Superman Is Dead: Semangat Pantang Mundur & Seni Mengelola Ego

Jangankan untuk skala lokal Bali, dalam lingkup nasional sekalipun cuma ada sedikit band yang mampu melewati satu dasa warsa. Superman Is Dead (SID) adalah satu dari segelintir kelompok musik yang sanggup eksis bukan hanya melewati rentang sepuluh tahun tapi juga, hebatnya lagi, dengan personel yang sama, tak berubah, sejak awal berdiri.

Apa Kabar CBGB

Foto kiri: Patti Smith saat CBGB ditutup pada 15 Oktober 2006

CBGB memang sudah tutup usia pada 2006. Klub legendaris tersebut, menurut sang pendiri, Hilly Kristal, rencananya dipindah ke Las Vegas. Tapi dia keburu meninggal. Saya kurang tau apa akhirnya jadi dipindah ke Vegas apa tidak (maybe you guys know?).

Namun tepat di lokasi dimana CBGB dulu berada, 315 Bowery, Bleecker Street, Manhattan, New York City; sekarang sudah diambil alih oleh John Varvatos, salah satu desainer pakaian terpanas di Amrik saat ini—yang belakangan juga nyumbang rancangannya untuk Converse kelas premium (dengan label: Converse by John Varvatos) yang tentu saja harganya lebih mahal dari biasanya.

The Day the Music Died

Pada 3 Februari 1959 terjadi sebuah kecelakaan pesawat terbang di sekitar Clear Lake, Iowa, Amerika Serikat. Musibah tragis itu merenggut nyawa tiga musisi terkenal di era tersebut yaitu Buddy Holly, Ritchie Valens serta J.P. Richardson a.k.a The Big Bopper. Bisa jadi karena 3 artis yang mempunyai nama besar tewas sekaligus secara bersamaan maka gelagat pesimistik langsung menyeruak di banyak orang seolah serentak menyimpulkannya sebagai: the day the music died.

Sampul Album Rock Bersejarah: Beken Tapi Butut

Berikut adalah daftar sekelompok kecil album yang dalam konteks musikal berkualitas fenomenal, single-nya meraih popularitas menjulang, tapi sampul depannya duh-gusti ultra garing.

Beken sih, keren sih, cuman artwork-nya butut. Gimana dong?

Rock-n-Roll Exhibition: ADIB HIDAYAT

Edition: October 21, 2009

Rock-n-Roll Exhibition: ADIB HIDAYAT
ACRI ~ Aku Cinta Rock Indopahit

:: Playlist, song descriptions, and photos, written and handpicked by Adib Himself ::

Pompadour d’Amour

Jika belakangan ini anda berkunjung ke Bali anda pasti akan cukup sering berpapasan dengan anak muda yang menyisir klimis rambutnya, pekat mengingatkan pada gaya rambut Elvis Presley atau para personel Stray Cats, atau konseptor Social Distortion, Mike Ness. Tahukah anda bahwa gaya rambut—yang juga sempat dipakai sebagai identitas khas oleh The Changcuters—itu memiliki sebutan spesifik bertajuk Pompadour?

Rock-n-Roll Exhibition: ARIAN 13

Edition: October 14, 2009

Rock-n-Roll Exhibition: ARIAN 13
Rose Clouds of Holocaust

:: Playlist, intro, song descriptions, and most photos, written and handpicked by Arian Himself ::

Blitz Megaplex a.k.a. Aku Cinta Jakarta

Kebetulan tidak jauh dari tempat saya biasa numpang tinggal di Jakarta, di Kebayoran Baru, belum lama ini dibuka mal baru kelas premium, Pacific Place. Nah, di lantai 6 (atau 7?) terdapat jaringan bioskop rivalnya kelompok Cineplex 21 bernama Blitz Megaplex yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Ananda Siregar, anak mantan gubernur Bank Indonesia Arifin Siregar.

Yang saya suka dari Blitz Megaplex di antaranya adalah konsep interiornya yang post-mo (well, saya sebenernya gak terlalu paham apa mazhab arsitektur tersebut tepat untuk menyebut gaya yang dianut blitzmegaplex, pokoknya modern minimalis, banyak bentuk kubus, dim lighting, aksen metal di beberapa sudut, sedikit futuristik). Seolah kita sedang berada di tempat berbeda, di megapolitan makmur mana gitu. Pokoknya kayak bukan di Jakarta. Sentuhan artistik millenium namun tetap relatif hangat. Masih cukup bernyawa. Kalo di musik mungkin bisa diumpamakan sebagai post-punk (think Talking Heads, The Fall, New Order, Public Image Ltd.). Tetap tersimak nyeni, tidak kelewat sintetik. Tidak sedingin komposisi, katakanlah, Gary Numan. See what I mean?

Cannes, Mix and Mismatch

Berikut saya sisipkan beberapa foto para The Beautiful People saat menghadiri festival film Cannes dari tahun ke tahun. Artikel ini dipinjam dari men.style.com (portal virtual untuk majalah pria Details & GQ). Menurut men.style.com festival film Cannes tak melulu tentang motion picture an sich, tapi juga tentang sang bintang beserta busananya…

Manic-ass Men Tempeh

Berikut adalah tulisan tentang Men Tempeh yang tadinya hendak saya sertakan di Bali A to Z part 3. Cuman karena projek tulisan itu (sudah mulai ditulis sejak pertengahan 2007) masih tertunda hingga detik ini, biar gak basi, salah satu topik bahasannya, Men Tempeh, tak share aja dah. Mind you, saat tulisan ini dibuat, Men Tempeh sedang dalam transisi dari sekadar “warung makan” (pretty much uncivilized) naik pangkat menjadi “restoran” (civilized, most likely). Sekarang sih Men Tempeh sudah lumayan flashy (should I say, tackily flashy? Ada gak bahasa Inggris seperti itu? Hiks).

Yeah, it’s still a bit tacky. Tapi persetanlah, yang penting makanannya—meniru gaya Enny Arrow—enaakhsss

Mullet Mania

Masih ingat MacGyver?

Oh bukan, saya sedang tak bicara aktingnya (yang garing). Tapi saya ngomong soal gaya rambutnya. Gaya rambut MacGyver yang pendek di depan, atas, dan samping namun panjang di belakang punya istilah khusus: Mullet. Dan kerap ditimpali dengan dengan kelakar lanjutan semacam, “Business in the front, party in the back” (deskripsi yang jitu, eh?)

Scroll to Top