Rock-n-Roll Exhibition: ADIB HIDAYAT

Edition: October 21, 2009

Rock-n-Roll Exhibition: ADIB HIDAYAT
ACRI ~ Aku Cinta Rock Indopahit

:: Playlist, song descriptions, and photos, written and handpicked by Adib Himself ::

Pompadour d’Amour

Jika belakangan ini anda berkunjung ke Bali anda pasti akan cukup sering berpapasan dengan anak muda yang menyisir klimis rambutnya, pekat mengingatkan pada gaya rambut Elvis Presley atau para personel Stray Cats, atau konseptor Social Distortion, Mike Ness. Tahukah anda bahwa gaya rambut—yang juga sempat dipakai sebagai identitas khas oleh The Changcuters—itu memiliki sebutan spesifik bertajuk Pompadour?

Rock-n-Roll Exhibition: ARIAN 13

Edition: October 14, 2009

Rock-n-Roll Exhibition: ARIAN 13
Rose Clouds of Holocaust

:: Playlist, intro, song descriptions, and most photos, written and handpicked by Arian Himself ::

Blitz Megaplex a.k.a. Aku Cinta Jakarta

Kebetulan tidak jauh dari tempat saya biasa numpang tinggal di Jakarta, di Kebayoran Baru, belum lama ini dibuka mal baru kelas premium, Pacific Place. Nah, di lantai 6 (atau 7?) terdapat jaringan bioskop rivalnya kelompok Cineplex 21 bernama Blitz Megaplex yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Ananda Siregar, anak mantan gubernur Bank Indonesia Arifin Siregar.

Yang saya suka dari Blitz Megaplex di antaranya adalah konsep interiornya yang post-mo (well, saya sebenernya gak terlalu paham apa mazhab arsitektur tersebut tepat untuk menyebut gaya yang dianut blitzmegaplex, pokoknya modern minimalis, banyak bentuk kubus, dim lighting, aksen metal di beberapa sudut, sedikit futuristik). Seolah kita sedang berada di tempat berbeda, di megapolitan makmur mana gitu. Pokoknya kayak bukan di Jakarta. Sentuhan artistik millenium namun tetap relatif hangat. Masih cukup bernyawa. Kalo di musik mungkin bisa diumpamakan sebagai post-punk (think Talking Heads, The Fall, New Order, Public Image Ltd.). Tetap tersimak nyeni, tidak kelewat sintetik. Tidak sedingin komposisi, katakanlah, Gary Numan. See what I mean?

Cannes, Mix and Mismatch

Berikut saya sisipkan beberapa foto para The Beautiful People saat menghadiri festival film Cannes dari tahun ke tahun. Artikel ini dipinjam dari men.style.com (portal virtual untuk majalah pria Details & GQ). Menurut men.style.com festival film Cannes tak melulu tentang motion picture an sich, tapi juga tentang sang bintang beserta busananya…

Manic-ass Men Tempeh

Berikut adalah tulisan tentang Men Tempeh yang tadinya hendak saya sertakan di Bali A to Z part 3. Cuman karena projek tulisan itu (sudah mulai ditulis sejak pertengahan 2007) masih tertunda hingga detik ini, biar gak basi, salah satu topik bahasannya, Men Tempeh, tak share aja dah. Mind you, saat tulisan ini dibuat, Men Tempeh sedang dalam transisi dari sekadar “warung makan” (pretty much uncivilized) naik pangkat menjadi “restoran” (civilized, most likely). Sekarang sih Men Tempeh sudah lumayan flashy (should I say, tackily flashy? Ada gak bahasa Inggris seperti itu? Hiks).

Yeah, it’s still a bit tacky. Tapi persetanlah, yang penting makanannya—meniru gaya Enny Arrow—enaakhsss

Mullet Mania

Masih ingat MacGyver?

Oh bukan, saya sedang tak bicara aktingnya (yang garing). Tapi saya ngomong soal gaya rambutnya. Gaya rambut MacGyver yang pendek di depan, atas, dan samping namun panjang di belakang punya istilah khusus: Mullet. Dan kerap ditimpali dengan dengan kelakar lanjutan semacam, “Business in the front, party in the back” (deskripsi yang jitu, eh?)

Sampul Album Cadas Monumental: APPETITE FOR DESTRUCTION

Robert Williams, alumni Los Angeles City College sekaligus pendiri majalah Juxtapoz, berkilasbalik bahwa kontaknya dengan Axl Rose & co. pertama kali terjadi pada 1987. Robert, kala itu masih berusia 44 tahun, dihubungi oleh penerbitnya yang bilang bahwa sebuah grup band hard rock bernama Guns N’ Roses tertarik memasang salah satu gambar kartun dari buku kumpulan karyanya yang diterbitkan pada 1979, The Lowbrow Art of Robert Williams. Khususnya satu bagian dari seri Super Cartoons yang bertitel Appetite for Destruction.

Rima Bebas PKS: Vodka, Warsawa, Stolichnaya

Sehubungan dengan mikol (akronim dari “minuman beralkohol”—lebih beradab dikit dari “miras/minuman keras”, mind you), sejujurnya saya bingung harus mendiskreditkan si Bapak Dirjen Bea Cukai, Anwar Suprijadi, atau gimana. Manuver bersih-bersih beliau terhadap jajarannya memang lumayan ampuh menekan tingkat pat-gulipat, efektif mengurangi korupsi yang telah amat kronis merasuki departemennya. Namun di sisi lain saya—dan pasti juga sejawat penggemar mikol sekalian—jadi kelimpungan banget karena gerak berantas KKN tersebut merembet kepada minimnya ketersediaan booze di pasaran.

Jangankan bermimpi mengkonsumsi Jim Beam Black—apalagi edisi khusus Jim Beam yang lain yang juga yum yum: Jacob Beam—bisa dapet wiski yang standar aja macem Red Label, wih, di Bali tuh susah banget. Kalopun ada, duh gusti, harganya udah anjing melambung. Sempat melangit hingga Rp 500 ribu, kemudian nyungsep lagi ke Rp 350 ribuan. Itu aja masih mahal sebab biasanya sekitar Rp 135 ribuan. Gokil.

Rock the Nation: The Introduction – Week 3

This is the second and third edition of The Block Rockin’ Beats, presenting songs from the likes of Van Halen, Sepultura, Krokus, Saxon, Raven, Judas Priest, Fu Manchu, Sonic Youth, EPMD, Happy Mondays, Big Bad Voodoo Daddy, etc. Also kickass videos by Seringai, Wu-Tang Clan, and Ratt.

Scroll to Top