Tonite! Katakan Nanti Dulu Pada Amerika!

Upcoming Rock-n-Roll Exhibition: FELIX DASSKatakan Nanti Dulu Pada Amerika:: Playlist & notes, handpicked & written by Felix Himself ::Ketika ditawari untuk membuat playlist untuk acara ini, secara instan banyak sekali lagu yang berseliweran di kepala saya. Tapi, sulit untuk menemukan benang merah yang mampu memberi identitas keseragaman yang mengikat masing-masing lagunya. Saya merasa memerlukan ini karena sebenarnya selera musik saya cenderung lebar; dengan demikian batasannya menjadi cair. Saya masih menjadi penggemar berat Slank dan di satu sisi tetap mengakrabkan diri dengan rilisan paling hangat dari Inggris semodel Mumford and Sons. Keberagaman itu membuat saya cukup berpikir keras. Bahkan, sebenar-benarnya, lagu-lagu di playlist ini diselesaikan dalam tengat waktu yang sangat mepet. Padahal sudah diberi informasi tengatnya sejak jauh-jauh hari. Jadi, antara sulit memilih, kepepet, dan ya sudahlah jadi saja. Mengutip si empunya program ini, “Gue biasa berurusan dengan penulis yang cacat tengat waktu.” Jadi, sudah pasti kasus saya bukan hal yang luar biasa. Di playlist ini, saya bersikap anti Amerika. Untuk saya, scene musik Amerika bukanlah tidak menarik. Tapi saya memilih untuk sedikit meminggirkannya kali ini. Amerika, dalam konteks referensi musik saya, agak membosankan. Pilihan ini termasuk mengandung konsekuensi untuk meminggirkan beberapa favorit personal sepanjang masa model Simon and Garfunkel, The Smashing Pumpkins, dan Hootie and the Blowfish. Tapi, sesungguhnya memang jauh lebih banyak musik bagus di luar Amerika. Lagu-lagu di playlist ini adalah mereka yang secara personal bisa menyeruak dalam sekat ruang hidup saya di berbagai momen. Ada yang bertahan lama sejak awal 90-an---momen di mana saya mulai membuka mata terhadap musik---hingga yang baru-baru saja mampir berkunjung. Saya pertama kali menjadi pengonsumsi aktif musik sejak duduk di bangku kelas lima SD. Di jaman itu, Dewa 19 masih terdengar sangat keren. Pun sama dengan R.E.M. yang sedang mekar merekah selepas hijrah dari IRS. Sesungguhnya, akses yang terbuka lebar pada musik itu, justru saya dapatkan kemudian ketika memulai hidup tujuh tahun di Bandung. Di sanalah saya berkenalan dengan banyak orang yang membuka mata saya lebar-lebar bahwa di sana ada segudang musik super seru yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Itu kenapa ada Aztec Camera atau Rod Steward di dalam playlist ini. Keputusan untuk menubruk banyak genre musik di playlist juga bisa jadi membuat playlist saya menjelma menjadi salah satu yang paling ‘lembut’ dari yang pernah ada di serial ini. Pada intinya, inilah lagu yang selalu bergentayangan di hidup saya dari masa ke masa. Beberapa diantaranya, pernah ada di mix cd yang saya persembahkan untuk sejumlah orang. Jadi, selamat menikmati. Kalau saya punya akses internet yang cukup cepat, mungkin playlist ini bisa ditemukan di sebuah ruang di internet. Cheers!

Tonite! 33 Songs of My Monday Mayhem Playlist!

Upcoming Rock-n-Roll Exhibition: INDRA AMENG33 Songs of My Monday Mayhem Playlist:: Playlist & notes, handpicked & written by Ameng Himself ::Playlist ini spesial saya siapkan untuk dimainkan pada acara Monday Mayhem di bar legendaris, Parc, enam tahun yang lalu. Pertama kali saya diundang main sebagai Guest DJ di Monday Mayhem oleh Nasta Sutardjo pada tanggal 1 Maret 2004, saya langsung berpikir untuk mainin set list yang saat itu belum diputarkan di Parc. Idenya adalah memutarkan lagu-lagu yang bisa bikin suasana ramai hingar-bingar, bisa sing along, dan teriak-teriak bersama. Untuk itu saya perlu musik yang keras, bikin semangat, sekaligus juga lagu-lagu yang bisa dinyanyiin bareng-bareng. Karena itu saya memilih membuat spesial set Tribute untuk era 80s Glam Metal dan Hair Metal Band setiap main di Parc. Era Rock yang menghasilkan banyak lagu-lagu “anthemic”, yang bikin anak-anak muda di tahun 80-an pengen nge-band dan punya rambut gondrong. Masa 80-an ini jadi salah satu periode yang menyenangkan buat saya. Semasa masih di kelas 4 Sekolah Dasar tahun 1984, saya suka nginep di rumah kakak sepupu saya di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dia mengkoleksi banyak kaset-kaset album Rock dari mulai Kiss, Rush, Iron Maiden, Van Halen dan masih banyak lagi lainnya. Dari situ, saya suka mendengarkan kaset-kasetnya dan mulai mengidolakan band-band tersebut, sampai ikutan mengkoleksi kaset-kaset keluaran Team Records dengan titel “Rockline”, Aquarius, Yess, dll. Berlanjut dengan beli majalah Vista yang banyak memuat foto-foto dan berita band-band Rock idola saya, beli poster band, beli kaos band di Ratu Plaza, dan ikut nonton konser di Bulungan. Lagu-lagu dari band-band inilah yang jadi soundtrack masa ABG saya. Gara-gara kakak sepupu saya ini, saya lebih banyak menghabiskan masa remaja mendengarkan lagu-lagu Motley Crue, Iron Maiden, Metallica, Anthrax, dkk, dan bukan Duran-Duran atau Spandau Ballet ☺. Kembali ke Parc, saat pertama main di Parc dengan playlist ini, saya meminta sebuah mikrofon, yang awalnya saya pergunakan untuk berbicara sedikit membuka set sebelum lagu pertama diputar, dan baru kemudian mikrofon dibuka untuk siapa pun yang ingin ikut bernyanyi. Kemudian keterusan menjadi kebiasaan untuk selalu menyediakan mikrofon setiap main. Setelah sempat dua kali main sebagai DJ amatiran, rasanya garing juga main sendokiran..., baru kemudian saya ajak Indra Tujuh (yang punya selera sama dan emang DJ beneran…hehehe) sebagai partner untuk mainin playlist ini, dan jadilah duet DJ “Duo Indra” sebagai spesialis lagu-lagu era 80s Glam Metal dan Hair Metal Band di Parc. Playlist ini saya dedikasikan untuk Monday Mayhem, teman-teman yang mengenang masa muda di tahun 80-an, juga untuk berbagi kepada mereka yang nggak ngalamin era rock 80-an dan tentunya untuk menghibur hati yang luka… hehehe… p.s.: oh ya, terima kasih pada partner saya, Agent Virgo Ago Go yang mengusulkan pada saya agar men-share playlist ini di program The Block Rockin’ Beats.

Rock-n-Roll Exhibition: KEKE TUMBUAN

Edition: February 24, 2010Rock-n-Roll Exhibition: KEKE TUMBUANMy Magical Music Trippy Trip!:: Playlist & notes, handpicked and written by Keke herself :: ...Ceritanya kompilasi gwe ini isinya musik-musik yang outer worldly kerennya sehingga bisa bikin lo terbang tanpa pake sayap. Kebanyakan fokus ke suara-suara gitarnya. I love guitar sounds so much it’s not even funny (cuz I can’t play it!). Yang gwe tampilin kebanyakan adalah musisi dan bands yang gwe suka, dan ada beberapa juga yang gwe anggap membuat gwe suka musik rock tapi not necessarily a band that I still listen too. Gwe harus berterima kasih kepada kakak cewek gwe yang jauh lebih tua dari gwe umurnya, plus temen-temen cowoknya, yang dulu sering meninggalkan majalah-majalah musik di rumah gwe.

Rock-n-Roll Exhibition: ALDO SIANTURI

Edition: February 10, 2010Rock-n-Roll Exhibition: ALDO SIANTURIMusic from the Heart, Speak Art!:: Playlist & notes, handpicked and written by Aldo Himself :: What I like most about music is how musicians are trying to speak to me, tell me something, send me a message. And nothing is more satisfying than realizing that message and acting on it. So with this opportunity I thank to everybody who love music from their heart. Just ignore everybody when you speak art!

Rock-n-Roll Exhibition: AYIP MATAMERA

Mungkin momen yang tak terjadi pada setiap orang bisa mengenal musik Rock semenjak usia 8. Dan lagi, yang dikenal adalah grup macam Alice Cooper, Uriah Heep, Led Zeppelin, dll seangkatannya di tahun 1978. Itu karena Oom saya yang nge-Rock abis dimana kita tinggal di Bandung

Rock-n-Roll Exhibition: STUART WILFORD

Edition: December 02, 2009Rock-n-Roll Exhibition: STUART WILFORDGentlemen Take Polaroids:: Playlist and notes, handpicked and written by Stuart Himself :: ...There have been a lot of influential songs over the past decades and it’s hard to narrow it down to this many. Half of the artists listed here could be an entire show in themselves, but here they are, my Block Rockin' Beats...

Rock-n-Roll Exhibition: ATHRON MCCANN

Edition: October 28, 2009Rock-n-Roll Exhibition: ATHRON MCCANNWhy Sing It When You Can SCREAM IT!:: Playlist, intro, song descriptions, and (most) photos, written and handpicked by Athron Himself :: ...Paying respect to those who know how to get their point across…

Rock the Nation: The Introduction – Week 3

This is the second and third edition of The Block Rockin' Beats, presenting songs from the likes of Van Halen, Sepultura, Krokus, Saxon, Raven, Judas Priest, Fu Manchu, Sonic Youth, EPMD, Happy Mondays, Big Bad Voodoo Daddy, etc. Also kickass videos by Seringai, Wu-Tang Clan, and Ratt.

For Those About to Rock: The Introduction – Week 1

This is the very first edition of The Block Rockin' Beats, played on 09/09/09; presenting songs from the likes of AC/DC, Beastie Boys, Talking Heads, Black Label Society, Motorhead, Iggy Pop ft. Kate Pierson, Suicidal Tendencies, etc. Also check out rare video clips of Soldier of Fortune by Loudness and Injected with a Poison by Praga Khan.

Mano Cornuta

Di skena musik Nusantara, bentukan jari-jari macem begitu lebih dikenal dengan istilah "Salam Metal" (komplet diiringi dengan gaya nyengir seraya menggeram: "Aaaargh...!!!"). Nah, bahasa ilmiahnya adalah "Mano Cornuta" yang lalu di-Bahasa Inggriskan menjadi "The Devil Horns".

rudolfdethu

Scroll to Top