ForBALI di Greaser Party, Jak; dan Aksi 8-9 April, Dps

Bagi kawan-kawan yang berdomisili di Jakarta yang bersimpati dengan gerakan kami, Bali Tolak Reklamasi, mulai hari ini hingga Minggu malam, 10-12 April 2015
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

Bagi kawan-kawan yang berdomisili di Jakarta yang bersimpati dengan gerakan kami, Bali Tolak Reklamasi, mulai hari ini hingga Minggu malam, 10-12 April 2015, anda bisa mendapatkan rupa-rupa merchandise di gerai ForBALI—Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi—di acara Indonesia Greaser Party (IGP) di Plaza Barat Senayan.

Gerai ForBALI di Indonesia Greaser Party, Plaza Barat Senayan, sudah siap menyambut kawan-kawan seperjuangan!
Gerai ForBALI (Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi) di Indonesia Greaser Party, Plaza Barat Senayan, sudah siap menyambut kawan-kawan seperjuangan!
Serbaneka merchandise yang tersedia dari ForBALI.
Serbaneka merchandise yang tersedia dari ForBALI.
Serbaneka merchandise yang tersedia dari ForBALI.
Serbaneka merchandise yang tersedia dari ForBALI.
E-flyer acara Indonesia Greaser Party. Terima kasih atas dukungannya!
E-flyer acara IGP. Terima kasih atas dukungannya!

Kebetulan panitia IGP telah berbaik hati kepada kami dan menghibahkan gerai gratis. Perlu diketahui, gerakan kami adalah gerakan independen, mandiri, bebas merdeka, bisa bernafas panjang berjuang semata dari kebaikan hati anggota serta dukungan material-moral dari pihak luar.

Terima kasih banyak kawan-kawan yang begitu tulus membantu kami. Ya, kami takkan pernah mau berunding dengan maling yang hendak menjarah tanah tercinta kami!

Foto-foto aksi turun ke jalan/parade budaya, Rabu, 8 April 2015

Sebelum mulai aksi turun ke jalan, berbaris rapi dulu lalu meneriakkan perlawanan.
Sebelum mulai aksi turun ke jalan, berbaris rapi dulu lalu meneriakkan perlawanan.
Para wanita pekerja yang bertukar jadwal dengan rekannya agar bisa ikut turun ke jalan menunjukkan dukungannya pada gerakan Bali Tolak Reklamasi.
Para wanita pekerja yang bertukar jadwal dengan rekannya agar bisa ikut turun ke jalan menunjukkan dukungannya pada gerakan Bali Tolak Reklamasi.
Ratusan massa menggeruduk kantor Gubernur Bali.
Ratusan massa menggeruduk kantor Gubernur Bali.
Para seniman grafis, arsitek, musisi, mahasiswa, tua-muda antusias turun ke jalan.
Para seniman grafis, arsitek, musisi, mahasiswa, tua-muda antusias turun ke jalan.
Fight the power!
Fight the power!
Pemandangan di depan kantor Gubernur Bali, sumber segala ide jahat reklamasi Teluk Benoa.
Pemandangan di depan kantor Gubernur Bali, sumber segala ide jahat reklamasi Teluk Benoa.
Para musisi berdendang menyerukan perlawanan di depan kantor Gubernur Bali.
Para musisi berdendang menyerukan perlawanan di depan kantor Gubernur Bali.

Foto-foto aksi lanjutan, Kamis, 9 April 2015

Baliho-baliho tolak reklamasi telah diberangus orang-orang tak bertanggungjawab. Tapi kawan-kawan berhasil menyelinap dan menghadang rombongan Jokowi, membentangkan poster Bali Tolak Reklamasi - Batalkan Perpres No. 51 Th. 2014.
Baliho-baliho tolak reklamasi telah diberangus orang-orang tak bertanggungjawab. Tapi kawan-kawan berhasil menyelinap dan menghadang rombongan Jokowi, membentangkan poster Bali Tolak Reklamasi – Batalkan Perpres No. 51 Th. 2014.
Kawan-kawan menyerbu lewat laut.
Kawan-kawan menyerbu lewat laut.
Bendera penolakan dibentangkan di seberang hotel Grand Bali Beach, tempat kongres PDI-P dan Jokowi bercokol.
Bendera penolakan dibentangkan di seberang hotel Grand Bali Beach, tempat kongres PDI-P dan Jokowi bercokol.

‪#‎TolakReklamasiTelukBenoa‬
‪#‎TolakReklamasiBerkedokRevitalisasiTelukBenoa‬
‪#‎BatalkanPerpresNo51Th2014‬

__________________

Foto di halaman depan adalah milik Jelantik Aryana

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print
Rudolf Dethu

Rudolf Dethu

Music journalist, writer, radio DJ, socio-political activist, creative industry leader, and a qualified librarian, Rudolf Dethu is heavily under the influence of the punk rock philosophy. Often tagged as this country’s version of Malcolm McLaren—or as Rolling Stone Indonesia put it ‘the grand master of music propaganda’—a name based on his successes when managing Bali’s two favourite bands, Superman Is Dead and Navicula, both who have become two of the nation’s biggest rock bands.
Rudolf Dethu

Rudolf Dethu

Music journalist, writer, radio DJ, socio-political activist, creative industry leader, and a qualified librarian, Rudolf Dethu is heavily under the influence of the punk rock philosophy. Often tagged as this country’s version of Malcolm McLaren—or as Rolling Stone Indonesia put it ‘the grand master of music propaganda’—a name based on his successes when managing Bali’s two favourite bands, Superman Is Dead and Navicula, both who have become two of the nation’s biggest rock bands.

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of
Scroll to Top