search

Kumpul dan Ide Segar Coworking Space

Beberapa pekan silam saya banyak menghabiskan waktu di Bali, hampir 1,5 bulan. Selain dalam rangka menyeleseaikan biografi Superman Is Dead serta beberapa projek lain.

Video: Play Melbourne

A non-traditional approach to promote a city and its dynamic. Awesomeness!

Never Say Die, Jakarta Rock Parade

Tulisan—lebih tepatnya curhat—yang bermaksud menyemangati Jakarta Rock Parade ini sejatinya adalah materi lawas (tayang di Musikator pertama kali pada Juli 2009), walau pamali untuk dibilang usang. Memang, di kala itu belum ada konser rock lokal berskala gigantik. Belum ada yang nekat-berani mati menyelenggarakannya. Dan saya tidak rela jika Jakarta Rock Parade layu sebelum berkembang. Saya memimpikan Indonesia memiliki festival musik rock sekaliber Ozzfest. Syukurnya tidak lama berselang muncul kemudian Java Rockin’Land, yang bukan cuma bermutu tinggi, tapi juga termegah se-Asia Tenggara. Artinya spirit Jakarta Rock Parade menolak dimatikan. Yay.

Ya, artikel ini sengaja tetap saya tampilkan di situs pribadi saya ini demi mendokumentasikan perspektif yang pernah saya tuangkan agar menjadi lebih rapi, tak lagi berceceran tak beraturan, bisa menjadi arsip yang sahih lagi sinambung.

ALTAMONT SPEEDWAY FREE FESTIVAL

Bagi rekan-rekan yang telah lanjut usia—30 tahun ke atas, atau penggemar fanatik The Rolling Stones, atau punya ketertarikan gigantik pada so-called “Sex, Drugs and Rock & Roll”—pasti pernah menonton film dokumenter Gimme Shelter atau minimal sempat mendengar kisah legendaris tentang konser gratis pada 6 Desember 1969 di Altamont Speedway, California, Amerika Serikat.

Pertunjukan tanpa tiket—lebih populer dengan tajuk Altamont Free Concert—yang menghadirkan nama-nama besar macam Santana, Jefferson Airplane, The Flying Burrito Brothers, The Grateful Dead, Crosby, Stills, Nash, and Young; serta Mick Jagger & co. sebagai penampil utama itu bukan saja mampu mengundang hingga 300 ribu orang untuk datang, seraya menyisipkan sisi tak terduga: 4 bayi dikabarkan lahir di arena konser, pula menyertakan sisi kelam: 2 orang tewas akibat kecelakaan bermotor, 1 orang tenggelam, dan—ini dia—1 orang terbunuh. Mari menyimak lebih jauh soal apa/siapa/kenapa sampai terjadi huru-hara berujung maut.

Follow Instagram

RUDOLF DETHU

Scroll to Top