Kartu Saracen Pintar

Selamat kepada Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta periode 2017-2022, Anies Baswedan serta Sandiaga Uno.

10 Argumen Kenapa Soeharto Tak Pantas Digelari Pahlawan Nasional

Tulisan berikut merupakan rangkuman ringkas dari artikel 10 Alasan Suharto Bukan Pahlawan Nasional yang dipublikasikan di berdikarionline.com. Saya improvisasi sedikit dengan menambahkan sepercik taburan opini pribadi di sana-sini.

10 Argumen Kenapa Suharto Tak Pantas Digelari Pahlawan Nasional:

1. Menjadi “operator” imperialis untuk gulingkan Soekarno.
Harto menggunakan dalih PKI dan hantu komunisme untuk menjungkalkan Soekarno.

2. Menghamba pada kapitalisme global.
Freeport, salah satunya, masuk dan mengisap habis Bumi Pertiwi akibat kemudahan dari Harto.

3. Pelanggar HAM berat.
Berkuasa selama 32 tahun — diktator! — nyaris tanpa hambatan karena apa? Harto melibas siapa pun yang menghalanginya. Petrus, DOM di Aceh, DOM di Papua, 27 Juli 1996, tragedi Trisakti. Harto adalah Eyang Genosida.

4. Memberangus demokrasi.
Kebebasan berserikat dan berkumpul ditindas. Kopkamtib dan Harmoko menjadi dua mesin pembunuh demokrasi bikinan Harto.

5. Melakukan depolitisasi.
Normalisasi Kehidupan Kampus. Mahasiswa dibungkam dibikin impoten gairah berpolitik. Parpol cuma boleh tiga — dan semuanya cuma boneka.

6. Terlibat KKN.
Harto merampok uang rakyat lewat beragam yayasan seperti Yayasan Supersemar, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, dsb. Itu si Tommy dan saudara-saudranya petantang-petenteng berlagak entrepreneur apa karena mereka pintar berwira usaha? Bukan. Itu karena bapaknya Raja Maling.

MBB Working for Colorful Indonesia

Perhaps the advent of social media opinion-purging makes a case feel more widespread than it is, but fundamentalism and proudly unadulterated discrimination seems to have done nothing but grow over the years.

Ngabuburit & Akustikan: Peluncuran Situs Web MBB

Acara peluncuran situs web forum pluralisme MBB — Muda Berbuat Bertanggung Jawab, forumMBB.org, sukses digelar pada Kamis silam, 25 Juni 2015, di Rumah Sanur – Creative Hub, Denpasar, Bali.

Reklamasi Vs Revitalisasi: Eufeisme Tipu-Tipu

Warga Pulau Bali, belakangan lekat sekali mendengar istilah reklamasi dan revitalisasi. Kata reklamasi diakrabi lebih awal sejak isu reklamasi terhadap Teluk Benoa berhembus medio 2012.

Vive Le Banksy, Je Suis Charlie

Saya sering mendadak bingung—sehingga membuat saya segera meremas testikel sendiri—ketika, contoh paling aktual

Muara Senja 2

Jumat, 25 April 2014, ini saya diundang berpartisipasi dalam acara musik & diskusi, Muara Senja 2.

Follow Instagram

Scroll to Top