Domestic Groove: BONGKY MARCEL

DOMESTIC GROOVE ~ Celeb’s Chosen Seven is my biweekly column in The Beat (Jakarta) mag. Basically it’s an interview via e-mail which focuses on small, intimate, domestic stuff; what Indonesia’s public figures are really into, musically speaking.

For the 12th edition I went upclose-and-personal with Bongky Marcel.

Tonite! Rock-n-Roll Exhibition: WAHYU NUGROHO!

Tonite! March 09, 2011!

Rock-n-Roll Exhibition: WAHYU NUGROHO aka ACUM
The 70’s Soft-Folk-Rockin-Tongkrongan Beats

:: Playlist, intro, song descriptions, and (a few) photos, written and handpicked by Acum Himself ::

Era 70-an: Berambut gondong, brewok, celana cut bray, memakai kaus band-band kesayangan. Aktivitas: Pergi ke konser, hang out di halaman belakang rumah, membakar jagung bakar, minum bir murahan, ditemani teman-teman, dihiasi gitar bolong dan menyanyi lagu-lagu favorit. Atau hanya sekedar nongkrong sendirian di atas balkon atau teras depan rumah…

Berikut 33 lagu-gitar 70-an favorit saya…

Tonite! NWOBHM, Iron Fist, Denim & Leather!

The New Wave of British Heavy Metal (frequently abbreviated as NWOBHM) was a heavy metal movement that started in the late 1970s, in Britain, and achieved international attention by the early 1980s. The movement developed as a reaction in part to the decline of early heavy metal bands such as Deep Purple, Led Zeppelin and Black Sabbath.

NWOBHM bands toned down the blues influences of earlier acts, incorporated elements of punk, increased the tempo, and adopted a “tougher” sound, taking a harder approach to its music. It was a scene directed almost exclusively at heavy metal fans. The era is considered to be a major foundation stone for the extreme metal genres; acts such as the American thrash metal band Metallica cite NWOBHM bands like Saxon, Motörhead, Diamond Head, and Iron Maiden as a major influence on their musical style

Reviled or ignored by many mainstream critics in both the UK and the US, the NWOBHM nonetheless came to dominate the heavy metal scene of the early-mid 1980s. NWOBHM was musically characterized by fast upbeat tempo songs, power chords, fast guitar solos and melodic, soaring vocals, with lyrical themes often drawing inspiration from mythology and fantasy fiction.

The early movement was associated with acts such as Iron Maiden, Def Leppard, Saxon, Motörhead, Angel Witch, Tygers of Pan Tang, Blitzkrieg, Avenger, Sweet Savage, Girlschool, Jaguar, Demon, Diamond Head, Samson and Tank, among others. The image of bands such as Saxon, consisting of long hair, denim jackets, leather and chains, would later become synonymous with heavy metal as a whole during the 1980s. Some bands, although conceived during this era, saw success on an underground scale, as was the case with Venom and Quartz.

Rock-n-Roll Exhibition: PHILIPS VERMONTE

Edition: Wednesday, February 09, 2011

Rock-n-Roll Exhibition: PHILIPS VERMONTE
Lagu-lagu Empat Musim

:: Playlist, intro, and song descriptions, handpicked and written by Philips himself ::

Siapa tak kenal mahakarya komponis besar Italia, Antonio Vivaldi yang berjudul The Four Seasons (Le Quattro Stagioni). Mahakarya ini terdiri dari empat set orkestrasi biola dimana Vivaldi ‘berkisah’ tentang empat musim: spring, summer, autumn/fall, winter.

Menjadi mahasiswa di Amerika dalam lima tahun terakhir memberi saya kesempatan menikmati (juga mengalami derita) empat musim yang bergerak dari satu ekstrim ke ekstrim lain. Membuat list lagu terbaik adalah tugas maha berat. Maka, saya melarikan diri dengan memilih sekedar menulis lagu-lagu yang menemani saya melalui empat musim setiap tahun, selama lima tahun terakhir.

Domestic Groove: MARCELL SIAHAAN

DOMESTIC GROOVE ~ Celeb’s Chosen Seven is my biweekly column in The Beat (Jakarta) mag. Basically it’s an interview via e-mail which focuses on small, intimate, domestic stuff; what Indonesia’s public figures are really into, musically speaking.

For the tenth edition I went upclose-and-personal with Marcell Siahaan.

Domestic Groove: DEWIQ

DOMESTIC GROOVE ~ Celeb’s Chosen Seven is my biweekly column in The Beat (Jakarta) mag. Basically it’s an interview via e-mail which focuses on small, intimate, domestic stuff; what Indonesia’s public figures are really into, musically speaking.

For the ninth edition I went upclose-and-personal with Dewiq.

Tonite! Temple of Everlasting Light!

Tonite! Wednesday, 2010; 8-10 PM

R-n-R Exhibition [mini version]: OPPIE ANDARESTA
Temple of Everlasting Light

:: Introduction and playlist, written and handpicked by Oppie Herself ::

Perjalanan karir musik saya sebagai penyanyi dan pencipta lagu di awali dengan terdamparnya saya di sebuah tempat di jalan Potlot 14 di awal 90an. Pada saat itu teman-teman saya yang sebagian besar rocker (Pay, Bimbim, Bongkie) sedang seru-serunya mendengarkan Whitesnake, Led Zeppelin, dll. Saya yang baru lulus SMA dan memainkan jazz fussion bersama Indra (yang kemudian bergabung dgn Slank), Ronald (mantan Gigi), Marshal (Ada band) mau tak mau mendengarkan musik rock setiap hari dengan cukup intens. Apalagi kemudian saya, Bimbim, dan Pay sempat membentuk grup band yang membawakan lagu-lagu rock dari Heart, Starship, Whitesnake, dll. Lalu satu malam saat kami nongkrong sambil mendengarkan Bimbim yang tahu keinginan saya untuk menjadi penyanyi bilang, ” Kalau mau jadi penyanyi, jadilah penyanyi yang menciptakan lagu sendiri. Penyanyi yang punya sikap/pesan.” Kemudian Pay datang dengan membawa album pertama Tracy Chapman, penyanyi perempuan kulit hitam, yang lagunya berlirik menggigit. Tracy bukan “a girl with sexy look”. Bisa dibilang Tracy Chapman adalah role model saya dalam bermusik.

Saya mendengarkan berbagai jenis musik. Tapi saya selalu tertarik untuk mendengarkan dan belajar dari musisi perempuan lainnya yang bisa memainkan instrumen, menciptakan lagu, dan punya sikap/pesan kuat di karya mereka.

Berikut adalah lagu/musik yang yang juga memberi inspirasi saya bermusik, musik yang membuat saya joget di atas pool table atau nyebur ke swimming pool, musik yang membantu saya tetap waras, musik yang saya putar di awal hari saya, yang saya putar di ujung hari saya, yang saya dengar saat saya PMS, musik/lagu yang biasa saya dan teman-teman nyanyikan sampai suara saya habis…

♪♬♫ Radio streaming live http://army.wavestreamer.com:6356/listen.pls

Rock-n-Roll Exhibition: MARCEL THEE

Edition: May 19, 2010; 8-10 PM

Rock-n-Roll Exhibition: MARCEL THEE
It’s Fascist-lite, I Know, But Yeah…

:: Playlist & notes, handpicked & written by Marcel Himself ::

These are songs I grew up and down with. Songs I took my first and last hit with. Songs I played various livid games to. Some of them are current, most are old, but all are part of my 29-odd years in the world.
Tentu aja ada terlalu banyak yang juga dapat merepresentasikan hidup gue dengan sempurna sampai sekarang; tapi gue memilih spesifik lagu-lagu ini karena kontrasnya mereka yang mencerminkan kontrasnya public persona gue dan band gue sehubungan dengan pertanyaan: “Kok Sajama Cut berubah-rubah terus sih musiknya?”
Don’t limit your love, that’s what I say.

Lastly, I hope this song will let people know how to approach your love for music to as opposed to listening to what the white jeans-ed guy next to them – or SPIN (Yuhhccc) or maximumrocknroll or RS or whatever is telling them to. It’s fascist-lite, I know, but yeah…

Rock-n-Roll Exhibition: DEDIDUDE

Edition: October 28, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: DEDIDUDE
Apa Lagu yang Tepat untuk Saya Dengarkan di Hari Ini!

:: Playlist and notes, written and handpicked by Dedi Himself ::

Saya besar dengan musik Rock, di umur 4 tahun di rumah sudah terbiasa dengan musik-musik yang lumayan kencang yang disetel kakak saya. Walaupun kebanyakan adalah Metal dan Progressive (tidak heran karena 80-an awal Prog tumbuh subur dimanapun).
Keuntungan dan kerugian punya basic di Prog adalah ketika kita bisa mengapreasi semua jenis musik.
Keuntungannya: kita dengan gampang menemukan musik yang pas dengan kita.
Kerugiannya: semua jenis musik kita pengen jadiin koleksi ehhehe…
Gak heran bila terselip Herbie Hancock atau Miles Davis di deretan CD dan vinyl-vinyl Metal saya 😀

Memilih ribuan lagu yang telah saya dengarkan dan memilih yang terbaik untuk durasi 2 jam adalah sangat tidak mungkin, list berikut di bawah adalah bukan list “the best of”, tapi lebih tepatnya list yang bisa mewakili saya bila ditanya: “Apa lagu yang tepat untuk didengarkan di hari ini?”

Follow Instagram

Scroll to Top