Artikel ini ditulis oleh sejawat logam berat, Samack, pula telah tayang di Jakartabeat.net sejak beberapa hari silam & bertajuk asli "Jejak Iron Maiden di Indonesia". Isinya membahas tentang pengaruh, rekam jejak grup legendaris ini di Nusantara plus sisipan wawancara dengan beberapa sosok yang dianggap mahfum lagi memiliki keterkaitan batin kuat dengan Steve Harris & co. Di antaranya, ya, saya.
Agar lebih mudah mengidentifikasi yang mana jawaban dari wawancara terhadap saya, warnanya saya bikin khusus, beda dengan yang lain. Kebetulan juga saya ditempatkan sebagai pihak paling terakhir dalam menjawab pertanyaan, jadi gampang mengenalinya. ...So, can you play with madness?

About
A music journalist, writer, radio presenter, vinyl DJ, socio-political activist, creative industry leader, band manager, and library diploma holder heavily draws inspiration from punk rock philosophy. Often tagged as the Indonesian version of Malcolm McLaren—or, as Rolling Stone Indonesia put it, the grand master of music propaganda—he is perhaps best known for previously managing Bali’s two biggest bands, Superman Is Dead and Navicula, who have gone on to become two of the nation’s biggest rock bands. The band he now manages is The Hydrant, the pioneer of rockabilly in Indonesia.













