Black Betty
Hello again Monday. Here’s a down and dirty groove, killer rock riffs to beat the blues: Black Betty.
Read
Anugerah Musik Bali: Puncak Digdaya Skena Pulau Dewata
Bali kembali berulah, membuktikan diri sebagai sosok yang walau kecil namun begitu kuat sekaligus berbahaya.
Read
Geliat Musik Bali: Kecil, Kuat, Berbahaya
Tanpa terasa, tiada dinyana, sebentar lagi kita bakal masuk ke tahun baru 2019. Jika seksama diperhatikan, di skena musik, ada fenomena menarik yang terjadi.
Read
IMELDA MAY GOT A BOOM BOOM
Imelda May turned 44 today. Happy birthday and thanks for your contribution to rockabilly!⁣
Read
PROPAGANDA, MUSIK & AKTIVISME
Rudolf Dethu adalah sosok di balik panggung dalam kesuksesan band-band asal Bali. Mulai dari Superman Is Dead sampai The Hydrant merasakan tangan dinginnya.
Read

ESF: Titik Dua

Sejawat Penyuka Bahasa Indonesia,

Berikut adalah tulisan nan menggelitik bertajuk Titik Dua dari Eep Saefulloh Fatah yang dimuat di majalah Tempo edisi 12 Januari 2009 di kolom Bahasa.

Eep, selain merupakan pengamat politik muda yang bernas adalah juga suami mutakhir dari Sandrina Malakiano (para lelaki Bali seumuran anggota boyband New Kids On The Block pasti tahu siapa wanita cantik dan pintar ini). Eep kali ini pecicilan soal kebahasaan. And he does it well. Really well.

Tonite! 33 Songs of My Monday Mayhem Playlist!

Upcoming Rock-n-Roll Exhibition: INDRA AMENG
33 Songs of My Monday Mayhem Playlist

:: Playlist & notes, handpicked & written by Ameng Himself ::

Playlist ini spesial saya siapkan untuk dimainkan pada acara Monday Mayhem di bar legendaris, Parc, enam tahun yang lalu. Pertama kali saya diundang main sebagai Guest DJ di Monday Mayhem oleh Nasta Sutardjo pada tanggal 1 Maret 2004, saya langsung berpikir untuk mainin set list yang saat itu belum diputarkan di Parc. Idenya adalah memutarkan lagu-lagu yang bisa bikin suasana ramai hingar-bingar, bisa sing along, dan teriak-teriak bersama. Untuk itu saya perlu musik yang keras, bikin semangat, sekaligus juga lagu-lagu yang bisa dinyanyiin bareng-bareng. Karena itu saya memilih membuat spesial set Tribute untuk era 80s Glam Metal dan Hair Metal Band setiap main di Parc. Era Rock yang menghasilkan banyak lagu-lagu “anthemic”, yang bikin anak-anak muda di tahun 80-an pengen nge-band dan punya rambut gondrong.

Masa 80-an ini jadi salah satu periode yang menyenangkan buat saya. Semasa masih di kelas 4 Sekolah Dasar tahun 1984, saya suka nginep di rumah kakak sepupu saya di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dia mengkoleksi banyak kaset-kaset album Rock dari mulai Kiss, Rush, Iron Maiden, Van Halen dan masih banyak lagi lainnya. Dari situ, saya suka mendengarkan kaset-kasetnya dan mulai mengidolakan band-band tersebut, sampai ikutan mengkoleksi kaset-kaset keluaran Team Records dengan titel “Rockline”, Aquarius, Yess, dll. Berlanjut dengan beli majalah Vista yang banyak memuat foto-foto dan berita band-band Rock idola saya, beli poster band, beli kaos band di Ratu Plaza, dan ikut nonton konser di Bulungan. Lagu-lagu dari band-band inilah yang jadi soundtrack masa ABG saya. Gara-gara kakak sepupu saya ini, saya lebih banyak menghabiskan masa remaja mendengarkan lagu-lagu Motley Crue, Iron Maiden, Metallica, Anthrax, dkk, dan bukan Duran-Duran atau Spandau Ballet ☺.

Kembali ke Parc, saat pertama main di Parc dengan playlist ini, saya meminta sebuah mikrofon, yang awalnya saya pergunakan untuk berbicara sedikit membuka set sebelum lagu pertama diputar, dan baru kemudian mikrofon dibuka untuk siapa pun yang ingin ikut bernyanyi. Kemudian keterusan menjadi kebiasaan untuk selalu menyediakan mikrofon setiap main. Setelah sempat dua kali main sebagai DJ amatiran, rasanya garing juga main sendokiran…, baru kemudian saya ajak Indra Tujuh (yang punya selera sama dan emang DJ beneran…hehehe) sebagai partner untuk mainin playlist ini, dan jadilah duet DJ “Duo Indra” sebagai spesialis lagu-lagu era 80s Glam Metal dan Hair Metal Band di Parc.

Playlist ini saya dedikasikan untuk Monday Mayhem, teman-teman yang mengenang masa muda di tahun 80-an, juga untuk berbagi kepada mereka yang nggak ngalamin era rock 80-an dan tentunya untuk menghibur hati yang luka… hehehe…

p.s.: oh ya, terima kasih pada partner saya, Agent Virgo Ago Go yang mengusulkan pada saya agar men-share playlist ini di program The Block Rockin’ Beats.

SlumMonkey Millionaire

Kecintaan besar pada grup musik macam Weezer, Nirvana, serta kontingen Alternative Rock 90anlah yang menyatukan mereka bertiga lalu bersepakat membentuk Lucca. Bosan membawakan tembang-tembang milik artis lain, pada Januari 2004, trio asal Jakarta ini memproklamirkan nama baru: Monkey to Millionaire. Perubahan identitas ini sekaligus juga sebagai tonggak peringatan bahwa Wisnu Brahmana (gitar, vokal), Agan Sudrajat (bas, vokal latar), Emir Karshadi (drum), lebih memilih mengusung lagu-lagu sendiri.

Q: Are They Not Manimals? A: They Are Sajama Cut!

Dari sedemikian padat populasi penggiat Indie, yang berhak mendapat atensi gigantik, menurut saya, cuma sejumput. Satu di antara yang sedikit itu adalah Sajama Cut. Selain menonjolkan karakter lirik non-konvensional dan bernuansa abstrak—via Bahasa Inggris yang sempurna—pula menggunakan pendekatan musikal berbeda: Indie Rock nan dinamis, terus berevolusi, tanpa limitasi, kerap memasukkan unsur-unsur musik baru, suatu masa bernafas Country & Folk, suatu saat bernuansa Chamber Pop, suatu ketika ada warna Electronica.

Tonite! Sealed with a Fist!

Upcoming Rock-n-Roll Exhibition: RICKY SIAHAAN
Sealed with a Fist

:: Playlist & notes, handpicked & written by Ricky Himself ::

Beberapa lagu di list ini mengingatkan pada sepotong waktu di masa lalu, tepatnya ketika masih di bangku SD saya diberi buku “Awas Musik Setan!” oleh ibunda. Tindakan ini ternyata kontraproduktif bagi misi awal ibunda, karena ujungnya malah bikin saya semakin penasaran/suka dengan musik ini. Beberapa lagu lain di list ini mengingatkan saya akan momen kekinian dimana cukup banyak orang dari masa lalu yang ketemu saya dan memilih melepas rindu dengan melontar komentar macam “Hey man, masih aja suka t-shirt hitam dan musik-musik keras?” But that’s perfectly okay. Saya hanya tergelak, dan dalam hati makin yakin bahwa passion akan musik ini tak akan pernah menua seperti mereka. 😎

Anyway, genre yang rata-rata adalah Rock pada list ini hanyalah upaya untuk konsisten dengan judul acara ini. Ya. Ini adalah deretan lagu Rock yang sukses. Saya total sepakat dengan seorang teman baik yang menyimpulkan sebuah definisi: lagu Rock yang sukses adalah lagu Rock yang ketika didengarkan, musik dan liriknya bisa bikin kita merasa bangga jadi penggemar musik Rock. Lagu Rock yang sukses adalah lagu yang bisa nimbulin semangat sedemikian rupa yang kadang cukup absurd hingga bisa bikin kita bilang, “I did not choose Rock. Rock chose me”. Haha.

I present you those songs. Songs with beats that rock my fucking block.

Sejarah Bagi Publik, Untuk Ruang Publik

Sejarah adalah pengetahuan untuk semua, bukan hanya objek nostalgia untuk mereka yang mengalami suatu peristiwa sejarah.
Sejarah terus menerus berada dalam proses menjadi, diciptakan kembali oleh setiap pemberi makna dan generasi.
Setiap generasi punya hak untuk mengakses bukti sejarah yang diarsipkan.
Setiap generasi punya hak menciptakan ruangnya sendiri untuk mengunjungi kembali sejarah.

OneDollarForMusic at Live Encounters

by Mark Ulyseas

Bali is inundated with Yayasans (charities) ranging from free eye operations, education, recycling to animal shelters. A number of these Yayasans are doing good work and have made a positive impact on island life. One such organisation is Onedollarformusic, the brainchild of Raoul Thomas Augustine Maria Wijffels a Dutch national residing in Bali.

When I first came across this organisation I assumed it was another scheme to make money off unsuspecting bleeding hearts with a conscience that continually beseeches them to ‘contribute’ to ‘causes’. However, after meeting Raoul (who has over 20 years experience in music, arts, education and management including working as a teacher and music pedagogue at the Conservatories of Amsterdam, Utrecht and Rotterdam) and the Indonesian chairman Rudolf Dethu, it became apparent that this is an organisation that has the potential of becoming a major force in the creative and economic development of young potential musicians across the Indonesian archipelago.

Tomorrow Nite! top ov the pops!

Tomorrow Nite! Wednesday, March 24, 2010

Upcoming Rock-n-Roll Exhibition: OTONG KOIL
top ov the pops

:: Playlist & notes, handpicked & written by Otong Himself ::

sepeerti nonton inbox
ini lagulagu pop yg super katchy di telinga
melodi yg manis lirik yg brilliant
kalo kamu tida suka sebaeknya kamu ngarang lagu sendiri aja

Rock-n-Roll Exhibition: KEKE TUMBUAN

Edition: February 24, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: KEKE TUMBUAN
My Magical Music Trippy Trip!

:: Playlist & notes, handpicked and written by Keke herself ::

…Ceritanya kompilasi gwe ini isinya musik-musik yang outer worldly kerennya sehingga bisa bikin lo terbang tanpa pake sayap.
Kebanyakan fokus ke suara-suara gitarnya. I love guitar sounds so much it’s not even funny (cuz I can’t play it!).

Yang gwe tampilin kebanyakan adalah musisi dan bands yang gwe suka,
dan ada beberapa juga yang gwe anggap membuat gwe suka musik rock tapi not necessarily a band that I still listen too.
Gwe harus berterima kasih kepada kakak cewek gwe yang jauh lebih tua dari gwe umurnya,
plus temen-temen cowoknya, yang dulu sering meninggalkan majalah-majalah musik di rumah gwe.

At a Glimpse: Ambassador Dethu from Bali

by Felix Dass

This music veteran from the land of gods has some simple inspiration for everyone.

Rudolf Dethu comes from Bali, a place where local music is in the minority from time to time.

Although the island is often noted as the melting pot of cultures, the local music scene is way behind that of other parts of Indonesia, and not many local acts have made their way to national recognition.

Acting as manager and propagandist, in 2003 Dethu led his revolutionary legion, Superman is Dead. With words, he simultaneously promoted the band via the Internet. Slowly but surely, the band’s music was heard and started to gain new fans nationwide.

Morfem: Baru Tapi Lama Tapi Baru

Kuartet asal Jakarta ini secara eksistensi tergolong duhai belia, baru resmi berdiri pada 17 Juli 2009. Belum genap setahun. Namun jika menganalisa oknum-oknum yang berada di gerbongnya, murtad rasanya menyebut orang-orangnya sebagai koalisi “kemarin sore.” Coba kita mulai dari sang biduan, Jimi Multazham, misalnya. Di alter egonya yang lain, lebih dikenal sebagai Jimi Upstairs. Benar, dialah frontman dari grup New Wave paling mahsyur setanah air: The Upstairs. Lalu penanggungjawab gitar, Pandu Fathoni, adalah juga anggota kongsi Post-Punk muram, The Porno. Kemudian divisi bas dikomandoi oleh Bramasta Juan Sasongko, yang sekaligus merupakan konseptor JARB, sebuah band beragamakan Stoner Rock. Sementara di departemen drum bercokol Freddie Alexander Warnerin yang berkedudukan pararel sebagai personel kongegrasi Hardcore bernama Nervous Breakdown.

  • Event Calendar
June

July 2019

August
MO
TU
WE
TH
FR
SA
SU
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
Events for July

1

No Events
Events for July

2

No Events
Events for July

3

No Events
Events for July

4

No Events
Events for July

5

No Events
Events for July

6

No Events
Events for July

7

No Events
Events for July

8

No Events
Events for July

9

No Events
Events for July

10

No Events
Events for July

11

No Events
Events for July

12

No Events
Events for July

13

No Events
Events for July

14

No Events
Events for July

15

No Events
Events for July

16

No Events
Events for July

17

Events for July

18

No Events
Events for July

19

No Events
Events for July

20

Events for July

21

No Events
Events for July

22

No Events
Events for July

23

No Events
Events for July

24

No Events
Events for July

25

No Events
Events for July

26

No Events
Events for July

27

No Events
Events for July

28

No Events
Events for July

29

No Events
Events for July

30

No Events
Events for July

31

No Events

Follow Instagram

Scroll to Top