Morfem: Baru Tapi Lama Tapi Baru

Kuartet asal Jakarta ini secara eksistensi tergolong duhai belia, baru resmi berdiri pada 17 Juli 2009. Belum genap setahun. Namun jika menganalisa oknum-oknum yang berada di gerbongnya, murtad rasanya menyebut orang-orangnya sebagai koalisi “kemarin sore.” Coba kita mulai dari sang biduan, Jimi Multazham, misalnya. Di alter egonya yang lain, lebih dikenal sebagai Jimi Upstairs. Benar, dialah frontman dari grup New Wave paling mahsyur setanah air: The Upstairs. Lalu penanggungjawab gitar, Pandu Fathoni, adalah juga anggota kongsi Post-Punk muram, The Porno. Kemudian divisi bas dikomandoi oleh Bramasta Juan Sasongko, yang sekaligus merupakan konseptor JARB, sebuah band beragamakan Stoner Rock. Sementara di departemen drum bercokol Freddie Alexander Warnerin yang berkedudukan pararel sebagai personel kongegrasi Hardcore bernama Nervous Breakdown.

read more...

Tika and the Dissidents: The Beauty of No Expectations

She’s not just a singer. She’s an excellent singer—a diva, to be precise.
With that kind of quality, it should’ve been pretty easy for her to get signed by any huge record label (meaning: better exposure, better promotions, better—and bigger—financial backup), but she prefers to go the Do-It-Yourself way a.k.a. minimum wage, maximum work, more headache, less sleep.

Is she happy with what she’s doing?

read more...

You Gotta Dance with The Authentics

Sejarah terbentuknya kongegrasi ini dimulai pada 2005 ketika dua anak muda berselera musik seragam, Dawny & Arnold, bersepakat bersekutu di bawah nama The Authentics. Pemilihan titel band sedemikian rupa semata karena mereka menginginkan bunyi-bunyian yang otentik, merepresentasikan keaslian, sebagaimana para pengusung Ska di masa-masa awal. Sudah begitu, di era permulaan The Authentics kerap meng-cover lagu-lagu milik The Slackers, Hepcat, The Skatalites, dan serbaneka Ska tradisional. Namun dalam rentang evolusinya mereka kemudian mulai melebarkan jelajah musikalnya dengan menciptakan senandung yang lebih sederhana, mudah dicerna, kental nuansa bersenang-senang juga ramah-dansa alias danceable; tanpa sama sekali tercerabut dari akar Ska-Swing-Soul-Blues.

read more...

Lani Leyli

She’s a teacher, a model and a (great) singer.
She’s Australian who’s been living in Jakarta for quite a while now—and loves it so much.
Let’s hope she will stay longer—I bet some of the boys would prefer forever—in Indonesia.

read more...

Rockabali

Dari Bali mereka menolak keseragaman selera bermusik. Dengan tato, alkohol dan, simbol-simbol judi, memainkan Rockabilly lebih menarik minat wanita.

read more...

Kebangkrutan Aksara adalah Kebangkrutan Musik Indonesia?

Bicara dinamika musik di dalam negeri—apakah membaik meingindikasikan kemajuan, semata semenjana alias stagnan, atau malah total kemunduran—tampaknya bisa disimpulkan lewat dua fenomena yang lucunya terjadi di bulan paling akhir 2009, Desember.

read more...

Denpasar: Menjabat Kontra Kultura, Menuju Kosmopolitan

Tulisan ini saya buat dalam rangka merespons seni instalasi Ebullience yang merupakan kolaborasi bineka seniman berbakat Denpasar, Bali; di Denpasar Festival pada 28 – 30 Desember 2009

read more...

Sub Kultur Para Klandestin Flanel

Grunge sudah mati? Seattle Sound telah tamat? Mungkin iya. Bisa jadi benar. Sebab di manca negara gelinjang musik yang berporos di Pacific Northwest, Amerika Serikat,—utamanya Seattle—ini terkesan melempem, layu gairah, sempoyongan lalu pingsan. Kalau pun para pembesarnya masih bergentayangan di blantika cadas raya, gaungnya tak cukup signifikan, tipis nuansa kolektif, cenderung melenggang sendirian. Boleh dibilang dari kalangan pesohor berbusana flanel cuma tinggal Pearl Jam, Stone Temple Pilots, Mudhoney, dan Alice in Chains (formasi anyar) yang masih eksis. Sayangnya, umur panjang itu tak disangkutpautkan dengan pergerakan atau rejuvenasi Grunge. Sepak terjang Eddie Vedder dan Rekan dianggap nihil relevansi dengan so-called Seattle Sound

read more...

LANJUTKAN!

Kiamat mungkin memang sudah dekat.
Keadilan untuk semua bisa jadi cuma dusta, fana
Kebahagiaan abadi, surga-neraka, semata tinja

Tapi jangan pernah putus berhasrat
Harus ogah menyerah
Sebab tinggal asa, harapan, yang kita punya
Agar senyum senantiasa benderang di wajah kita

Bagai musafir, melanglang berkelana, berlari
Kejar mimpi
Kejar mimpi
Kejar terus mimpi

Berharap, bermimpi, berlari

SELAMAT TAHUN BARU 2010

Bersulang,
RUDOLF DETHU

read more...

Superman Is Dead: Semangat Pantang Mundur & Seni Mengelola Ego

Jangankan untuk skala lokal Bali, dalam lingkup nasional sekalipun cuma ada sedikit band yang mampu melewati satu dasa warsa. Superman Is Dead (SID) adalah satu dari segelintir kelompok musik yang sanggup eksis bukan hanya melewati rentang sepuluh tahun tapi juga, hebatnya lagi, dengan personel yang sama, tak berubah, sejak awal berdiri. Benar, ketika grup lain [...]

read more...
designed by: Saylow