Munir, Marsinah, Udin, atau Wiji Thukul adalah nama-nama aktivis yang berjuang di jalur non-kekerasan. Semuanya mati atau hilang dan kasusnya gelap meski rezim berganti. Jadi pendidikan karakter kita sebagai bangsa memang kekerasan. Hanya jalan kekerasan yang diyakini bisa mengubah keadaan atau mendapatkan posisi tawar politik yang lebih baik.
Entah kini, cap jempol darah, Pasukan Berani Mati, atau Pam Swakarsa. Kita memanen apa yang kita tanam.

About
A music journalist, writer, radio presenter, vinyl DJ, socio-political activist, creative industry leader, band manager, and library diploma holder heavily draws inspiration from punk rock philosophy. Often tagged as the Indonesian version of Malcolm McLaren—or, as Rolling Stone Indonesia put it, the grand master of music propaganda—he is perhaps best known for previously managing Bali’s two biggest bands, Superman Is Dead and Navicula, who have gone on to become two of the nation’s biggest rock bands. The band he now manages is The Hydrant, the pioneer of rockabilly in Indonesia.































