The Hydrant: Pump Up The Pompadour

Ikhwan dan akhwat pasti sudah mahfum bahwa gaya rambut personel The Hydrant—menyisir rambut ke belakang dengan dibubuhi minyak rambut berlebih serta cambang melintang—punya istilah khusus: Pompadour.
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print
BRIAN SETZER. Foto: Museo LoPiù.

Ikhwan dan akhwat pasti sudah mahfum bahwa gaya rambut personel The Hydrant—menyisir rambut ke belakang dengan dibubuhi minyak rambut berlebih serta cambang melintang—punya istilah khusus: Pompadour.

Gaya sedemikian rupa memang menjadi semacam identitas khas para pelaku skena Rockabilly. Dua sosok paling terhormatnya, Elvis Presley serta Stray Cats, tegas mengakrabi Pompadour.

ELVIS PRESLEY. Foto: Discover Los Angeles.

Sebutan berbau borjuis itu memang berasal dari Prancis, dicomot dari wanita penari merangkap penyanyi terhormat bernama Madame de Pompadour. Tren rambut ini sendiri mulai populer di tahun 50-an. Biduan seperti Elvis Presley, Jerry Lee Lewis, Johnny Cash, Buddy Holly, Little Richard serta aktor macam Marlon Brando dan James Dean adalah figur-figur penting penganut model rambut yang sering disebut juga sebagai “pomp” ini.

THE HYDRANT. Foto: Erick Est.
MORRISSEY. Foto: Evening Standard.

Konsep penataan rambutnya sendiri adalah dengan menyisir rambut bagian pinggir dan depan sepenuhnya ke belakang menggunakan pomade/minyak rambut, lalu bagian depan agak ditarik kembali ke depan agar terbentuk jambul yang menjulang. Bagi rambut ikal, bagian depan rambut ditarik sedikit agar muncul aksen keriwil. Sebagian orang menerapkan gaya ini pada rambut yang lebih pendek yaitu model Flattop dipadukan dengan pomp yang menghasilkan apa yang dikenal dengan Quiff. Kontingen seniman ber-Quiff antara lain Morrissey, Joe Strummer (The Clash), Martin Fry (ABC), John Travolta—berakting sebagai Danny Zuko—di film Grease, dsb.

JOHN TRAVOLTA. Foto: Grease.
KIM NEKROMAN. Foto: Pinterest.

Sementara itu di ranah Psychobilly gaya rambut ini diimprovisasikan lebih radikal, dengan fondasi punk rock duhai kuat: gaya mohawk ditabrakkan dengan quiff yang melahirkan Psychobilly Wedge alias Vamp Ramp. Kim Nekroman (Nekromantix) mempraktikkan gaya ini.

Dalam perkembangannya, selain artis Rockabilly beserta subgenrenya, gaya ini malah dipakai pula oleh anggota gangster Yakuza di Jepang, dengan improv nan menarik.

Gaya Yakuza. Foto: fremode.com

Akhwat menjelajahi Pompadour? Ada juga. Simak foto Jennifer Lopez.

JENNIFER LOPEZ. Foto: Style Caster.
Marshello di Viva Las Vegas, 2016. Foto: Budy Artayasa.
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print
Rudolf Dethu

Rudolf Dethu

Music journalist, writer, radio DJ, socio-political activist, creative industry leader, and a qualified librarian, Rudolf Dethu is heavily under the influence of the punk rock philosophy. Often tagged as this country’s version of Malcolm McLaren—or as Rolling Stone Indonesia put it ‘the grand master of music propaganda’—a name based on his successes when managing Bali’s two favourite bands, Superman Is Dead and Navicula, both who have become two of the nation’s biggest rock bands.
Rudolf Dethu

Rudolf Dethu

Music journalist, writer, radio DJ, socio-political activist, creative industry leader, and a qualified librarian, Rudolf Dethu is heavily under the influence of the punk rock philosophy. Often tagged as this country’s version of Malcolm McLaren—or as Rolling Stone Indonesia put it ‘the grand master of music propaganda’—a name based on his successes when managing Bali’s two favourite bands, Superman Is Dead and Navicula, both who have become two of the nation’s biggest rock bands.

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of
Scroll to Top