・Edition: June 23, 2010 | Updated: April 22, 2012
Pada edisi The Block Rockin’ Beats kali ini saya menukik bicara rupa-rupa Paddybeat: Celtic Punk, Irish Folk-Rock, serta familinya.
Fenomena Paddybeat ini sendiri telah berkembang makin luas. Tak cuma populer di tanah Irlandia saja, tak hanya menyangkut bangsa Irlandia saja, tak semata berhenti soal Irlandia saja, tapi belakangan Skotlandia disertakan pula sebagai bagian dari gejala ini. Selain itu kantong-kantong imigran Irlandia (Irish diaspora) dan komunitas Skotlandia yang tersebar di Inggris (London), Australia (Sydney dan Australia Selatan), Amerika Serikat (Boston, Chicago, Philadelphia, Los Angeles), Kanada (Vancouver dan Newfoundland), dsb; tampak berperan besar juga mendongkrak kemasyhuran genre ini.
Yang khas dari aliran musik ini—sekarang kerap disederhanakan penyebutannya dengan Celtic Punk saja—adalah temanya yang dominan berkisah tentang teritori Irlandia, wilayah Skotlandia, perjuangan kemerdekaan Irlandia serta Skotlandia, IRA (Irish Republican Army), budaya minum alkoholnya—utamanya wiski—yang sinting, Irish diaspora, pula mengenai kebanggaan khas kerah biru (working class pride). Selain itu hulubalang Celtic Punk umumnya memasukkan instrumen tradisional macam akordion, banjo, mandolin, bagpipes, fiddle tin, dll. Kelompok yang dianggap paling bertanggungjawab memperkenalkan genre ini adalah The Pogues (lihat foto di atas) dengan biduan slebor lagi puitis nan Maha Mulia bernama Shane MacGowan. Oleh banyak sejarawan musik Shane—ditopang Spider Stacy—dianggap berjasa menjadi figur paling mula mempadupaksa unsur Celtic Folk dengan (attitude) Punk Rock.
• Versi Bahasa Indonesia silakan klik di sini
If psychedelia, heavy blues, and Black Sabbath are your tunes of choice, then Suri will make you right at home. A few weeks ago they released their first full-length album titled Mothology. Compared to the previous albums, this new record is stronger in character, mature, rawer, and a lot more stoned stoner rock. The presence of a jazz virtuoso, Riza Arshad, who did the mixing and mastering also created a better, heavier sound.
Originally a quartet, the group was formed in Jakarta in 2008. They started getting attention from the rock scenesters via their promo-demo Tiga Puluh in 2009. Followed in 2010 by a split album with Serigala Jahanam, Gurun Nestapa, released by Yes No Wave label and then self-released Kisah Kasih Lokalisasi EP which opened the door to a bigger audience.
Listen and look very closely at what they are up to via myspace.com/suritheband and Twitter @_SURI_.
Homegrown & Well Known is my biweekly column in The Beat (Bali) mag. Basically it’s an interview via e-mail with Bali’s local big shots.
For the fIfth edition I went upclose-and-personal with Tina Ardie.
DOMESTIC GROOVE ~ Celeb’s Chosen Nine is my biweekly column in The Beat (Jakarta) mag. Basically it’s an interview via e-mail which focuses on small, intimate, domestic stuff; what Indonesia’s public figures are really into.
For the 34th edition I went upclose-and-personal with Erwin Arnada.
Homegrown & Well Known is my biweekly column in The Beat (Bali) mag. Basically it’s an interview via e-mail with Bali’s local big shots.
For the fourth edition I went upclose-and-personal with Sari Nymphea.