Tonite! Bhinneka Tunggal Rocka!

Upcoming Rock-n-Roll Exhibition: FIRMAN PRASETYO Bhinneka Tunggal Rocka :: Playlist & notes, handpicked & written by Firman Himself :: Saya adalah seorang anak tunggal. Orang bilang jadi anak tunggal itu selalu dimanja dan enak. Enak matamu kuwi. Well, fuck me. Saya tidak pernah dimanja di rumah. Tapi untuk urusan musik, saya mendapat kehormatan layaknya raja. Ada satu pesawat televisi dan satu perangkat pemutar kaset di ruang tengah rumah saya. Yang satu dipake simbok buat nonton sinetron, satu lagi murni otoritas almarhumah Mamah. Beliau membiarkan radio menyala hampir setiap saat. Hanya berhenti ketika waktu tidur tiba, rumah kosong ditinggal bepergian, rusak atau mati lampu. Dari situlah semua racun bernama musik ini menyebar dan akut menginfeksi. Lazimnya tiap bocah lelaki yang beranjak dewasa dan belajar memberontak (dulu, alay itu dikenal dengan nama ABG), saya mulai kenal musik Rock dengan puluhan anak cabangnya. Saya juga mulai bergaul dengan preman kampung dan jagoan di sekolah. Mendengarkan musik cadas sambil begajulan. Keliatan keren kan cyiiin? Waktu berlalu. Referensi musikal datang silih berganti. Trend datang dan pergi. Setiap genre diuji dengar. Semua aliran rakus dilahap. Aduk racik jadi satu masuk kuping. Bhinneka Tunggal Rocka, berbeda-beda tapi larinya ke Rock juga. Hingga akhirnya semua itu sempat membawa saya duduk di kursi music director di sebuah radio di kota Solo. Instansi dimana saya bebas menyusun playlist harian untuk memprovokasi agar pendengar sejenak terdistraksi dari Anang â€" Syahrini dan kembali mendengarkan Morrissey. Dasar penyusunan playlist ini adalah, percaya atau tidak, hanya berdasarkan mood dengan bahan yg diambil dari folder lagu-lagu favorit sepanjang masa. Karena untuk meringkas semua lagu-lagu favorit dan bersejarah hanya ke dalam 120 menit adalah hil yang mustahal, meminjam slogan Asmuni. Jadi, selamat menikmati, cuk.
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

Tonite! Wednesday, April 28, 2010; 8 – 10 PM

Upcoming Rock-n-Roll Exhibition: FIRMAN PRASETYO
Bhinneka Tunggal Rocka

:: Playlist & notes, handpicked & written by Firman Himself ::



Saya adalah seorang anak tunggal.

Orang bilang jadi anak tunggal itu selalu dimanja dan enak. Enak matamu kuwi. Well, fuck me. Saya tidak pernah dimanja di rumah. Tapi untuk urusan musik, saya mendapat kehormatan layaknya raja. Ada satu pesawat televisi dan satu perangkat pemutar kaset di ruang tengah rumah saya. Yang satu dipake simbok buat nonton sinetron, satu lagi murni otoritas almarhumah Mamah. Beliau membiarkan radio menyala hampir setiap saat. Hanya berhenti ketika waktu tidur tiba, rumah kosong ditinggal bepergian, rusak atau mati lampu. Dari situlah semua racun bernama musik ini menyebar dan akut menginfeksi.
Lazimnya tiap bocah lelaki yang beranjak dewasa dan belajar memberontak (dulu, alay itu dikenal dengan nama ABG), saya mulai kenal musik Rock dengan puluhan anak cabangnya. Saya juga mulai bergaul dengan preman kampung dan jagoan di sekolah. Mendengarkan musik cadas sambil begajulan. Keliatan keren kan cyiiin?

Waktu berlalu. Referensi musikal datang silih berganti. Trend datang dan pergi. Setiap genre diuji dengar. Semua aliran rakus dilahap. Aduk racik jadi satu masuk kuping. Bhinneka Tunggal Rocka, berbeda-beda tapi larinya ke Rock juga.
Hingga akhirnya semua itu sempat membawa saya duduk di kursi music director di sebuah radio di kota Solo. Instansi dimana saya bebas menyusun playlist harian untuk memprovokasi agar pendengar sejenak terdistraksi dari Anang – Syahrini dan kembali mendengarkan Morrissey. Dasar penyusunan playlist ini adalah, percaya atau tidak, hanya berdasarkan mood dengan bahan yg diambil dari folder lagu-lagu favorit sepanjang masa. Karena untuk meringkas semua lagu-lagu favorit dan bersejarah hanya ke dalam 120 menit adalah hil yang mustahal, meminjam slogan Asmuni.
Jadi, selamat menikmati, cuk.

The Playlist:
01. Dick Dale – Misirlou
02. The Prodigy – Breathe
03. Beastie Boys – Fight For Your Right
04. Gorillaz – Clint Eastwood
05. Risky Summerbee & The Honeythief – Slap And Kiss
06. Tupac Shakur – Dear Mama
07. PAS – Impresi
08. New Order – Blue Monday
09. Flowers – Tolong, Bu Dokter
10. Frou Frou – Breathe In
11. Jamiroquai – Fallin’
12. Mazzy Star – Fade Into You
13. Guns N Roses – You’re Crazy
14. Motley Crue – Don’t Go Away Mad (Just Go Away)
15. Nirvana – Love Buzz
16. House Of Pain – Jump Around
17. Metallica – Seek & Destroy
18. Snoop Doggy Dogg – Gin And Juice
19. Feist – One Evening
20. Carla Bruni – Quelqu’un ma’ Dit
21. Supergrass – Pumpin On Your Stereo
22. The Bronx – Heart Attack American
23. Mastodon – Blood & Thunder
24. Badly Drawn Boy – Disillusion
25. Dave Grohl & Louise Post – Touch
26. Social Distortion – Angel’s Wings
27. Plastik – Seperti
28. Komunal – Budaya Purba
29. Cypress Hill – Tequila Sunrise
30. Seringai – Kilometer Terakhir
31. Johnny Cash – Hurt
32. Foo Fighters – Everlong

Roars, Rants, & Raves, coming soon!

___________________

The Block Rockin’ Beats
Every Wednesday, 8 – 10 PM
The Beat Radio Plus – Bali, 98.5 FM

120 minutes of cock-melting tunes.
No bullcrap.
Zero horse shit.
Rad-ass rebel without a pause.

Shut up and slamdance!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print
Rudolf Dethu

Rudolf Dethu

Music journalist, writer, radio DJ, socio-political activist, creative industry leader, and a qualified librarian, Rudolf Dethu is heavily under the influence of the punk rock philosophy. Often tagged as this country’s version of Malcolm McLaren—or as Rolling Stone Indonesia put it ‘the grand master of music propaganda’—a name based on his successes when managing Bali’s two favourite bands, Superman Is Dead and Navicula, both who have become two of the nation’s biggest rock bands.
Rudolf Dethu

Rudolf Dethu

Music journalist, writer, radio DJ, socio-political activist, creative industry leader, and a qualified librarian, Rudolf Dethu is heavily under the influence of the punk rock philosophy. Often tagged as this country’s version of Malcolm McLaren—or as Rolling Stone Indonesia put it ‘the grand master of music propaganda’—a name based on his successes when managing Bali’s two favourite bands, Superman Is Dead and Navicula, both who have become two of the nation’s biggest rock bands.

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of
Dedi Kristian
Guest
Dedi Kristian

Hmmhh.. bicara MD, kursi Music Director buat saya adalah penetral, sekaligus pelampiasan ego. Penetral karena mengikis sikap sinis thd industri, pelampiasan karena bisa memperalat satu frekuensi seperti jukebox sendiri, dan memaksa penyiar untuk memainkannya, dan pendengar untuk mendengarnya 🙂
Respect to Firman, & Dethu..!

JOHN RIVAL MIKE
Guest
JOHN RIVAL MIKE

CATAN ANDA MEMANG SELAU . . SEGAR,MENARIX UNTUK SAYA SIMAK . .THX BLI UNTUK CATATN NA HARI INI

abizmal
Guest
abizmal

“Jadi, selamat menikmati, cuk.” ==> iyo podo2 cuk!!!

Scroll to Top