PANGKUPARA TERANYAR SENI DAN SOSIAL SANG FLAMBOYAN PULAU SERIBU PURA, RUDOLF DETHU

Rudolf Dethu bak Sasangkala dari pulau Dewata, yang secara berkala menyerukan ide-ide kreatif maupun positif, agar yang terjadi di sekitarnya selalu berjalan seimbang. Beberapa tahun lalu dia berteriak keras, sekaligus berdiri paling depan, untuk menentang reklamasi Teluk Benoa Bali melalui jurnal-jurnal ofensifnya. Mundur lagi ke belakang, pria ini sempat menyibak waktu demi berterimanya warga Nusantara terhadap populasi LGBT. Untuk perihal kesenian, terutama seni suara, dia turut berjasa dalam membenihi invasi band serta musisi Bali demi keluar dari kandang. Salah tiganya Superman is Dead (SID), Navicula, serta The Hydrant.

Homegrown & Well Known: Ian Stevenson

There should’ve been, at minimum, 3 bands to explode from Bali: Superman Is Dead, Navicula and Kaimsasikun. The last one had sophisticated skills, cool-and-controlled performance style, and their songs are even ‘poppier’ sounding than the other two bands (meaning it would be easier to penetrate the Indonesian market). They even have the looks. Ian Stevenson, the frontman, is without doubt one of the greatest young musicians that Bali ever produced. He shares what went wrong with his almost-famous group and a bit about his personal life in the post-Kaimsasikun era.

Propaganda, Musik, Dan Aktivisme

Rudolf Dethu adalah sosok di balik panggung dalam kesuksesan band-band asal Bali. Mulai dari Superman Is Dead sampai The Hydrant merasakan tangan dinginnya.

Music With A Message: Marjinal

Bagaimana beberapa aktivis begitu berdedikasi memakai musik untuk membuat perubahan positif di komunitas mereka? Untuk lebih jauh, bergabunglah dalam diskusi spesial disertai pertunjukan yang menampilkan band punk serta kumpulan seniman kawakan Jakarta serta saksikan cuplikan film dokumenter Ayumi Nakanishi Jakarta: Where Punk Lives – MARJINAL.

Domestic Groove: AIMEE SARAH

DOMESTIC GROOVE ~ Celeb’s Chosen Nine was once my bi-monthly column in The Beat (Jakarta) mag but now I move exclusively to this blog. Basically it’s an interview via e-mail which focuses on small, intimate, domestic stuff; what Indonesia’s public figures are really into.

Domestic Groove: EDY KHEMOD

DOMESTIC GROOVE ~ Celeb’s Chosen Nine tadinya adalah kolom khusus dwi-bulanan saya di majalah The Beat (Jakarta). Kini saya alihkan dan muat secara eksklusif di blog saya.

Domestic Groove: REBECCA THEODORA

DOMESTIC GROOVE ~ Celeb’s Chosen Nine tadinya adalah kolom khusus dwi-bulanan saya di majalah The Beat (Jakarta).

Domestic Groove: DOCHI SADEGA

DOMESTIC GROOVE ~ Celeb’s Chosen Nine tadinya adalah kolom khusus dwi-bulanan saya di majalah The Beat (Jakarta).

Domestic Groove: REBECCA REIJMAN

DOMESTIC GROOVE ~ Celeb’s Chosen Nine was once my bi-monthly column in The Beat (Jakarta) mag but now I move exclusively to this blog. Basically it’s an interview via e-mail which focuses on small, intimate, domestic stuff; what Indonesia’s public figures are really into.

Scroll to Top