Rock-n-Roll Exhibition: NASTA SUTARDJO

Edition: October 13, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: NASTA SUTARDJO
90s Big Bad Boutique

:: Playlist, intro, and song descriptions, handpicked and written by Nasta Herself ::

I’m having a total revelation. Who would’ve thought you missed the 90’s so bad? I mean it literally kicks off the word “Phat” and created the hair gel “just got out of bed”, wearing tucked-in t-shirt on a bootcut jeans is fine? Those kind of ridiculousness reminds me of my good old days, skipping and got dropped out from college. Yes. I was, in fact a ruthless UI student who got kicked out after 6 month of absentee. Being a “good” apprentice that I am, determined to leave the country to, so to say, discovering British scene. And all I got was a revelation of a self righteousness and blinded me from seeing the fact that no man can ever defeat the female power.

Growing up in the 90’s is such an advantage. The decades helped form and shape my independent music taste. Growing out from the heavy metal/glam rock scene, I was a real sucker to alternative rock panorama. Then the girl band/singer scene really kicks in. It further become the gesture of my works. Did attempt to form an all girl band. Twice. Sucked on it. My salutation to all of the absolute wicked female bands/singer that rocked my cradle. The wind is blowing the other way. Channeling kinda lo-fi rock 90’s groove all the way, with a twist. From the alternative rock to shoegazing until the era of the forgotten trip hop to disco, nevermind the bollocks, here is the 90’s female band! Thanks Mr. Dethu for bring me back there!

Rock-n-Roll Exhibition: BELINDA KAZANCI

Edition: October 27, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: BELINDA KAZANCI
Femme Voices Extraordinaire

:: Playlist, intro, song descriptions, and (most) photos, written and handpicked by Belinda Herself ::

I recorded a song called, I Fall to Pieces, and I was in a car wreck. Now I’m worried because I have a brand-new record, and it’s called Crazy!
~ Patsy Cline

When you write, as an artist, you do it to capture and hold a chapter of your life in the palm of your hand. Every lyric, every melody, every spark of idea, has a life of its own.A It comes from experiencing love, anger, joy, pain, heartache, loss, all those emotions that make us human. When a song is born it becomes a part of you, and every time you hear it you get to relive that same moment over again.

Throughout history, there have been so many extraordinary female artists who have made a tremendous impact on humanity. I chose this selection of songs and artists because each and every one of them has inspired me throughout my personal musical journey and continues to every day. This playlist is for all those extraordinary women who have chosen to be naked to the world and allow the public to see into them. This takes more courage than one can ever imagine.

Peace & Delight,
Belinda
*Echocell*

Rock-n-Roll Exhibition: INDRA AMENG

Edition: April 07, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: INDRA AMENG
33 Songs of My Monday Mayhem Playlist

:: Playlist, intro, song descriptions, and (a few) photos, written and handpicked by Ameng Himself ::

Playlist ini spesial saya siapkan untuk dimainkan pada acara Monday Mayhem di bar legendaris, Parc, enam tahun yang lalu. Pertama kali saya diundang main sebagai Guest DJ di Monday Mayhem oleh Nasta Sutardjo pada tanggal 1 Maret 2004, saya langsung berpikir untuk mainin set list yang saat itu belum diputarkan di Parc. Idenya adalah memutarkan lagu-lagu yang bisa bikin suasana ramai hingar-bingar, bisa sing-along, dan teriak-teriak bersama. Untuk itu saya perlu musik yang keras, bikin semangat, sekaligus juga lagu-lagu yang bisa dinyanyiin bareng-bareng. Karena itu saya memilih membuat spesial set tribute untuk era 80s glam metal dan hair metal band setiap main di Parc. Era rock yang menghasilkan banyak lagu-lagu anthemic, yang bikin anak-anak muda di tahun 80an pengen nge-band dan punya rambut gondrong.

Masa 80an ini jadi salah satu periode yang menyenangkan buat saya. Semasa masih di kelas 4 Sekolah Dasar tahun 1984, saya suka nginep di rumah kakak sepupu saya di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dia mengkoleksi banyak kaset-kaset album rock dari mulai Kiss, Rush, Iron Maiden, Van Halen dan masih banyak lagi lainnya. Dari situ, saya suka mendengarkan kaset-kasetnya dan mulai mengidolakan band-band tersebut, sampai ikutan mengkoleksi kaset-kaset keluaran Team Records dengan titel Rockline, Aquarius, Yess, dll. Berlanjut dengan beli majalah Vista yang banyak memuat foto-foto dan berita band-band rock idola saya, beli poster band, beli kaos band di Ratu Plaza, dan ikut nonton konser di Bulungan. Lagu-lagu dari band-band inilah yang jadi soundtrack masa ABG saya. Gara-gara kakak sepupu saya ini, saya lebih banyak menghabiskan masa remaja mendengarkan lagu-lagu Motley Crue, Iron Maiden, Metallica, Anthrax, dkk, dan bukan Duran-Duran atau Spandau Ballet.

Kembali ke Parc, saat pertama main di Parc dengan playlist ini, saya meminta sebuah mikrofon, yang awalnya saya pergunakan untuk berbicara sedikit membuka set sebelum lagu pertama diputar, dan baru kemudian mikrofon dibuka untuk siapa pun yang ingin ikut bernyanyi. Kemudian keterusan menjadi kebiasaan untuk selalu menyediakan mikrofon setiap main. Setelah sempat dua kali main sebagai DJ amatiran, rasanya garing juga main sendokiran…, baru kemudian saya ajak Indra Tujuh (yang punya selera sama dan emang DJ beneran hehehe) sebagai partner untuk mainin playlist ini, dan jadilah duet DJ Duo Indra sebagai spesialis lagu-lagu era 80s glam metal dan hair metal band di Parc.

Playlist ini saya dedikasikan untuk Monday Mayhem, teman-teman yang mengenang masa muda di tahun 80-an, juga untuk berbagi kepada mereka yang nggak ngalamin era rock 80an dan tentunya untuk menghibur hati yang luka hehehe…

PS: Oh ya, terima kasih pada partner saya, Agent Virgo Ago Go yang mengusulkan pada saya agar men-share playlist ini di program The Block Rockin’ Beats.

Rock-n-Roll Exhibition: RIDWAN RUDIANTO

Edition: June 09, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: RIDWAN RUDIANTO
Beats & Pieces

:: Playlist, intro, and song descriptions, written and handpicked by Ridwan Himself ::

Sebagian besar lagu di play list ini saya ambil dari koleksi CD yang banyak dibeli antara tahun 1996-1999.

Tidak banyak memori pribadi yang tersimpan, melainkan hanya rangkaian nada yang disusun baik untuk menciptakan mood yang khusus.

Pengalaman sulitnya merangkai, saya menemukan ada beberapa lagu favorit yang ternyata tidak bisa dilepas dari albumnya untuk dimasukkan ke playlist ini.

Mungkin di sana tangguhnya beberapa musisi menyusun tracklist album hingga kita tidak tega untuk mencomot setiap individual track-nya.

Pemilihan lagu juga mempertimbangkan faktor jam tayang acara di malam hari, karena ternyata tidak semua musik cocok di dengar di kala langit gelap

Demikian sudah, selamat malam, selamat menikmati.

Rock-n-Roll Exhibition: ARIBOWO SANGKOYO

Edition: March 17, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: ARIBOWO SANGKOYO
Nyanyikanlah Hidup Kita!

:: Playlist, intro, song descriptions, and (most) photos, written and handpicked by Ribosa Himself ::

Saya bersaksi bahwa tiada hidup selain musik dan
saya bersaksi bahwa lagu-lagu berikut adalah penyelamat kewarasan saya.

Semoga kita dikembalikan ke distorsi yang ‘benar’ dan
terbebas dari godaan pasar yang terkutuk.

Amin.

Rock-n-Roll Exhibition: DEWA PALGUNA

Edition: September 29, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: DEWA PALGUNA
A Glimpse Journey to the Past

:: Introduction and playlist, written and handpicked by Palguna Himself ::

Perkenalan saya dengan (pe)musik rock terjadi bersamaan dengan “kerja paruh waktu” yang saya lakoni secara mingguan sebagai anak jalanan di Terminal Kereneng lebih dari tiga puluh tahun lalu: menjadi pengasong koran mingguan dan majalah. Dari perkenalan itu berlanjut ke “percintaan” lewat poster-poster yang memenuhi kamar kos saya―seorang anak SMP kelas dua―yang berdinding gedek di sebuah gang sempit di Jalan Plawa, Denpasar Timur, Banjar Pagan Tengah namanya.

Percintaan itu berlanjut menjadi semacam kegilaan: dengan satu blocknote kecil berbentuk dompet yang ada resluiting-nya mulailah pertuangan saya memulung cerita tentang dan sekitar dunia musik dan bintang rock. Satu blocknote setebal dua jari selebar dompet, betapa pun “font” aksara dibuat sangat irit tatkala menulisinya, dalam waktu tiga tahun hanya menyisakan dua lembar kosong untuk saya tulisi. Tetapi dua lembar kosong itu tak kan pernah tersentuh aksara dari tangan saya lagi karena blocknote berwajah dompet itu rupanya menarik perhatian tukang copet. Ya, Anda benar: blocknote itu raib dicopet orang―sudah pasti karena dikira dompet penuh uang―dalam perjalanan antara Muntilan – Borobudur tahun 1981.

Berakhirkah “percintaan” saya dengan musik rock? Sama sekali tidak. 90 % isi “dompet” itu masih saya ingat ketika saya melamar jadi penyiar di radio FM pertama di Bali tahun 1987. Saya ingat betul bagaimana Pak Dedy Sonata, yang mewancarai saya, hampir tak percaya bagaimana dari mulut seorang dosen muda bidang hukum (ya, saat itu saya sudah mulai mengajar di almamater saya, Fakultas Hukum Universitas Udayana) meluncur bak air bah kisah-kisah tentang lagu dan penyanyi rock. Tak perlu berpanjang kata, lamaran saya jadi penyiar tak bertepuk sebelah tangan.

Para rock mania se-“iman,” hidup ini memang mengagumkan, penuh kejutan. Seperti halnya hari ini: enam jam setelah Anda mendengar lagu terakhir dalam playlist ini, ketahuilah bahwa saat itu saya sedang berhadapan dengan 8 orang guru besar dalam bidang ilmu hukum di Universitas Indonesia, Jakarta. Beliau adalah para profesor yang akan menguji saya dalam presentasi seminar hasil penelitian disertasi saya. Siapakah hari ini yang lebih berbahagia dari saya yang bahkan di saat ujian ketika usia telah melampaui kepala empat pun tetap ditemani oleh musik rock?

Rock-n-Roll Exhibition: JIMI MULTHAZAM

Edition: September 15, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: JIMI MULTHAZAM
Hanya Aku, Musik dan Lantai

:: Introduction and playlist, written and handpicked by Jimi Himself ::?

Semua lagu di list ini, band-nya gue ambil secara asal menurut abjad. Yang gak bikin gue bergoyang gue delete.

Lalu gue setel dengan volume keras. Yoieah!
Semua karya mereka bikin gue jumpalitan, salto, sliding di kamar sendirian.
Ini pesta pribadi, tapi jika elo mau ikut dengan gue…..hayo silakan.

Kalo lagu ini terlalu keras buat kuping elo, tandanya elo udah uzur!
Kalo lo merasa sound mereka busuk, tandanya selera lo bermasalah.
Gak usah mikir susah-susah. Rasakan beat-nya merasuk dalam darah.
Biarkan sound mereka menjalari kulit lo dan biarkan kaki lo zig zag di sela-sela irama yang berhimpitan.

Rock-n-Roll Exhibition: MARZUKI MOHAMMAD

Edition: September 01, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: MARZUKI MOHAMMAD
Animisme Progresif

:: Introduction and playlist, written and handpicked by Zuki Himself ::

Aku lahir di Prambanan, daerah di mana hingga sekarang banyak terdapat candi-candi Hindu dan Budha. Ironis, karena eksistensi candi-candi itu tidak didukung oleh komunitas religius, kecuali di hari raya agama-agama tersebut. Aku juga sadar bahwa candi itu dibangun tak jauh dari abad di mana Nabi Mohammad hanya bisa memugar Ka’bah di Mekkah dalam teknik arsitektur yang paling sederhana, dan sekarang menjadi kiblat sembahyang mayoritas penduduk Indonesia.

Jika melihat aku saat ini, potret ironi tentang tempat dimana aku lahir tersebut juga tergambar jelas; sebagai anak seorang ustadz, ketua Muhammadiyah di daerah tersebut, juga pendiri pesantren setempat, sejak kecil dididik sebagi muslim. Bapak dari Hidayat Nur Wahid, mantan presiden PKS itu, selalu menjadi wakil bapakku, maka tidak heran jika sekarang dua kakakku adalah DPR PKS, maka jangan heran nama aseliku Marzuki Mohammad.

Dengan background semacam itu tentu waktu kecil aku mendegar lagu-lagu nasid dan musik-musik bernuansa Islami, untungnya juga mendengar gamelan dan menikmati kesenian-kesenian tradisional di daerah setempat. Jika kemudian aku menjadi seperti sekarang, tentu ada masa di mana aku menghabiskan banyak energi dan waktu yang sangat panjang untuk bernegosiasi dan berkompromi dengan keluargaku tentang jalan hidup yang aku pilih dan percaya.

Aku memulai petualangan musikal secara serius baru ketika SMA. Tapi juga banyak sekali yang akan terlewat jika aku membuat playlist untuk mempresentasikan petualangan tersebut, karena aku selalu berusaha mendengar dan menikmati genre musik apa pun, juga karena saat ini semua idola bagiku sudah mati; itu kenapa aku punya alias Kill the DJ—if DJ is a God, I’ve killed lots of Gods! Juga lumayan susah mengingat-ingat karena koleksi record-ku pernah hilang ketika rumahku kerampokan waktu aku tinggal di Paris.

Rock-n-Roll Exhibition: EDY KHEMOD

Edition: August 25, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: EDY KHEMOD
Music for the (Next) Jilted Generation

:: Playlist, intro, and song descriptions, handpicked and written by Khemod Himself ::

Hai anakku yang belum lahir, apa kabarmu!

Walaupun kamu belum muncul di dunia ini, tapi Ayah ingin memberi peninggalan untukmu. Sayangnya aku bukan miliarder, jadi belum bisa memberimu mobil mewah atau kapal tanker. Jadi apa boleh buat, untuk sementara Ayah beri kamu sesuatu yang tidak kalah kerennya: Playlist Ayah. Sedikit bagian dari Ayah, semacam artefak dari jaman jahiliyah Ayah untuk kamu ketahui.

Nak, semoga selera musik Ayah masih masuk dengan seleramu. Jadi tidak sia-sia perjuanganku berhari-hari mencoba membuat playlist ini. Kalau ternyata selera kita tidak nyambung, ya maaf kalau begitu. Tapi coba saja dengarkan sebagai wawasan, mudah-mudahan bermanfaat di pergaulan nanti. Tidak kuper lah paling ngga. Lagu-lagu yang membentuk masa pertumbuhan Ayah, mulai dari jaman Ayah kecil diam-diam menyelinap ke kamar pakde-pakdemu, mendengarkan Genesis dan Rush, main ke rumah pakde Arian mendengarkan Iron Maiden & Metallica, masa-masa ABG Ayah di panggung-panggung Saparua Bandung, bermain skate di TLL Bandung, hingga gemerlap dunia malam di ibukota (itu lain cerita, nanti Ayah ceritakan lain waktu… kalau tidak malu).

Nak, semoga playlist 2 jam ini bisa menjadi kenang-kenanganmu tentang Ayah. Paling tidak kamu bisa cerita ke teman-teman sekolah kamu, kalau Ayah kamu selera musiknya ngga jelek-jelek amat. Dan memudahkan kamu mendapat pasangan ketika sedang puber nanti.

Wham! Bang! You’re Dead, Man!: Soundtracks of Last-Kiss Goodbye

Edition: September 08, 2010

Wham! Bang! You’re Dead, Man!

Today is the 1st anniversary of BlokRokinBeats. Each and every person who participated/doing exhibition before, was asked to pick one song with special theme: a track that they would use for their funeral, soundtrack of their last-kiss goodbye, song to overdose to, farewell-and-wish-you-well (or hell), a solid calibre of “danse macabre”.

Rock-n-Roll Exhibition: ODDIE GETAH

Edition: August 18, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: ODDIE GETAH
Oddrockinbeats

:: Playlist, intro, song descriptions, written and handpicked by Oddie Himself ::

This is not one of those “to die for”, “can’t live without” or “the ultimate” playlists. These are the songs to make love to (or fix your bike to—whatever).

Rock-n-Roll Exhibition: SIMON GRIGG

Edition: August 11, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: SIMON GRIGG
Extended Play

:: Playlist, intro, song descriptions, and some of the photos, written and handpicked by Simon Himself ::

As a kid growing up in suburban Auckland in the late 1960s, 1970s and 1980s good music was very hard to find. The commercial radio was awful, dominated by mainstream pap with a couple of hours of harder edged rock’n’roll late at night.

Then came pirate radio and the underground and it opened a whole new world of adventure to me. Radio didn’t have to be pap. I starting hunting out the sounds I was hearing on my radio under the blankets late at night when I was supposed to be asleep, most especially the bands that were making the sorts of raw garage rock’n’roll in my hometown. By age 16 I was sneaking out and was a regular, under-aged, fixture at the various clubs and bars where bands, most of whom were never recorded, played.

It was a short step from there to the forming my own band and then my own label. It set me on a journey I’m still enjoying.

I’ve always liked to be challenged by music and almost everything here pushed the boundaries of contemporary music at the time they were released. And they are tunes…every last one of them.

Follow Instagram

Scroll to Top