search

Mullet Mania

Masih ingat MacGyver? Oh bukan, saya sedang tak bicara aktingnya (yang garing). Tapi saya ngomong soal gaya rambutnya. Gaya rambut MacGyver yang pendek di depan, atas, dan samping namun panjang di belakang punya istilah khusus: Mullet. Dan kerap ditimpali dengan dengan kelakar lanjutan semacam, “Business in the front, party in the back” (deskripsi yang jitu, eh?)
Robert Williams, alumni Los Angeles City College sekaligus pendiri majalah Juxtapoz, berkilasbalik bahwa kontaknya dengan Axl Rose & co. pertama kali terjadi pada 1987. Robert, kala itu masih berusia 44 tahun, dihubungi oleh penerbitnya yang bilang bahwa sebuah grup band hard rock bernama Guns N' Roses tertarik memasang salah satu gambar kartun dari buku kumpulan karyanya yang diterbitkan pada 1979, The Lowbrow Art of Robert Williams. Khususnya satu bagian dari seri Super Cartoons yang bertitel Appetite for Destruction.
This is the second and third edition of The Block Rockin' Beats, presenting songs from the likes of Van Halen, Sepultura, Krokus, Saxon, Raven, Judas Priest, Fu Manchu, Sonic Youth, EPMD, Happy Mondays, Big Bad Voodoo Daddy, etc. Also kickass videos by Seringai, Wu-Tang Clan, and Ratt.
This is the very first edition of The Block Rockin' Beats, played on 09/09/09; presenting songs from the likes of AC/DC, Beastie Boys, Talking Heads, Black Label Society, Motorhead, Iggy Pop ft. Kate Pierson, Suicidal Tendencies, etc. Also check out rare video clips of Soldier of Fortune by Loudness and Injected with a Poison by Praga Khan.
99probs
Sungguh kaget kala karib saya menyebut Jay-Z sebagai pengusung lagu “99 Problems”. Huh? Bitch please. Setahu saya Ice-T—disokong personel 2 Live Crew, Brother Marquis—merekalah yang paling bertanggungjawab dalam memborbardirkan frase monumental “Got 99 problems and a bitch ain’t one” ke jagat Hip Hop.
Dari sedemikian gemah ripah album yang beredar, tak sedikit artwork dari sampul album tersebut duh-gusti amat mengecewakan. Jika sebelumnya informasi yang anda peroleh di media massa cenderung membahas yang terbaik, kini gilirannya kita mengupas yang terkacrut, abnormal, ganjil, hilarious, weird, cheesy. Simak 13 biji berikut ini yang telah saya seleksi secara keji.
Tahukah anda bahwa Iggy Pop saat lahir oleh ibunya diberi nama James Newell Osterberg, Jr; dan Nikki Sixx dikenal sebagai Frank Carlton Serafino Ferrana. Sementara di KTP dan SIM milik Ol' Dirty Bastard yang tertera justru Russell Tyrone Jones. Dan di ijazah Remy Sylado identitas yang tercantum malah Yapi Panda Abdiel Tambayong. Nah, penggunaan nama alternatif, identitas alias, A.K.A. (Also Known As), seperti ini diistilahkan sebagai Pseudonym.
Di skena musik Nusantara, bentukan jari-jari macem begitu lebih dikenal dengan istilah "Salam Metal" (komplet diiringi dengan gaya nyengir seraya menggeram: "Aaaargh...!!!"). Nah, bahasa ilmiahnya adalah "Mano Cornuta" yang lalu di-Bahasa Inggriskan menjadi "The Devil Horns".
Bagi sebuah band lokal, menjadi terkenal---diundang manggung ke berbagai kota, single andalan merajai berbagai chart radio terhormat, kerap tampil di televisi nasional, dsb---sering berhenti hanya sekadar jadi obsesi muluk, sebatas mimpi indah. Angan-angan sejuk tersebut belum apa-apa macet begitu saja bukannya tanpa sebab. Kompetisi yang ultra ketat, jarak yang jauh ke pusat industri hiburan (baca: Jakarta), infrastruktur yang terbatas lagi mahal, minimnya koneksi ke sosok-sosok kunci dunia hiburan (pihak label, penyelenggara konser, orang radio, pencari bakat di televisi); menjadi barisan kendala paling wahid dalam perjalanan meraih cita-cita. Dan akibat ketidaksigapan mengatasi kerikil-kerikil penghambat itu, jamak terjadi, artis-artis lokal nan berbakat kemudian meraih gelar juara hanya di daerahnya sendiri, mentok menjadi jago kandang saja, tingkat popularitas dalam skala duhai sempit. Hey, jangan keburu putus asa, jangan instan menyerah. Di segmen berikutnya akan kita kupas beberapa kiat menyiasati ragam masalah di atas.

rudolfdethu

RUDOLF DETHU

Scroll to Top