weeks ago, the biggest punk rock band in Indonesia, Superman Is Dead, reached a significant record: One million fans on Facebook. This phenomenon is considered even more impressive due to the lack of SID’s appearances on television, proving that plenty of block-rockin’ concerts and a little word of mouth is all it takes for succes on this scale.
JRX, the drummer and spokesman for the band stated that their interaction with outSIDers/Lady Rose (their special name for the fans) is not always about the music or promoting their current activities. Sometimes discussing humanities and ecology—in a few case the discussion can get very heated. “But that’s the beauty of it,” he added.
According to JRX, Bobby Kool (vocal, guitar), and Eka Rock (bass, backing vocal) the Facebook succes only goes to show that television is not everything, and that you don’t need to move to Jakarta (a.k.a. the centre of Indonesia’s entertainment industry) to find stardom. There’s no such thing as “Jakartacentric”. And their intense and caring relationship with fans on Facebook has proven their theory.
Stay connected with Superman Is Dead by checking out their website: www.supermanisdead.net or search them on Facebook, of course.