Profil Umum 7 Calon Pimpinan KPK 2010

Artikel ini saya peroleh dari Transparency International Indonesia. Sepertinya layak untuk kita ketahui. Semoga saja yang akhirnya terpilih adalah sosok yang kompeten sehingga penyakit kronis korupsi di negeri ini bisa segera habis dibasmi. Semoga saja.

The Future Case of Stereocase

Kesempatan untuk hidup relatif “enak”, “mudah” serta “mapan” sejatinya sudah di depan mata. Fadli (biduan), Iqif (drum), Icad (gitar), & Donny (bas), yang tergabung dalam institusi Stereocase sempat ditawari tampil reguler di tempat-tempat mentereng di antaranya Blowfish, Pizza e Birra, & Food Kulture. Namun koalisi berkesenian bentukan 2008 ini menafikan kans menjadi pengisi tetap, tak terlalu berminat selamanya menjadi band (rock) cover version. Namun alasan utamanya adalah: mereka ingin berkonsentrasi penuh masuk studio dan merekam lagu.

Tomorrow Nite! Extended Play!

Tomorrow nite! Wednesday, August 11, 2010; 8 - 10 PMUpcoming R-n-R Exhibition: SIMON GRIGGExtended Play:: Introduction and playlist, written and handpicked by Simon Himself :: As a kid growing up in suburban Auckland in the late 1960s, 1970s and 1980s good music was very hard to find. The commercial radio was awful, dominated by mainstream pap with a couple of hours of harder edged rock’n’roll late at night. Then came pirate radio and the underground and it opened a whole new world of adventure to me. Radio didn’t have to be pap. I starting hunting out the sounds I was hearing on my radio under the blankets late at night when I was supposed to be asleep, most especially the bands that were making the sorts of raw garage rock’n’roll in my hometown. By age 16 I was sneaking out and was a regular, under-aged, fixture at the various clubs and bars where bands, most of whom were never recorded, played. It was a short step from there to the forming my own band and then my own label. It set me on a journey I’m still enjoying. I’ve always liked to be challenged by music and almost everything here pushed the boundaries of contemporary music at the time they were released. And they are tunes… every last one of them

Domestic Groove: OPPIE ANDARESTA

DOMESTIC GROOVE ~ Celeb's Chosen Seven is my new column in The Beat (Jakarta) mag. Basically it's an interview via e-mail which focuses on small, intimate, domestic stuff; what Indonesia's public figures are really into, musically speaking. For the very first edition I went upclose-and-personal with Oppie Andaresta.

Rock-n-Roll Exhibition: DEDI KRISTIAN

Edition: July 21, 2010Rock-n-Roll Exhibition: DEDI KRISTIANDaddy-O-Stereo:: Playlist, intro, song descriptions, and photos, written and handpicked by Dedi Himself :: Playlist dibawah adalah normalizer saya di keseharian. Kadang jadi rambu-rambu, kadang jadi ekstase kilat, kadang jadi penenang, kadang menunjukkan siapa saya. Banyak diantaranya adalah musik pengiring saat masih berjumpalitan di pinggir jalan Bali belajar six-step atau air freeze, buat lirik rap dll, disaat anak2 lain berdistorsi dengan gitar listrik dan pakai baju hitam-hitam. Dan lagu2 ini selalu fit in dengan semua periode hidup setelahnya, sampai sekarang. Ditambah dengan lagu-lagu baru yang saya temukan seiring jalan tentunya. All songs define revelations in the long run!

Zeke Khaseli: Makan Salak Lalu Masuk Surga

Di kalangan penggemar musik bukan umum, Zeke Khaseli bukanlah nama asing. Kiprah musikalnya terlacak di wilayah publik sejak saat ia masih bersekolah di Seattle, AS. Kala itu, 2001, pria bernama asli Harris Khaseli dengan grupnya, LAIN, merilis album dalam format cakram digital bertajuk Djakarta Goodbye lewat label sendiri, Our Coffee Records. Diikuti, masih di tahun yang sama, dengan menerbitkan single via label lokal, Flat Spills Records, yang melambungkan reputasinya di tanah air: Veteran Travellers.

Tonite! Bring Back the Memories!

Tonite! Wednesday, July 28, 2010; 8-10 PMUpcoming R-n-R Exhibition: ADE PUTRIBring Back the Memories!:: Introduction and playlist, written and handpicked by Ade herself :: Berikut ini adalah sederet lagu-lagu yang menyenangkan bagi saya pribadi, dan biasanya membangkitkan memori akan suatu masa yang sudah lampau. Sekitar setengah di antaranya adalah lagu-lagu yang seringkali diputar pada masa acara Monday Mayhem di Parc (Jakarta) sedang berjaya. Sisanya adalah lagu yang tanpa disengaja datang ke dalam hidup saya; dan lantas terpilih menjadi lagu wajib di ribuan pagi hari saya untuk memulai hari maupun malam hari untuk menemani saya menghabiskan bir dinginâ€"dengan atau tanpa teman. So, when I throw a party, most likely you’ll hear some of these;

Rock-n-Roll Exhibition: ERIC WIRJANATA

Edition: May 05, 2010Rock-n-Roll Exhibition: ERIC WIRJANATAAnother Reason to Live:: Playlist, intro, song descriptions, handpicked and written by Eric Himself :: ...Lagu-lagu berikut ini mungkin tidak akan merubah hidup anda, tetapi mereka akan membuat malam hari ini terasa lebih indah...

Tonite! Daddy-O-Stereo!

Tonite! Wednesday, July 21, 2010; 8-10 PMUpcoming R-n-R Exhibition: DEDI KRISTIANDaddy-O-Stereo:: Introduction and playlist, written and handpicked by Dedi Himself :: Playlist dibawah adalah normalizer saya di keseharian. Kadang jadi rambu-rambu, kadang jadi ekstase kilat, kadang jadi penenang, kadang menunjukkan siapa saya. Banyak diantaranya adalah musik pengiring saat masih berjumpalitan di pinggir jalan Bali belajar six-step atau air freeze, buat lirik rap dll, disaat anak2 lain berdistorsi dengan gitar listrik dan pakai baju hitam-hitam. Dan lagu2 ini selalu fit in dengan semua periode hidup setelahnya, sampai sekarang. Ditambah dengan lagu-lagu baru yang saya temukan seiring jalan tentunya. All songs define revelations in the long run!

ICEMA: Hitungan Menurun Menuju Pemilihan Kampiun

Setelah melewati 2 periode, 29 April hingga 29 Mei memilih lima grup musik paling favorit di masing-masing kategori, 29 Mei sampai 29 Juni menyeleksi siapa-siapa yang berhak masuk nominasi, maka ajang festival musik bertajuk ICEMA (Indonesia Cutting Edge Music Awards) kini telah memasuki tahap akhir yaitu pengumuman nama-nama pemenang.

Tonite! The Jumper Stomper!

Tonite! Wednesday, July 14, 2010; 8-10 PMUpcoming R-n-R Exhibition: HERU WAHYONOThe Jumper Stomper:: Introduction and playlist, written and handpicked by Heru Himself :: Hola! Berikut ini adalah sederetan tembang-tembang yang selalu melekat di benak saya, setidaknya sampai sekarang. Beberapa juga merupakan pengaruh yang cukup kuat di kedua grup musik saya, sedangkan sebagian lagi adalah sederetan nada dan irama yang mampu mencuri perhatian dan memori di otak saya karena unik dan menarik. Ada juga yang mengingatkan saya ketika masih bercengkrama dengan teman-teman saya dulu di jalanan Gondomanan, yang mana latar belakang musik mereka berbeda-beda (tentu saja waktu itu saya masih, ehm, abal-abal nan labil... LOL ). Bahkan, ada juga yang datang dari masa puber saya di Kuta, Bali. Tembang-tembang ini ada yang datang begitu saja, entah dari seorang kenalan traveler, dari teman yang lama di luar negeri, dari seseorang di bar, teman nongkrong, atau dari sebuah pengeras suara di suatu tempat. Ada juga yang sengaja secara mati-matian siang malam saya cari sampai dapat, dan sebagainya. Sebenarnya, ini hanyalah sebagian kecil, sebab bila saya harus jabarkan semua, kita harus pergi ke dokter bedah otak. So boyz and galz, are you ready for da ride? Vamos!

Rock-n-Roll Exhibition: EKA ANNASH

Edition: June 02, 2010Rock-n-Roll Exhibition: EKA ANNASHPast, Present, Heron & Morphine:: Playlist, notes and (a few) photos, written and handpicked by Eka Himself :: Some of these tracks are obvious classic. But I'm going to try to include a few obscures that I thought was brilliant and didn't have the chance to be explored by (or exposed to) the mass at the time of its release. But then again, maybe it didn't have to. It only belongs to those whom had intimate relation with (and appreciation to) these songs, that makes them extremely vital and relevant from the first place. These songs connect with me in a special way. It has relation to momentum, mental state and memories that happened during the stretch of my childhood, puberty and adulthood. It helped shaping me into a better human being that I am today. Enjoy!
wp_judas_priest_british_steel_1920x1200px_120414164551_2

Sampul Album Cadas Monumental: BRITISH STEEL

Bagi anda penggemar musik cadas---apalagi yang tumbuhkembang di era "Hair Metal"---dijamin familiar dengan imej ekstrem di sebelah kiri ini. Benar, foto jari-jari menggenggam silet berukuran masif tersebut adalah sampul album Judas Priest terbitan 14 April 1980, British Steel. Lagu-lagu dari album karya kontingen asal Birmingham, Inggris Raya, macam Breaking The Law dan Living After Midnight itu sempat menjadi lagu wajib band-band Rock Nusantara di tahun 80-an (mind you, saat itu membawakan tembang karya sendiri belumlah sepopuler sekarang, menjadi duplikat Iron Maiden, dijuluki "The Indonesian Metallica", dsb, adalah sebuah kebanggaan tersendiri). Tangan yang memegang silet tersebut adalah milik Roslav Szaybo, art director British Steel yang asal Polandia. Sementara fotografernya adalah Bob Elsdale. Sebelumnya, di tahun 1979, Roslav dan Bob mengerjakan pula album Priest lainnya yaitu Hellbent For Leather---yang di Inggris diberi judul berbeda, Killing Machine.

rudolfdethu

Scroll to Top