(Instagram-Approved) Audio Visualia Acoustica Exotica

Tulisan ini sejatinya adalah kontribusi saya untuk jakartabeat.net dalam memenuhi undangan mengisi program rutin mereka, Occupy Jakartabeat, pada 29 Juli 2012. Saya masukkan ke dalam website pribadi saya sekadar merapikan dokumentasi karya-karya yang pernah saya buat di media lain.


Homegrown & Well Known: JANET DENEEFE

She always believes in the power of the written word and started Ubud Writers and Readers Festival—the kind of festival that nobody in this country even thought of before. First held in 2003, Janet has proven that she’s right: UWRF is now considered one of the biggest writers festivals in the world. Yes, in the world.


Merdeka Menjadi Bianglala

Jabat erat keberagaman dari klandestin. Ada kabar mencengangkan, utamanya bagi insan bineka yang berdomisili di Bali. Gerakan Indonesia Tanpa JIL (ITJ) yang notabene pendukung “Pluralisme? Injak saja!” ternyata sudah membuka cabang di Bali (akun Twitter: @ITJ_BALI dengan @BahrudinJamil sebagai admin). Konon berpusat di Klungkung.

Duh gusti, Ini sungguh lucu. Di Bali mana ada JIL? Mau menghadapi siapa memangnya? Atau memang berencana besar menginjak pluralisme yang justru merupakan fondasi utama Bali? Oh, ok, mungkin sekadar antisipasi agar benih-benih JIL tak bersemi di pulau Dewata. Harus diinjak duluan agar kerdil atau sekalian binasa. Begitu? Hmmm… Okeh. Bolehlah diterimah logikah.


Sesat dan Kafir Harus Bersatu. (Atau Mencret Menjadi Pengecut Seumur Hidup.)

Sejak menyebarkan “Surat Terbuka untuk Rocket Rockers” segera saja berhamburan respons yang saya terima. Yang paling semangat mengeroyok saya adalah kumpulan sejawat dari sang biduan Rocket Rockers—what’s his name again?—dari gerakan Indonesia Tanpa JIL. Bertubi-tubi saya dikuliahi serbaneka isu, itu sebenarnya begini, ini sejatinya begitu.


Surat Terbuka untuk Rocket Rockers

Kegelisahan saya bermula dari sebuah tampilan foto di Facebook dari salah seorang personel Rocket Rockers saat ia berpartisipasi di acara Indonesia Tanpa JIL dimana salah satu dari orang yang diajaknya berpose mengenakan kaos “Pluralisme? Injak Saja!” Mohon maaf, foto tersebut sekarang sudah tidak ada lagi di album foto personel Rocket Rockers tersebut. Tapi kebetulan saya menemukan kaos bersablonkan tulisan tersebut di album foto yang lain.


Domestic Groove: ANGGA SASONGKO

DOMESTIC GROOVE ~ Celeb’s Chosen Nine is my biweekly column in The Beat (Jakarta) mag. Basically it’s an interview via e-mail which focuses on small, intimate, domestic stuff; what Indonesia’s public figures are really into.

For the 38th edition I went upclose-and-personal with Angga Sasongko.


Punk Rock di Bali: Legenda Lalu dan Kisah Kini

Ketika garage rock bertempo lebih cepat dan berdurasi lebih pendek alias protopunk—cikal bakal punk rock—mulai menggeliat di CBGB, New York, pada pertengahan 70an lewat aksi Ramones, Patti Smith, Dead Boys, Mink DeVille, Blondie, Television, dsb; Indonesia masih belum terlalu terimbas dampaknya. Kebanyakan metropolitan di Nusantara justru sedang keranjingan hard rock; salah satunya gara-gara kedatangan Deep Purple ke Jakarta. Baru saat album Sex Pistols Never Mind the Bollocks yang sejatinya terbit pada 1977 namun baru beredar di negeri ini di awal 80an berpindah dari satu tangan anak muda ke anak muda lainnya, virus punk rock lambat lagi keramat mulai menginfeksi.


designed by: Saylow