Sampul Album Cadas Monumental: BRITISH STEEL

Bagi anda penggemar musik cadas—apalagi yang tumbuhkembang di era “Hair Metal”—dijamin familiar dengan imej ekstrem di sebelah kiri ini.

Benar, foto jari-jari menggenggam silet berukuran masif tersebut adalah sampul album Judas Priest terbitan 14 April 1980, British Steel. Lagu-lagu dari album karya kontingen asal Birmingham, Inggris Raya, macam Breaking The Law dan Living After Midnight itu sempat menjadi lagu wajib band-band Rock Nusantara di tahun 80-an (mind you, saat itu membawakan tembang karya sendiri belumlah sepopuler sekarang, menjadi duplikat Iron Maiden, dijuluki “The Indonesian Metallica”, dsb, adalah sebuah kebanggaan tersendiri).

Tangan yang memegang silet tersebut adalah milik Roslav Szaybo, art director British Steel yang asal Polandia. Sementara fotografernya adalah Bob Elsdale. Sebelumnya, di tahun 1979, Roslav dan Bob mengerjakan pula album Priest lainnya yaitu Hellbent For Leather—yang di Inggris diberi judul berbeda, Killing Machine.

Sejarah Bagi Publik, Untuk Ruang Publik

Sejarah adalah pengetahuan untuk semua, bukan hanya objek nostalgia untuk mereka yang mengalami suatu peristiwa sejarah.
Sejarah terus menerus berada dalam proses menjadi, diciptakan kembali oleh setiap pemberi makna dan generasi.
Setiap generasi punya hak untuk mengakses bukti sejarah yang diarsipkan.
Setiap generasi punya hak menciptakan ruangnya sendiri untuk mengunjungi kembali sejarah.

Logo Klasik AC/DC

Sebagian barangkali mahfum bahwa asal muasal nama AC/DC bermula gara-gara Angus dan saudaranya, Malcolm Young, melihat inisial “ac/dc” di mesin jahit saudara perempuannya, Margaret Young. TAPI saya yakin hampir nihil yang tahu sejarah bagaimana logo klasik AC/DC bermula. Saya jamin cuma sedikit bisa bercerita tentang awal mula simbol “samber geledek” itu. Saya juga baru ngeh kok. Begini kisahnya…

Sampul Album Cadas Monumental: MASTER OF PUPPETS

Yang masih diingat oleh Donald P. Brautigam agak samar adalah, suatu hari di pertengahan tahun 1985, Don diminta oleh manajemen Metallica untuk mendesain sampul album Master of Puppets. Tanpa secuilpun sempat mendengarkan “colongan” tembang-tembang dari album yang kini menjadi salah satu jejak monumental thrash metal, Don berangkat mengerjakannya menggunakan medium acrylic, airbrush dan paintbrush. Artis lulusan The School of Visual Arts tahun 1971 ini cuma butuh 3 hari untuk menyelesaikannya (seraya mengerjakan projek komersial lainnya).

Sampul Album Rock Bersejarah: Beken Tapi Butut

Berikut adalah daftar sekelompok kecil album yang dalam konteks musikal berkualitas fenomenal, single-nya meraih popularitas menjulang, tapi sampul depannya duh-gusti ultra garing.

Beken sih, keren sih, cuman artwork-nya butut. Gimana dong?

Sampul Album Cadas Monumental: APPETITE FOR DESTRUCTION

Robert Williams, alumni Los Angeles City College sekaligus pendiri majalah Juxtapoz, berkilasbalik bahwa kontaknya dengan Axl Rose & co. pertama kali terjadi pada 1987. Robert, kala itu masih berusia 44 tahun, dihubungi oleh penerbitnya yang bilang bahwa sebuah grup band hard rock bernama Guns N’ Roses tertarik memasang salah satu gambar kartun dari buku kumpulan karyanya yang diterbitkan pada 1979, The Lowbrow Art of Robert Williams. Khususnya satu bagian dari seri Super Cartoons yang bertitel Appetite for Destruction.

13 Sampul Album Paling Kacrut Sepanjang Sejarah

Dari sedemikian gemah ripah album yang beredar, tak sedikit artwork dari sampul album tersebut duh-gusti amat mengecewakan. Jika sebelumnya informasi yang anda peroleh di media massa cenderung membahas yang terbaik, kini gilirannya kita mengupas yang terkacrut, abnormal, ganjil, hilarious, weird, cheesy.

Simak 13 biji berikut ini yang telah saya seleksi secara keji.

Scroll to Top