Konser Kejutan & Bebas Bea Michael Franti di Bali

Artikel mengenai konser Michael Franti ini tayang pertama kali pada 28 Desember 2010 di situs Rolling Stone Indonesia. Saya tampilkan di situs pribadi saya demi mendokumentasikan tulisan yang pernah saya buat untuk arsip yang sahih lagi sinambung.

Domestic Groove: HENRY FOUNDATION

DOMESTIC GROOVE ~ Celeb’s Chosen Seven is my biweekly column in The Beat (Jakarta) mag. Basically it’s an interview via e-mail which focuses on small, intimate, domestic stuff; what Indonesia’s public figures are really into, musically speaking.

For the seventh edition I went upclose-and-personal with Henry Foundation.

Today! BCF! Bali HipHop Community! 3 PM!

Bali Creative Festival
Street Performance
Today, Friday, December 03, 2010; 3-6.30 PM
Art Center, Denpasar – Bali

BHC recognizes that Hiphop culture is NOT the commercialized corporate rap business which exploits the culture and its artists for profit. BHC is strongly against this exploitation. BHC adheres to the true Hiphop principles of PEACE, UNITY, POSITIVITY, CREATIVITY and ELEVATION of MIND, BODY, SPIRIT and SKILL. BHC acknowledges Hiphop culture as a powerful tool that can be used for self-development, economic empowerment and social change, and promotes Hiphop as such.

Tonite! My Playlust—Nothin’ but a Nosebleed, Helleluyah!

Tonite! Wednesday, November 17, 2010; 8-10 PM

R-n-R Exhibition [mini version]: BONNY SIDHARTA
My Playlust—Nothin’ but a Nosebleed, Helleluyah!

:: Introduction and playlist, written and handpicked by Bonny Himself ::

…Well, ketika ditodong Gus Cuk a.k.a. Dethu untuk mengisi program The Block Rockin’ Beats jujur agak kaget plus bingung; kaget kenapa gue bisa diajak (tengkyu Gus) dan bingung mau mengisi playlist apa ketika sadar waktu tinggal sehari lagi—sementara gue belom bikin playlist apa-apa… hehehe… Bingung!

Ya, bingung, karena belakangan mayoritas musik yang keluar masuk kuping dan kepala gue mayoritas didominasi musik-musik berdaya ledak tinggi dan terlalu monoton untuk orang lain (walaupun tidak semonoton SURGA). Dan maafkan sebelumnya kalau playlust yang gue buat ini kurang cocok untuk didengarkan di kala malam…

Btw, lagu-lagu yang gue pilih sekarang ini kebetulan lagu-lagu yang ada di dalam iPod gue, jadi gak semuanya ada kedekatan emosional sama gua, hanya sekedar suka ajah (sorry yah Thu, gue mengakui kalo gue pemalas).

Dan maaf juga dalam pemilihan playlust ini gue dalam keadaan 100 persen SADAR… Sekali lagi maaf.

But, hey, fuck that! Ini giliran gue, jadi suka atau gak suka, selamat menikmati!

\m/ HAIL \m/

♪♫♬ Radio streaming live http://army.wavestreamer.com:6356/listen.pls

Domestic Groove: BONDAN PRAKOSO

DOMESTIC GROOVE ~ Celeb’s Chosen Seven is my biweekly column in The Beat (Jakarta) mag. Basically it’s an interview via e-mail which focuses on small, intimate, domestic stuff; what Indonesia’s public figures are really into, musically speaking.

For the fourth edition I went upclose-and-personal with Bondan Prakoso.

Tonite! Chop-N-Roll!

Tonite! Wednesday, October 20, 2010; 8-10 PM

Upcoming R-n-R Exhibition: VEROLAND
Chop-N-Roll: My On-The-Go Playlist

:: Introduction and playlist, written and handpicked by Vero Himself ::

Saya sangat kaget ketika membaca email dari Mr. Dethu kemarin yang mengingatkan saya harus mengirim list lagu-lagu pilihan saya dalam dua hari. Memang beliau sudah meminta saya dari beberapa bulan lalu, tapi somehow ada saja kerjaan yang mengganggu ketika saya mau mulai memilih lagu dari iPod model primitif saya.

Berikut adalah playlist dari on-the-go-2 dalam iPod saya yang layarnya penuh guratan dan bercak oli; sering dipasang di workshop saya, biasa terdengar di antara bunyi batu gerinda yang beradu dengan pipa baja, tumbukan palu yang menghajar plat aluminum setebal 2mm (lebay…).

Keras? Belum tentu, seperti halnya workshop saya yang kadang super berisik tapi kadang sunyi, pilihan musik saya tidak terpatok pada satu genre. Yang penting bagi saya, kadang bisa memompa semangat, tapi kadang juga menurunkan emosi ketika salah satu tukang las salah potong pipa.

♬ ♪ Radio streaming live http://army.wavestreamer.com:6356/listen.pls

Tonite! Braggadocio Manifesto!

Tonite! Wednesday, 2010; 8-10 PM

Braggadocio Manifesto: Fight for Your Right to Party & Party for Your Right to Fight

South Bronx to South Central.
East Coast meets West Coast.
Brooklyn, Compton, till East Orange a.k.a. Illtown.
Planet Rock via Kraftwerk.

Malcolm X in full-effect. Farrakhan, Universal Zulu Nation, forever phat rezpect.

Smith and Wesson, M16, snitchin’, dissin’, hustlin’, gangsta-rappin’.

B-boys, fly girls, here’s amateur, simple and short—but hot—Hip Hop chronicles…

» Radio streaming live http://111.68.113.198:9850/listen.pls

Video: Marky Mark & The Funky Bunch – Wildside

Oh well, ok, Mark Wahlberg is pretty much a dance-oriented hip hop artist back in the day. But he did try to be gangsta-esque once via razor-sharp, slow flow manifesto called Wildside―yes, using Velvet Underground’s sample Walk on the Wild Side.

Rock-n-Roll Exhibition: MARZUKI MOHAMMAD

Edition: September 01, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: MARZUKI MOHAMMAD
Animisme Progresif

:: Introduction and playlist, written and handpicked by Zuki Himself ::

Aku lahir di Prambanan, daerah di mana hingga sekarang banyak terdapat candi-candi Hindu dan Budha. Ironis, karena eksistensi candi-candi itu tidak didukung oleh komunitas religius, kecuali di hari raya agama-agama tersebut. Aku juga sadar bahwa candi itu dibangun tak jauh dari abad di mana Nabi Mohammad hanya bisa memugar Ka’bah di Mekkah dalam teknik arsitektur yang paling sederhana, dan sekarang menjadi kiblat sembahyang mayoritas penduduk Indonesia.

Jika melihat aku saat ini, potret ironi tentang tempat dimana aku lahir tersebut juga tergambar jelas; sebagai anak seorang ustadz, ketua Muhammadiyah di daerah tersebut, juga pendiri pesantren setempat, sejak kecil dididik sebagi muslim. Bapak dari Hidayat Nur Wahid, mantan presiden PKS itu, selalu menjadi wakil bapakku, maka tidak heran jika sekarang dua kakakku adalah DPR PKS, maka jangan heran nama aseliku Marzuki Mohammad.

Dengan background semacam itu tentu waktu kecil aku mendegar lagu-lagu nasid dan musik-musik bernuansa Islami, untungnya juga mendengar gamelan dan menikmati kesenian-kesenian tradisional di daerah setempat. Jika kemudian aku menjadi seperti sekarang, tentu ada masa di mana aku menghabiskan banyak energi dan waktu yang sangat panjang untuk bernegosiasi dan berkompromi dengan keluargaku tentang jalan hidup yang aku pilih dan percaya.

Aku memulai petualangan musikal secara serius baru ketika SMA. Tapi juga banyak sekali yang akan terlewat jika aku membuat playlist untuk mempresentasikan petualangan tersebut, karena aku selalu berusaha mendengar dan menikmati genre musik apa pun, juga karena saat ini semua idola bagiku sudah mati; itu kenapa aku punya alias Kill the DJ—if DJ is a God, I’ve killed lots of Gods! Juga lumayan susah mengingat-ingat karena koleksi record-ku pernah hilang ketika rumahku kerampokan waktu aku tinggal di Paris.

Rock-n-Roll Exhibition: ODDIE GETAH

Edition: August 18, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: ODDIE GETAH
Oddrockinbeats

:: Playlist, intro, song descriptions, written and handpicked by Oddie Himself ::

This is not one of those “to die for”, “can’t live without” or “the ultimate” playlists. These are the songs to make love to (or fix your bike to—whatever).

Scroll to Top