WEAR A MASK OR GO TO JAIL
In an effort to curb the spread of Spanish Flu in 1918, some states in the US quarantined citizens; others made the wearing of face masks mandatory, at the same time as shutting down “all places of amusement”. According to a law passed in San Francisco in October of that year, on the day that state-wide infections passed 50,000, anyone seen not wearing a gauze face covering was subject to fines that ranged from $5 to $100 and the possibility of 10 days’ imprisonment.
Read
ANNA CALVI: ALPHA
Totally fell in love with the British goth-rock guitar virtuoso: Anna Calvi. She’s been noted also for her powerful, wide-ranging operatic contralto voice and sometimes androgynous stage appearance. Her accolades include three Mercury prize nominations, one Brit Award nomination, and a European Border Breakers Award.
READ
POHON TUA CREATORIUM: REGENERASI MAKSIMUM
Keberadaan Dadang Pranoto menjadi kian penting di skena Bali khususnya serta Nusantara umumnya pada hari ini. Manuvernya membangun label rekaman Pohon Tua Creatorium terbukti telah sangat membantu mendongkrak harkat musik Bali di kancah nasional. Padahal labelnya belum lama berdiri. Dua entitas yang ia bina misalnya, Nosstress dan Made Mawut, melambung gila ketenarannya sejak dibidaninya.
READ
GEMPITA ROCKABILLY NUSANTARA: SEJARAH, EVOLUSI & GEMAH RIPAH
Napak tilas lahir dan tumbuh kembangnya rockabilly di Indonesia. Bagaimana The Hydrant merevolusi skena serta mengubah citra musik bapak-bapak menjadi keren kekinian.
Read
Anugerah Musik Bali: Puncak Digdaya Skena Pulau Dewata
Bali kembali berulah, membuktikan diri sebagai sosok yang walau kecil namun begitu kuat sekaligus berbahaya.
Read
PROPAGANDA, MUSIK & AKTIVISME
Rudolf Dethu adalah sosok di balik panggung dalam kesuksesan band-band asal Bali. Mulai dari Superman Is Dead sampai The Hydrant merasakan tangan dinginnya.
Read
Previous
Next

The Day the Music Died

Pada 3 Februari 1959 terjadi sebuah kecelakaan pesawat terbang di sekitar Clear Lake, Iowa, Amerika Serikat. Musibah tragis itu merenggut nyawa tiga musisi terkenal di era tersebut yaitu Buddy Holly, Ritchie Valens serta J.P. Richardson a.k.a The Big Bopper. Bisa jadi karena 3 artis yang mempunyai nama besar tewas sekaligus secara bersamaan maka gelagat pesimistik langsung menyeruak di banyak orang seolah serentak menyimpulkannya sebagai: the day the music died.

Sampul Album Rock Bersejarah: Beken Tapi Butut

Berikut adalah daftar sekelompok kecil album yang dalam konteks musikal berkualitas fenomenal, single-nya meraih popularitas menjulang, tapi sampul depannya duh-gusti ultra garing.

Beken sih, keren sih, cuman artwork-nya butut. Gimana dong?

Rock-n-Roll Exhibition: ADIB HIDAYAT

Edition: October 21, 2009

Rock-n-Roll Exhibition: ADIB HIDAYAT
ACRI ~ Aku Cinta Rock Indopahit

:: Playlist, song descriptions, and photos, written and handpicked by Adib Himself ::

Pompadour d’Amour

Jika belakangan ini anda berkunjung ke Bali anda pasti akan cukup sering berpapasan dengan anak muda yang menyisir klimis rambutnya, pekat mengingatkan pada gaya rambut Elvis Presley atau para personel Stray Cats, atau konseptor Social Distortion, Mike Ness. Tahukah anda bahwa gaya rambut—yang juga sempat dipakai sebagai identitas khas oleh The Changcuters—itu memiliki sebutan spesifik bertajuk Pompadour?

Rock-n-Roll Exhibition: ARIAN 13

Edition: October 14, 2009

Rock-n-Roll Exhibition: ARIAN 13
Rose Clouds of Holocaust

:: Playlist, intro, song descriptions, and most photos, written and handpicked by Arian Himself ::

Blitz Megaplex a.k.a. Aku Cinta Jakarta

Kebetulan tidak jauh dari tempat saya biasa numpang tinggal di Jakarta, di Kebayoran Baru, belum lama ini dibuka mal baru kelas premium, Pacific Place. Nah, di lantai 6 (atau 7?) terdapat jaringan bioskop rivalnya kelompok Cineplex 21 bernama Blitz Megaplex yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Ananda Siregar, anak mantan gubernur Bank Indonesia Arifin Siregar.

Yang saya suka dari Blitz Megaplex di antaranya adalah konsep interiornya yang post-mo (well, saya sebenernya gak terlalu paham apa mazhab arsitektur tersebut tepat untuk menyebut gaya yang dianut blitzmegaplex, pokoknya modern minimalis, banyak bentuk kubus, dim lighting, aksen metal di beberapa sudut, sedikit futuristik). Seolah kita sedang berada di tempat berbeda, di megapolitan makmur mana gitu. Pokoknya kayak bukan di Jakarta. Sentuhan artistik millenium namun tetap relatif hangat. Masih cukup bernyawa. Kalo di musik mungkin bisa diumpamakan sebagai post-punk (think Talking Heads, The Fall, New Order, Public Image Ltd.). Tetap tersimak nyeni, tidak kelewat sintetik. Tidak sedingin komposisi, katakanlah, Gary Numan. See what I mean?

Cannes, Mix and Mismatch

Berikut saya sisipkan beberapa foto para The Beautiful People saat menghadiri festival film Cannes dari tahun ke tahun. Artikel ini dipinjam dari men.style.com (portal virtual untuk majalah pria Details & GQ). Menurut men.style.com festival film Cannes tak melulu tentang motion picture an sich, tapi juga tentang sang bintang beserta busananya…

Manic-ass Men Tempeh

Berikut adalah tulisan tentang Men Tempeh yang tadinya hendak saya sertakan di Bali A to Z part 3. Cuman karena projek tulisan itu (sudah mulai ditulis sejak pertengahan 2007) masih tertunda hingga detik ini, biar gak basi, salah satu topik bahasannya, Men Tempeh, tak share aja dah. Mind you, saat tulisan ini dibuat, Men Tempeh sedang dalam transisi dari sekadar “warung makan” (pretty much uncivilized) naik pangkat menjadi “restoran” (civilized, most likely). Sekarang sih Men Tempeh sudah lumayan flashy (should I say, tackily flashy? Ada gak bahasa Inggris seperti itu? Hiks).

Yeah, it’s still a bit tacky. Tapi persetanlah, yang penting makanannya—meniru gaya Enny Arrow—enaakhsss

Mullet Mania

Masih ingat MacGyver?

Oh bukan, saya sedang tak bicara aktingnya (yang garing). Tapi saya ngomong soal gaya rambutnya. Gaya rambut MacGyver yang pendek di depan, atas, dan samping namun panjang di belakang punya istilah khusus: Mullet. Dan kerap ditimpali dengan dengan kelakar lanjutan semacam, “Business in the front, party in the back” (deskripsi yang jitu, eh?)

Sampul Album Cadas Monumental: APPETITE FOR DESTRUCTION

Robert Williams, alumni Los Angeles City College sekaligus pendiri majalah Juxtapoz, berkilasbalik bahwa kontaknya dengan Axl Rose & co. pertama kali terjadi pada 1987. Robert, kala itu masih berusia 44 tahun, dihubungi oleh penerbitnya yang bilang bahwa sebuah grup band hard rock bernama Guns N’ Roses tertarik memasang salah satu gambar kartun dari buku kumpulan karyanya yang diterbitkan pada 1979, The Lowbrow Art of Robert Williams. Khususnya satu bagian dari seri Super Cartoons yang bertitel Appetite for Destruction.

  • Event Calendar
July

August 2020

September
MO
TU
WE
TH
FR
SA
SU
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
Events for August

1

No Events
Events for August

2

No Events
Events for August

3

No Events
Events for August

4

No Events
Events for August

5

No Events
Events for August

6

No Events
Events for August

7

No Events
Events for August

8

No Events
Events for August

9

No Events
Events for August

10

No Events
Events for August

11

No Events
Events for August

12

No Events
Events for August

13

No Events
Events for August

14

No Events
Events for August

15

No Events
Events for August

16

No Events
Events for August

17

No Events
Events for August

18

No Events
Events for August

19

No Events
Events for August

20

No Events
Events for August

21

No Events
Events for August

22

No Events
Events for August

23

No Events
Events for August

24

No Events
Events for August

25

No Events
Events for August

26

No Events
Events for August

27

No Events
Events for August

28

No Events
Events for August

29

No Events
Events for August

30

No Events
Events for August

31

No Events
Scroll to Top