RUDOLF DETHU

ROARS. RANTS. RAVES. RIGID. REBEL. ROCK-N-ROLL

Protected: CAIPIRINHA GROOVE

There is no excerpt because this is a protected post.


Domestic Groove: EDY KHEMOD

DOMESTIC GROOVE ~ Celeb’s Chosen Nine tadinya adalah kolom khusus dwi-bulanan saya di majalah The Beat (Jakarta). Kini saya alihkan dan muat secara eksklusif di blog saya.

Kolom ini pada dasarnya adalah sebuah wawancara lewat surat elektronik yang mengupas sosok tenar lokal secara intim, hangat, domestik.

Untuk edisi ke-57 ini saya menelisik akrab sisi pribadi Edy Khemod.


Bersenang-senang Malam Ini di Kobiku & RPM Wall of Fame!

Setelah pesta penerbitan buku yang pertama dua hari lalu pada Selasa, 18 Agustus 2015, kemeriahan perilisan biografi Superman Is Dead masih terus berlanjut.

Jika sebelumnya di ajang Punk Rock Boat lebih bersifat terbatas serta berbayar, maka yang ke berikutnya, KOBIKU • Kongkow-kongkow Bicara Buku, terbuka untuk umum serta gratis. Siapa suka boleh ikut.

Di edisi perdana KOBIKU Rasis! Pengkhianat! Miskin Moral! (RPM) bersama Rudolf Dethu dan Superman Is Dead ini, selain ngobrol intim dan nyaris tanpa jarak dengan saya sebagai penulis buku bersama Bob, Eka, JRX; juga masih tersedia biografi SID edisi eksklusif yang masing-masing dibubuhi nomer berlainan. Pun bakal ada kaos edisi khusus RPM (seperti yang dikenakan personel SID di foto) yang bisa dibeli untuk koleksi.

Setelah sesi bincang-bincang, acara dilanjutkan dengan menyimak lagu-lagu cadas klasik yang akan digeber oleh DJ Jon Krebek alias Jon Eka Rock. Oh, jangan pula lupa riang ria berfoto di depan RPM Hall of Fame. Bergaya sesukanya dan menjadi merdeka, menolak tunduk pada unggah-ungguh usang dan mengekang!


Rumah Sanur & Martin East Present: Live Recording

Mulai malam ini, kami dari Rumah Sanur bersama dengan Martin East hendak memperkenalkan sebuah pagelaran musik dengan konsep berbeda: live recording.

Idenya adalah mempertunjukkan sebuah band bermutu baik — di panggung eksotik di atas air di Rumah Sanur — menghadirkan penggemar band tersebut serta publik umum untuk pasokan energi tambahan, warmer vibes. Lalu setelahnya direkam secara langsung oleh Martin East, karib kami yang ultra piawai mengurusi tata suara.

Rekaman langsung tersebut juga bakal ditambahi videografi. Segala dinamika yang terjadi — tak cuma sisi musikal — dengan peralatan yang ringkas tapi efektif, akan coba didokumentasikan dengan apik.

Semua tadi rencananya akan dimasukkan ke sebuah CD/DVD lalu didistribusikan kepada khalayak luas.

Ke depannya, acara live recording ini akan disiarkan langsung (streaming) lewat Rebel Radio Indonesia yang sedang dalam proses berintegrasi menjadi famili Rumah Sanur.

Sebagai projek percontohan pertama live recording ini, Rumah Sanur mengajak trio bertalenta cemerlang: NOSSTRESS.

Mari beri semangat kepada kreasi-kreasi berkesenian baru dan berani serta mulai memuliakan para musisi berdikari!


Denpasar Film Festival – Spesial Hari Merdeka

Malam ini saya akan memandu diskusi bersama Project 88, para fotografer yang tengah berpameran di Rumah Sanur – Creative Hub:
• Syafi’udin Vifick
• Anggara Mahendra
• Johannes P. Christo
• Prima Wardani

Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Denpasar Film Festival (DFF) – Edisi Hari Merdeka, hari ini – hari #05, Senin, 17 Agustus 2015.

Selengkapnya:
19:00 – 20:00: Diskusi fotografi; Narasumber: Project 88 (Anggara Mahendra , Jeje Prima Wardani , Vifick Bolang dan Johanes P. Christo)
Moderator: Rudolf Dethu
20:05 – 20:30: Putar film Long Saan, Sutradara: Erick Est
20:30 – 21:00: Live Performance Robi Navicula

Gratis. Terbuka untuk umum.

Rumah Sanur – Creative Hub
Jl. Danau Poso no. 51A
Sanur – Denpasar


The Books Have Arrived! Are You Ready to Partay?

Kemarin, jelang sepekan sebelum acara peluncuran resmi buku RASIS! PENGKHIANAT! MISKIN MORAL! (RPM), telah beres dicetak, tiba di pangkuan penerbit — CV Kuat Kita Bersinar (Superman Is Dead), dan siap diedarkan mulai…—nanti dikabari ya.

Seperti telah diumumkan sebelumnya, bakal diadakan tiga kali pesta dalam rangka menyambut terbitnya buku serta dirgahayu Superman Is Dead yang ke-20.

Yang pertama pada 18 Agustus 2015 bertajuk PUNK ROCK BOAT – let’s sail ‘n read!.

Yang kedua, KOBIKU (Kongkow-kongkow Bicara Buku), pada 20 Agustus.

Yang ketiga—sementara ini masih tentatif, sedang difinalisasi konsepnya.

PUNK ROCK BOAT akan diadakan di atas kapal pesiar Quicksilver dengan mengundang pers lokal dan nasional, undangan khusus serta publik. Sambil menonton SID tampil akustik hadirin bakal diajak berkeliling di sekitar Teluk Benoa. Ini memang disengaja, untuk mengingatkan serta memperlihatkan bahwa di tempat itulah rencana jahat reklamasi hendak dipaksakan oleh pengusaha yang dibekingi penguasa.

KOBIKU konsepnya lebih rileks: ngobrol santai dan dekat dengan saya serta trio SID di Rumah Sanur – Creative Hub yang akan ditutup dengan aksi nge-DJ oleh Jon Eka Rock alias DJ Jon Krebek.

Khusus untuk pembeli tiket PUNK ROCK BOAT akan mendapatkan buku edisi terbatas yang masing-masing diberi nomor khusus, dari 1 hingga 200. Selain itu telah dibubuhi tanda tangan oleh masing-masing personel Superman Is Dead.

Bagi yang berminat mendapatkan tiket sekaligus buku edisi terbatasnya silakan klik di sini.

So are you ready to partay?!


Kumpul dan Ide Segar Coworking Space

Beberapa pekan silam saya banyak menghabiskan waktu di Bali, hampir 1,5 bulan. Selain dalam rangka menyeleseaikan biografi Superman Is Dead serta beberapa projek lain, alasan lain saya betah di Pulau Dewata adalah sehubungan dengan keberadaan Kumpul Coworking Space.

Sejatinya bisa saja saya bekerja dari Jakarta, dari rumah, dari kantor kecil saya yang berpemandangan kebun nan asri. Tapi saya terlanjur jatuh hati dan nyaman bekerja dari Kumpul yang berlokasi di Sanur, Denpasar, dan merupakan bagian dari Rumah Sanur – Creative Hub. Saya kesengsem dengan konsep coworking space yang bagi saya sanggup mengakomodasi kebutuhan freelancer macam saya. Sebab bekerja dari rumah kadang tumbuh perasaan terisolasi dari lingkup sosial, sulit menerapkan disiplin pada diri sendiri (susah memulai mengerjakan sesuatu, kelamaan Facebookan), belum lagi distraksi lain yang begitu kuat (3 kucing saya terlalu lucuk untuk tidak terus-terusan dipeluk sepanjang hari!). Sementara bekerja dari gerai kopi semacam Starbucks sering suasananya kurang mendukung—terlalu bising dan kendala internet mencret.

Di coworking space semacam Kumpul saya, kita, bisa bekerja dalam suasana tenang dan nyaman. Pula dengan kepastian kecepatan internet (baca: alat vital) yang tidak impoten, solid, stabil, ngaceng terus. Kian menarik, saya, kita juga terbawa suasana kreatif, ingin terus menghasilkan sesuatu yang segar, sebab didukung oleh sekitar yang dimeriahkan oleh para orang-orang/freelancers dengan beragam projek menarik. Bekerja tetap bisa sendirian, tapi bukan kesepian. Alone but not lonely.


Domestic Groove: REBECCA THEODORA

DOMESTIC GROOVE ~ Celeb’s Chosen Nine tadinya adalah kolom khusus dwi-bulanan saya di majalah The Beat (Jakarta). Kini saya alihkan dan muat secara eksklusif di blog saya.

Kolom ini pada dasarnya adalah sebuah wawancara lewat surat elektronik yang mengupas sosok tenar lokal secara intim, hangat, domestik.

Untuk edisi ke-56 ini saya menelisik akrab sisi pribadi Rebecca Theodora.


Dapatkan Gratis Biografi SID di Punk Rock Boat!

Dapatkan buku ini secara gratis dengan membeli tiket #SIDpunkrockboat (buku BELUM kami jual secara on line).

Untuk pemesanan tiket hanya dapat dilakukan on line melalui email dengan mengisi form dibawah ini:

PUNK ROCK BOAT TICKET
NAMA (sesuai ID KTP/Kartu Pelajar):
Nomor ID KTP/Kartu Pelajar:
Tempat, tanggal lahir:
Nomor hand phone:
Nama pemilik rekening untuk melakukan transfer:

Lalu kirim ke email limited@supermanisdead.net

Keterangan :
– Acara ini hanya untuk umur 12 tahun ke atas
– 1 identitas hanya dapat membeli 1 tiket saja
– Jangan melakukan transfer apabila belum mendapat nomor antrian tiket
– Hanya tersedia 200 tiket yang akan mendapat buku cetakan pertama yang dibubuhi tanda tangan Bobby Kool, Jon Eka Rock, JRX.
– Kami tidak menjual tiket On The Spot


PESTA PELUNCURAN BIOGRAFI SUPERMAN IS DEAD

Superman Is Dead barangkali telah pantas digelari sebagai legenda hidup.

20 tahun sudah Bobby Kool, Jon Eka Rock, JRX, berkiprah di blantika musik Indonesia. Memulai karir profesional dengan ditonton hanya tiga orang (termasuk manajernya) hingga kini memiliki jutaan penggemar militan. Belakangan, trio asal Bali ini meraih hormat menjulang karena berada di garis depan—bukan sekadar simpatisan—dalam membela alam Bali, menolak keras rencana reklamasi Teluk Benoa.

Semua pencapaian dan kisah perjalanan yang mengesankan tersebut nyatanya belum terpublikasikan dengan baik, runut, apalagi komperehensif. Hanya sebagian termunculkan, terutama momen-momen beberapa tahun terakhir. Masih berjubel kisah yang tercecer. Kejadian-kejadian menarik di masa silam pun hampir lapuk terkubur menjadi misteri.


designed by: Saylow