GEMPITA ROCKABILLY NUSANTARA: SEJARAH, EVOLUSI & GEMAH RIPAH
Napak tilas lahir dan tumbuh kembangnya rockabilly di Indonesia. Bagaimana The Hydrant merevolusi skena serta mengubah citra musik bapak-bapak menjadi keren kekinian.
Read
Anugerah Musik Bali: Puncak Digdaya Skena Pulau Dewata
Bali kembali berulah, membuktikan diri sebagai sosok yang walau kecil namun begitu kuat sekaligus berbahaya.
Read
Geliat Musik Bali: Kecil, Kuat, Berbahaya
Tanpa terasa, tiada dinyana, sebentar lagi kita bakal masuk ke tahun baru 2019. Jika seksama diperhatikan, di skena musik, ada fenomena menarik yang terjadi.
Read
IMELDA MAY GOT A BOOM BOOM
Imelda May turned 44 today. Happy birthday and thanks for your contribution to rockabilly!⁣
Read
PROPAGANDA, MUSIK & AKTIVISME
Rudolf Dethu adalah sosok di balik panggung dalam kesuksesan band-band asal Bali. Mulai dari Superman Is Dead sampai The Hydrant merasakan tangan dinginnya.
Read

Sampul Album Cadas Monumental: APPETITE FOR DESTRUCTION

Robert Williams, alumni Los Angeles City College sekaligus pendiri majalah Juxtapoz, berkilasbalik bahwa kontaknya dengan Axl Rose & co. pertama kali terjadi pada 1987. Robert, kala itu masih berusia 44 tahun, dihubungi oleh penerbitnya yang bilang bahwa sebuah grup band hard rock bernama Guns N’ Roses tertarik memasang salah satu gambar kartun dari buku kumpulan karyanya yang diterbitkan pada 1979, The Lowbrow Art of Robert Williams. Khususnya satu bagian dari seri Super Cartoons yang bertitel Appetite for Destruction.

Rima Bebas PKS: Vodka, Warsawa, Stolichnaya

Sehubungan dengan mikol (akronim dari “minuman beralkohol”—lebih beradab dikit dari “miras/minuman keras”, mind you), sejujurnya saya bingung harus mendiskreditkan si Bapak Dirjen Bea Cukai, Anwar Suprijadi, atau gimana. Manuver bersih-bersih beliau terhadap jajarannya memang lumayan ampuh menekan tingkat pat-gulipat, efektif mengurangi korupsi yang telah amat kronis merasuki departemennya. Namun di sisi lain saya—dan pasti juga sejawat penggemar mikol sekalian—jadi kelimpungan banget karena gerak berantas KKN tersebut merembet kepada minimnya ketersediaan booze di pasaran.

Jangankan bermimpi mengkonsumsi Jim Beam Black—apalagi edisi khusus Jim Beam yang lain yang juga yum yum: Jacob Beam—bisa dapet wiski yang standar aja macem Red Label, wih, di Bali tuh susah banget. Kalopun ada, duh gusti, harganya udah anjing melambung. Sempat melangit hingga Rp 500 ribu, kemudian nyungsep lagi ke Rp 350 ribuan. Itu aja masih mahal sebab biasanya sekitar Rp 135 ribuan. Gokil.

Rock the Nation: The Introduction – Week 3

This is the second and third edition of The Block Rockin’ Beats, presenting songs from the likes of Van Halen, Sepultura, Krokus, Saxon, Raven, Judas Priest, Fu Manchu, Sonic Youth, EPMD, Happy Mondays, Big Bad Voodoo Daddy, etc. Also kickass videos by Seringai, Wu-Tang Clan, and Ratt.

Summer Beers: The Definitive Guide

Jika di negara macam Amerika Serikat penduduknya hanya bisa menikmati musim panas cuman beberapa bulan saja—apalagi Skandinavia, sudah musim panasnya sangat pendek, yang namanya musim panas juga sebenernya masih bikin Melayu seperti kita menggigil kedinginan; sebaliknya di Nusantara matahari hampir tak pernah berhenti bersinar. Bahkan di musim hujan sekalipun. Nah, kalo panas-panas gitu enaknya ngapain? Dari sudut pandang pendosa, jawaban yang paling menggugah adalah: MINUM BIR DINGIN.

Berikut adalah panduan yang disusun oleh tim Men.Style.Com untuk memilih bir yang syahdu untuk dicleguk saat sang surya terik menyengat, lengkap dengan tingkat kompleksitas kandungannya, tingkat kenikmatan clegukan (chuggability), hingga, ahem, “snob value”-nya segala. Tentunya semua daftar nama-nama bir di sini adalah yang sesuai dikonsumsi bahkan ketika tengah hari bolong sekalipun—mengambil quote dari Men.Style.Com soal bir yang ideal untuk hot season:

» …lighter, crisper, and typically lower in alcohol so you can drink ’em all afternoon and stay upright, the best summer beers are custom-tailored for warmer weather… «

NASAKOM: Nasionalisme Aku Ompong. Hiya!

Tampaknya belakangan ini makin banyak telunjuk dari Nusantara deras mengarah menuju kerajaan jiran, Malaysia. Jari itu berbalutkan amarah membuncah. Lontaran kalimat beringas “tidak makan bangku sekolahan” pun melengkapinya. Plus bonus barbekyu bendera Jalur Gemilang…

Segala kegerahan tingkat nasional itu diawali oleh manuver Malaysia yang dianggap telah melangkahi kewibawaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tindak tanduk tetangga—nasionalisasi batik, Reog Ponorogo, lagu Rasa Sayange, tari Pendet, pulau Jemur—memunculkan ketersinggungan gigantik. Mendadak saja pemuda pemudi mulai Aceh hingga Papua lebur jadi satu bersepakat bersikap anti pada si tetangga yang sama-sama Melayu, lalu menyebutnya dengan nama baru: Malingsia. Bukan cuma itu, ada yang lebih spektakuler, sesosok sesepuh partai besar terang-terangan menyerukan komando, “Ganyang Malaysia!” Benar, gairah kebangsaan, jumawa pada negeri sendiri, semangat mengabdi, bela negara & tindak chauvinistik, serbaneka bau nasionalisme mendadak merebak menyengat ke seluruh penjuru. Ranah virtual—utamanya Facebook dan Twitter—didominasi oleh gemuruh gerutu masygul. Para tua-muda tiba-tiba menunjukkan simpati besar pada Merah Putih, Garuda Pancasila, Indonesia Raya, ultra bangga memproklamirkan dirinya sebagai orang Indonesia.

For Those About to Rock: The Introduction – Week 1

This is the very first edition of The Block Rockin’ Beats, played on 09/09/09; presenting songs from the likes of AC/DC, Beastie Boys, Talking Heads, Black Label Society, Motorhead, Iggy Pop ft. Kate Pierson, Suicidal Tendencies, etc. Also check out rare video clips of Soldier of Fortune by Loudness and Injected with a Poison by Praga Khan.

99 Problems

Asal tahu saja, saat muda-berangkat-dewasa saya pekat teracuni oleh Hip Hop. Coretan “I Rap-a-Lot” banyak berceceran di buku tulis (terinspirasi Sir Mix-a-Lot, indeed), bak mendeklarasikan opsi musik favorit saya ketika itu. Selain b-boys langgam gagap macam Public Enemy, Beastie Boys, Eric B. & Rakim, Kool Moe Dee, Compton’s Most Wanted, dan N.W.A.; Ice-T merupakan salah satu suri paling tauladan. Dan tembang 99 Problems dari album Home Invasion ini kerap menjadi lagu penyemangat ketika saya sedang ketiban masalah (baca: disia-siakan lawan jenis).

» Got 99 problems but a bitch ain’t one – hit it
Nah, a bitch ain’t one
… «

13 Sampul Album Paling Kacrut Sepanjang Sejarah

Dari sedemikian gemah ripah album yang beredar, tak sedikit artwork dari sampul album tersebut duh-gusti amat mengecewakan. Jika sebelumnya informasi yang anda peroleh di media massa cenderung membahas yang terbaik, kini gilirannya kita mengupas yang terkacrut, abnormal, ganjil, hilarious, weird, cheesy.

Simak 13 biji berikut ini yang telah saya seleksi secara keji.

Anagrammatic Pop Pseudonym

Tahukah anda bahwa Iggy Pop saat lahir oleh ibunya diberi nama James Newell Osterberg, Jr; dan Nikki Sixx dikenal sebagai Frank Carlton Serafino Ferrana. Sementara di KTP dan SIM milik Ol’ Dirty Bastard yang tertera justru Russell Tyrone Jones. Dan di ijazah Remy Sylado identitas yang tercantum malah Yapi Panda Abdiel Tambayong.

Nah, penggunaan nama alternatif, identitas alias, A.K.A. (Also Known As), seperti ini diistilahkan sebagai Pseudonym.

Mano Cornuta

Di skena musik Nusantara, bentukan jari-jari macem begitu lebih dikenal dengan istilah “Salam Metal” (komplet diiringi dengan gaya nyengir seraya menggeram: “Aaaargh…!!!”). Nah, bahasa ilmiahnya adalah “Mano Cornuta” yang lalu di-Bahasa Inggriskan menjadi “The Devil Horns”.

Strategi Band Lokal Go-National

Bagi sebuah band lokal, menjadi terkenal—diundang manggung ke berbagai kota, single andalan merajai berbagai chart radio terhormat, kerap tampil di televisi nasional, dsb—sering berhenti hanya sekadar jadi obsesi muluk, sebatas mimpi indah. Angan-angan sejuk tersebut belum apa-apa macet begitu saja bukannya tanpa sebab. Kompetisi yang ultra ketat, jarak yang jauh ke pusat industri hiburan (baca: Jakarta), infrastruktur yang terbatas lagi mahal, minimnya koneksi ke sosok-sosok kunci dunia hiburan (pihak label, penyelenggara konser, orang radio, pencari bakat di televisi); menjadi barisan kendala paling wahid dalam perjalanan meraih cita-cita. Dan akibat ketidaksigapan mengatasi kerikil-kerikil penghambat itu, jamak terjadi, artis-artis lokal nan berbakat kemudian meraih gelar juara hanya di daerahnya sendiri, mentok menjadi jago kandang saja, tingkat popularitas dalam skala duhai sempit.

Hey, jangan keburu putus asa, jangan instan menyerah. Di segmen berikutnya akan kita kupas beberapa kiat menyiasati ragam masalah di atas.

Video: Accept – Midnight Mover

Bertubuh pendek, bersuara serak, dan, pardon my French, buruk rupa, ternyata bisa jadi modal kuat untuk mencapai jenjang figur metal terhormat. Contohnya Udo Dirkschneider, vokalis Accept ini. Aaaargh…!

  • Event Calendar
July

August 2019

September
MO
TU
WE
TH
FR
SA
SU
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
Events for August

1

No Events
Events for August

2

No Events
Events for August

3

No Events
Events for August

4

No Events
Events for August

5

No Events
Events for August

6

No Events
Events for August

7

No Events
Events for August

8

No Events
Events for August

9

No Events
Events for August

10

No Events
Events for August

11

No Events
Events for August

12

No Events
Events for August

13

No Events
Events for August

14

No Events
Events for August

15

No Events
Events for August

16

No Events
Events for August

17

No Events
Events for August

18

No Events
Events for August

19

No Events
Events for August

20

No Events
Events for August

21

No Events
Events for August

22

No Events
Events for August

23

No Events
Events for August

24

No Events
Events for August

25

No Events
Events for August

26

No Events
Events for August

27

No Events
Events for August

28

No Events
Events for August

29

No Events
Events for August

30

No Events
Events for August

31

No Events

Follow Instagram

Scroll to Top