PANGKUPARA TERANYAR SENI DAN SOSIAL SANG FLAMBOYAN PULAU SERIBU PURA, RUDOLF DETHU

Rudolf Dethu bak Sasangkala dari pulau Dewata, yang secara berkala menyerukan ide-ide kreatif maupun positif, agar yang terjadi di sekitarnya selalu berjalan seimbang. Beberapa tahun lalu dia berteriak keras, sekaligus berdiri paling depan, untuk menentang reklamasi Teluk Benoa Bali melalui jurnal-jurnal ofensifnya. Mundur lagi ke belakang, pria ini sempat menyibak waktu demi berterimanya warga Nusantara terhadap populasi LGBT. Untuk perihal kesenian, terutama seni suara, dia turut berjasa dalam membenihi invasi band serta musisi Bali demi keluar dari kandang. Salah tiganya Superman is Dead (SID), Navicula, serta The Hydrant.

Menyikapi Tren K-Pop

Saya tidak suka dan bukan penggemar K-pop. Sejak awal kemunculan hingga kini. Menurut saya K-pop itu biasa saja.

Geliat Musik Bali: Kecil, Kuat, Berbahaya

Tanpa terasa, tiada dinyana, sebentar lagi kita bakal masuk ke tahun baru 2019. Jika seksama diperhatikan, di skena musik, ada fenomena menarik yang terjadi. Kota-kota besar di Jawa seperti Jakarta, Bandung, dan Jogja yang tadinya seolah menggiring selera anak muda Nusantara, belakangan tampak berkurang. Terjadi pergeseran kekuatan.

Ketahuan Lip Sync, Anjinc!

Ada paling tidak dua sosok yang gemar lari dari tanggung jawab, memilih mencuci tangan, ketika diminta bersikap tegas, menolak menjawab lugas. Yang pertama orang Indonesia: Ebiet G Ade. Yang kedua duo berkebangsaan Jerman: Milli Vanilli.

Propaganda, Musik, Dan Aktivisme

Rudolf Dethu adalah sosok di balik panggung dalam kesuksesan band-band asal Bali. Mulai dari Superman Is Dead sampai The Hydrant merasakan tangan dinginnya.

Max Havelaar – Tumaritis

Setelah menyelesaikan seluruh proses rekaman, akhirnya Max Havelaar akan mengeluarkan debut full albumnya di awal Februari 2016.

Reklamasi Vs Revitalisasi: Eufeisme Tipu-Tipu

Warga Pulau Bali, belakangan lekat sekali mendengar istilah reklamasi dan revitalisasi. Kata reklamasi diakrabi lebih awal sejak isu reklamasi terhadap Teluk Benoa berhembus medio 2012.

Southeast Asia Closeup: Indonesian Punk Rock

Emma Baulch and I, we talked to RN Drive with Waleed Aly, ABC Radio, Australia, on February 09, 2012.

Go to the main page to download and listen to the podcast.

Scroll to Top