Sampul Album Cadas Monumental: LOVEHUNTER

Setelah cabut dari Deep Purple, David Coverdale segera saja membentuk Whitesnake lalu berturut-turut merilis Snakebite serta Trouble di tahun yang sama, 1978. Namun dalam konteks sensasi—sanggup membelalakkan mata publik, to be precise—adalah karya mereka yang terbit pada 1979, Lovehunter.

Sampul Album Cadas Monumental: VULGAR DISPLAY OF POWER

Jika generasi hair metal duh-gusti amat akrab dengan British Steel, maka para headbanger sejati 90-an dijamin bulu kuduknya masih merinding dengan karya agung Pantera, Vulgar Display of Power. Bukan cuma akan selalu instan ber-air guitar penuh gairah begitu diperdengarkan Mouth for War, tapi juga bergulat dengan rasa penasaran nan besar dengan imej brutal di sampul album: for god’s sake, siapa sih itu oknum dogol yang rela wajahnya dibogem mentah sampai penyok?

Sampul Album Cadas Monumental: DOOKIE

Dookie, album ke-3 Green Day (dan debut album mereka dengan label mayor) yang dirilis pada 1 Februari 1994, merupakan salah satu tonggak signifikan Punk Rock 90-an. Dengan melibatkan produser ternama, Rob Cavallo, karya ini kemudian pada 1995 meraih predikat adiluhung: Grammy Award for Best Alternative Music Album. Whoa.

Kisah tentang sampul album bergaya komik khas anak SD tersebut, well, that’s another story…

Sampul Album Cadas Monumental: KILLERS

Setelah menerbitkan debut album self-titled, Iron Maiden, kontingen asal Layton, Inggris, ini melanjutkan gebrakan keduanya dengan merilis Killers.

Selain merupakan partisipasi perdana dari gitaris Adrian Smith serta sebaliknya partisipasi terakhir dari vokalis Paul Di’Anno, yang patut pula diperhatikan adalah perubahan imej dari maskot Iron Maiden, “Eddie”. Jika sebelumnya tampang Eddie cenderung datar dan kosong plus berambut jabrik (perhatikan foto paling atas) maka di album keluaran 9 Februari 1981 tersebut imej Eddie sedikit diimprovisasi oleh Derek Riggs, sang kreator. Rambut dibuat lebih lebat dan berisi, khas gaya “big hair” yang memang sedang populer pada masa itu (konon terinspirasi oleh Farah Fawcett). Ekspresi wajah juga jadi lebih galak. Selain itu, Eddie digambarkan membawa kapak (ax). “Eddie adalah sosok gitaris (dalam bahasa gaul musik Rock sering juga diistilahkan dengan axman) maka itu dia menenteng kapak (ax)”, ujar seniman yang hingga 20 tahun berikutnya aktif menggarap sampul album Iron Maiden.

Derek menegaskan bahwa pengembangan karakter Eddie tidaklah direncanakan. Semuanya mengalir saja.

Sampul Album Cadas Monumental: BRITISH STEEL

Bagi anda penggemar musik cadas—apalagi yang tumbuhkembang di era “Hair Metal”—dijamin familiar dengan imej ekstrem di sebelah kiri ini.

Benar, foto jari-jari menggenggam silet berukuran masif tersebut adalah sampul album Judas Priest terbitan 14 April 1980, British Steel. Lagu-lagu dari album karya kontingen asal Birmingham, Inggris Raya, macam Breaking The Law dan Living After Midnight itu sempat menjadi lagu wajib band-band Rock Nusantara di tahun 80-an (mind you, saat itu membawakan tembang karya sendiri belumlah sepopuler sekarang, menjadi duplikat Iron Maiden, dijuluki “The Indonesian Metallica”, dsb, adalah sebuah kebanggaan tersendiri).

Tangan yang memegang silet tersebut adalah milik Roslav Szaybo, art director British Steel yang asal Polandia. Sementara fotografernya adalah Bob Elsdale. Sebelumnya, di tahun 1979, Roslav dan Bob mengerjakan pula album Priest lainnya yaitu Hellbent For Leather—yang di Inggris diberi judul berbeda, Killing Machine.

Sejarah Bagi Publik, Untuk Ruang Publik

Sejarah adalah pengetahuan untuk semua, bukan hanya objek nostalgia untuk mereka yang mengalami suatu peristiwa sejarah.
Sejarah terus menerus berada dalam proses menjadi, diciptakan kembali oleh setiap pemberi makna dan generasi.
Setiap generasi punya hak untuk mengakses bukti sejarah yang diarsipkan.
Setiap generasi punya hak menciptakan ruangnya sendiri untuk mengunjungi kembali sejarah.

Logo Klasik AC/DC

Sebagian barangkali mahfum bahwa asal muasal nama AC/DC bermula gara-gara Angus dan saudaranya, Malcolm Young, melihat inisial “ac/dc” di mesin jahit saudara perempuannya, Margaret Young. TAPI saya yakin hampir nihil yang tahu sejarah bagaimana logo klasik AC/DC bermula. Saya jamin cuma sedikit bisa bercerita tentang awal mula simbol “samber geledek” itu. Saya juga baru ngeh kok. Begini kisahnya…

Sampul Album Cadas Monumental: MASTER OF PUPPETS

Yang masih diingat oleh Donald P. Brautigam agak samar adalah, suatu hari di pertengahan tahun 1985, Don diminta oleh manajemen Metallica untuk mendesain sampul album Master of Puppets. Tanpa secuilpun sempat mendengarkan “colongan” tembang-tembang dari album yang kini menjadi salah satu jejak monumental thrash metal, Don berangkat mengerjakannya menggunakan medium acrylic, airbrush dan paintbrush. Artis lulusan The School of Visual Arts tahun 1971 ini cuma butuh 3 hari untuk menyelesaikannya (seraya mengerjakan projek komersial lainnya).

Sampul Album Rock Bersejarah: Beken Tapi Butut

Berikut adalah daftar sekelompok kecil album yang dalam konteks musikal berkualitas fenomenal, single-nya meraih popularitas menjulang, tapi sampul depannya duh-gusti ultra garing.

Beken sih, keren sih, cuman artwork-nya butut. Gimana dong?

Follow Instagram

Scroll to Top