Tulisan ini saya buat dalam rangka merespons seni instalasi Ebullience yang merupakan kolaborasi bineka seniman berbakat Denpasar, Bali; di Denpasar Festival pada 28 - 30 Desember 2009
Grunge sudah mati? Seattle Sound telah tamat? Mungkin iya. Bisa jadi benar. Sebab di manca negara gelinjang musik yang berporos di Pacific Northwest, Amerika Serikat,---utamanya Seattle---ini terkesan melempem, layu gairah, sempoyongan lalu pingsan. Kalau pun para pembesarnya masih bergentayangan di blantika cadas raya, gaungnya tak cukup signifikan, tipis nuansa kolektif, cenderung melenggang sendirian. Boleh dibilang dari kalangan pesohor berbusana flanel cuma tinggal Pearl Jam, Stone Temple Pilots, Mudhoney, dan Alice in Chains (formasi anyar) yang masih eksis. Sayangnya, umur panjang itu tak disangkutpautkan dengan pergerakan atau rejuvenasi Grunge. Sepak terjang Eddie Vedder dan Rekan dianggap nihil relevansi dengan so-called Seattle Sound
Kiamat mungkin memang sudah dekat.
Keadilan untuk semua bisa jadi cuma dusta, fana
Kebahagiaan abadi, surga-neraka, semata tinja
Tapi jangan pernah putus berhasrat
Harus ogah menyerah
Sebab tinggal asa, harapan, yang kita punya
Agar senyum senantiasa benderang di wajah kita
Bagai musafir, melanglang berkelana, berlari
Kejar mimpi
Kejar mimpi
Kejar terus mimpi
Berharap, bermimpi, berlariSELAMAT TAHUN BARU 2010Bersulang,
RUDOLF DETHU
Edition: December 02, 2009Rock-n-Roll Exhibition: STUART WILFORDGentlemen Take Polaroids:: Playlist and notes, handpicked and written by Stuart Himself ::
...There have been a lot of influential songs over the past decades
and it’s hard to narrow it down to this many.
Half of the artists listed here could be an entire show in themselves,
but here they are, my Block Rockin' Beats...
Masih ingat dengan Ice Ice Baby dari Vanilla Ice?
Atau dansa-dansi sejuta umat Macarena?
Atau Right Said Fred I'm Too Sexy, Afroman Because I Got High, Baha Men Who Let the Dogs Out, Blind Melon No Rain, Deep Blue Something Breakfast at Tiffany's, juga yang lawas macam The Knack My Sharona, Nena 99 Luftballons, a-ha Take On Me, dan banyak lagi.
Fenomena artis yang bersinar cuma lewat satu lagu setelah itu kilapnya perlahan redup lalu sirna sama sekali, gejala macam begitu di industri musik diistilahkan dengan: One-Hit Wonder.
Edition: November 11, 2009Rock-n-Roll Exhibition: RUDEBOY DODIXRoots, Rock & the Rebel Riddim: The Rude Guide to Jamaican-esque Sound System:: Playlist, notes and photos, written and handpicked by Dodix Himself ::
…A two hour journey to the “one love†fuelled of tunes,
presenting not just the original gangsters and the plaid clad
but also the Indonesia’s most influential Ska â€" Dancehall - Rocksteady bands…..
User’s guide: just sway and smile and try to work out if you’re moving to
the one beat or the off beat or the bass line or the melody or any one of the many delay units…
’cause one of them is going to get you...
Familiar gak dengan pidato---atau tepatnya caci maki---berikut:"...And that goes for all you punks in the press
That want to start shit by printin' lies
Instead of the things we said
That means you
Andy Secher at Hit Parader
Circus Magazine
Mick Wall at Kerrang
Bob Guccione Jr. at Spin,
What you pissed off cuz your dad gets more
pussy than you?
Fuck you
Suck my fuckin' dick..."Iya, tepat sekali, sumpah serapah di atas adalah penggalan dari tembang Get in the Ring dari Guns N’ Roses. Lagu yang aslinya ditulis oleh Duff McKagan---tadinya diberi judul Why Do You Look at Me When You Hate Me---dan merupakan bagian dari album Use Your Illusion II rilisan 17 September 1991 tersebut jelas sekali menggambarkan kekesalan Axl Rose dkk terhadap segepok media macam Circus, Hit Parader (khususnya Andy Secher), Kerrang (utamanya Mick Wall), serta Spin (yaitu Bob Guccione Jr.). Apa pasal?
Edition: November 04, 2009Rock-n-Roll Exhibition: MARLOWE BANDEMAir Guitar.Sex.Drugs.Rock N' Roll:: Playlist, notes, and photos, written and handpicked by Marlowe Himself ::
...For me, Rock n' Roll is not so much a phenomenon about sex and illicit
substances; its always been more about the frequent playing of an air guitar
dancing, heartrending, and pretending the larger-than-life strumming, plucking
and picking motions of an imaginary rock-style electric guitar....
...Yet again, for me, the fanciful mental image to sex someone up and
occasional experimenting of drugs is more a reality of (my) daily life...
For the burden of a good earth, here we go...
Sebagian barangkali mahfum bahwa asal muasal nama AC/DC bermula gara-gara Angus dan saudaranya, Malcolm Young, melihat inisial "ac/dc" di mesin jahit saudara perempuannya, Margaret Young. TAPI saya yakin hampir nihil yang tahu sejarah bagaimana logo klasik AC/DC bermula. Saya jamin cuma sedikit bisa bercerita tentang awal mula simbol "samber geledek" itu. Saya juga baru ngeh kok. Begini kisahnya...
Iya, 27 tahun adalah usia ideal untuk mati.
Lihat Kurt Cobain. Atau Jimi Hendrix. Atau Jim Morrisson. Ketiganya mangkat ketika menginjak usia 27 tahun, umur yang menurut perspektif normal justru dikategorikan "produktif", sedang segar-segarnya untuk bergiat melakoni hidup. Fenomena ganjil "wafat di usia 27" yang banyak terjadi pada musisi rock ini oleh pengamat subkultur diistilahkan dengan 27 Club---sebagian menjuluki sebagai Forever 27 Club.
Edition: October 28, 2009Rock-n-Roll Exhibition: ATHRON MCCANNWhy Sing It When You Can SCREAM IT!:: Playlist, intro, song descriptions, and (most) photos, written and handpicked by Athron Himself ::
...Paying respect to those who know how to get their point across…
Yang masih diingat oleh Donald P. Brautigam agak samar adalah, suatu hari di pertengahan tahun 1985, Don diminta oleh manajemen Metallica untuk mendesain sampul album Master of Puppets. Tanpa secuilpun sempat mendengarkan "colongan" tembang-tembang dari album yang kini menjadi salah satu jejak monumental thrash metal, Don berangkat mengerjakannya menggunakan medium acrylic, airbrush dan paintbrush. Artis lulusan The School of Visual Arts tahun 1971 ini cuma butuh 3 hari untuk menyelesaikannya (seraya mengerjakan projek komersial lainnya).
Jangankan untuk skala lokal Bali, dalam lingkup nasional sekalipun cuma ada sedikit band yang mampu melewati satu dasa warsa. Superman Is Dead (SID) adalah satu dari segelintir kelompok musik yang sanggup eksis bukan hanya melewati rentang sepuluh tahun tapi juga, hebatnya lagi, dengan personel yang sama, tak berubah, sejak awal berdiri.
Foto kiri: Patti Smith saat CBGB ditutup pada 15 Oktober 2006CBGB memang sudah tutup usia pada 2006. Klub legendaris tersebut, menurut sang pendiri, Hilly Kristal, rencananya dipindah ke Las Vegas. Tapi dia keburu meninggal. Saya kurang tau apa akhirnya jadi dipindah ke Vegas apa tidak (maybe you guys know?).
Namun tepat di lokasi dimana CBGB dulu berada, 315 Bowery, Bleecker Street, Manhattan, New York City; sekarang sudah diambil alih oleh John Varvatos, salah satu desainer pakaian terpanas di Amrik saat ini---yang belakangan juga nyumbang rancangannya untuk Converse kelas premium (dengan label: Converse by John Varvatos) yang tentu saja harganya lebih mahal dari biasanya.
Pada 3 Februari 1959 terjadi sebuah kecelakaan pesawat terbang di sekitar Clear Lake, Iowa, Amerika Serikat. Musibah tragis itu merenggut nyawa tiga musisi terkenal di era tersebut yaitu Buddy Holly, Ritchie Valens serta J.P. Richardson a.k.a The Big Bopper. Bisa jadi karena 3 artis yang mempunyai nama besar tewas sekaligus secara bersamaan maka gelagat pesimistik langsung menyeruak di banyak orang seolah serentak menyimpulkannya sebagai: the day the music died.
Berikut adalah daftar sekelompok kecil album yang dalam konteks musikal berkualitas fenomenal, single-nya meraih popularitas menjulang, tapi sampul depannya duh-gusti ultra garing.
Beken sih, keren sih, cuman artwork-nya butut. Gimana dong?
Edition: October 21, 2009Rock-n-Roll Exhibition: ADIB HIDAYATACRI ~ Aku Cinta Rock Indopahit:: Playlist, song descriptions, and photos, written and handpicked by Adib Himself ::