Domestic Groove: APRILIA APSARI

DOMESTIC GROOVE ~ Celeb’s Chosen Seven is my biweekly column in The Beat (Jakarta) mag. Basically it’s an interview via e-mail which focuses on small, intimate, domestic stuff; what Indonesia’s public figures are really into, musically speaking.

For the 13th edition I went upclose-and-personal with Aprilia Apsari.

Rock-n-Roll Exhibition: PHILIPS VERMONTE

Edition: Wednesday, February 09, 2011

Rock-n-Roll Exhibition: PHILIPS VERMONTE
Lagu-lagu Empat Musim

:: Playlist, intro, and song descriptions, handpicked and written by Philips himself ::

Siapa tak kenal mahakarya komponis besar Italia, Antonio Vivaldi yang berjudul The Four Seasons (Le Quattro Stagioni). Mahakarya ini terdiri dari empat set orkestrasi biola dimana Vivaldi ‘berkisah’ tentang empat musim: spring, summer, autumn/fall, winter.

Menjadi mahasiswa di Amerika dalam lima tahun terakhir memberi saya kesempatan menikmati (juga mengalami derita) empat musim yang bergerak dari satu ekstrim ke ekstrim lain. Membuat list lagu terbaik adalah tugas maha berat. Maka, saya melarikan diri dengan memilih sekedar menulis lagu-lagu yang menemani saya melalui empat musim setiap tahun, selama lima tahun terakhir.

Jakarta 2011: Sentra Konser Musik Asia

Versi Bahasa Indonesia silakan klik di sini

In the context of international entertainment, last year brought a lot of hope to Jakarta. So many overseas musicians were involved (Java Jazz 2010 itself brought 430 musicians alone). The calibre of the festivals became much bigger (Java Rockin’Land was considered to be the largest rock event in South East Asia). More and more world famous bands came and played (311, Placebo, Smashing Pumpkins, to name a few).

How about 2011? It gets even more huge. The early of this new year N.E.R.D. will play in Istora Senayan. A bit after that Ne-Yo also perform at the same venue. In February there’ll be Deftones, Iron Maiden and New Found Glory. In March Stone Temple Pilots. In April Jimmy Eat World & Maroon 5. From this list the general public can be optimistic that the music show in Indonesia will be even more dynamic. We won’t be too surprised if Jakarta or Indonesia could reach at least “Asia’s Rock Mecca” status in 2011…

Rock-n-Roll Exhibition: MARCEL THEE

Edition: May 19, 2010; 8-10 PM

Rock-n-Roll Exhibition: MARCEL THEE
It’s Fascist-lite, I Know, But Yeah…

:: Playlist & notes, handpicked & written by Marcel Himself ::

These are songs I grew up and down with. Songs I took my first and last hit with. Songs I played various livid games to. Some of them are current, most are old, but all are part of my 29-odd years in the world.
Tentu aja ada terlalu banyak yang juga dapat merepresentasikan hidup gue dengan sempurna sampai sekarang; tapi gue memilih spesifik lagu-lagu ini karena kontrasnya mereka yang mencerminkan kontrasnya public persona gue dan band gue sehubungan dengan pertanyaan: “Kok Sajama Cut berubah-rubah terus sih musiknya?”
Don’t limit your love, that’s what I say.

Lastly, I hope this song will let people know how to approach your love for music to as opposed to listening to what the white jeans-ed guy next to them – or SPIN (Yuhhccc) or maximumrocknroll or RS or whatever is telling them to. It’s fascist-lite, I know, but yeah…

Tonite! Butuh Beli Kaset C Berapa?

Tonite! Wednesday, June 30, 2010; 8 – 10 PM

Upcoming Rock-n-Roll Exhibition: BIN HARLAN
Butuh Beli Kaset C Berapa?

:: Playlist & notes, handpicked and written by Bin Himself ::

Saat masih kuliah, cukup sering saya melihat eksekutif muda memborong CD progressive rock di Aquarius Pondok Indah. Waktu itu saya hanya terus membatin,”Nanti kalau gue udah kerja, giliran gue yang kayak begitu. Gue borong CD-CD kesukaan gue”. Kenyataannya, sampai sekarang saya tak kunjung mapan. Hingga di era penampakan dan perdagangan vinyl di Facebook, saya hanya mampu membeli sedikit demi sedikit CD band luar negeri di toko-toko tenar yang kian sepi.

Menggeluti permusikan menggiring pada dua hal: rasa penasaran dan jiwa koleksi.
Penasaran ketika bertemu visual, membaca resensi album, atau mendapat informasi tentang sebuah band dari teman-teman. Jiwa kolekasi membuat suasana toko rekaman musik seperti sekuntum dongeng hangat. Tapi, rasa penasaran dan jiwa koleksi senantiasa dihadang hambatan: akses mendapatkan barang yang diinginkan dan kondisi keuangan. Sulit. Solusinya: teman-teman dan kaset (belakangan CD) kosong

Merekam dan direkamin adalah petualangan. Berlama-lama di kamar teman untuk membuat kompilasi. Menulis judul-judul lagu. Menyalin sampul CD impor menjadi sampul kaset fotokopian. Pertanyaan penutup saat ingin direkamin sebuah album rekaman bisanya masalah durasi, “Butuh beli kaset C berapa?”

Kadang-kadang saya membuat rekaman Single atau EP. Saat meminjam sebuah album, saya malah membeli kaset kosong C 15, memilih lagu-lagu tertentu di CD pinjaman itu untuk dijadikan rekaman mini versi sendiri. Atau kebalikannya, membeli kaset C90 untuk bisa membikin split album versi suka-suka.

Pernah juga seorang teman mengirim surat dari luar negeri disertai kaset kosong yang telah diisi oleh lagu-lagu James Iha.

Tapi sayangnya, sesungguhnya tak banyak teman-teman saya yang menyukai musik-musik yang “sealiran” dengan saya. Atau dengan kata lain: saya kurang bergaul dengan “anak underground”. Akibatnya, sumber untuk membuat kaset-kaset rekaman tidaklah banyak. Sangat sering saya penasaran dengan sebuah band tapi tak kunjung bisa mendengarkan dan memiliki albumnya karena keterbatasan sumber tersebut.

Cara membuat playlist saya ini adalah dengan metode “Rekamin gue, dong” yang klasik itu. Saya ke kamar kerja seorang teman, mengecek lagu-lagu di komputernya, dan membuat kompilasi dari stock lagu yang tersedia di sana. Lebih spesifik lagi, lagu-lagu yang saya pilih dari komputer itu adalah lagu-lagu yang pernah saya rekam atau pernah direkamin oleh teman untuk saya.

Kaset dan CD kosong membantu dahaga musik dengan lika-likunya. Termasuk lupa memencet tombol “record”…

Tonite! Past, Present, Heron, & Morphine!

Upcoming Rock-n-Roll Exhibition: EKA ANNASH
Past, Present, Heron & Morphine

:: Playlist & notes, handpicked & written by Eka Himself ::

Some of these tracks are obvious classic. But I’m going to try to include a few obscures that I thought was brilliant and didn’t had the chance to be explored by (or exposed to) the mass at the time of its release. But then again, maybe it didn’t have to. It only belongs to those whom had intimate relation with (and appreciation to) these songs, that makes them extremely vital and relevant from the first place.

These songs connect with me in a special way. It has relation to momentum, mental state and memories that happened during the stretch of my childhood, puberty and adulthood. It helped shaping me into a better human being that I am today.

Enjoy!

Tonite! Bhinneka Tunggal Rocka!

Upcoming Rock-n-Roll Exhibition: FIRMAN PRASETYO
Bhinneka Tunggal Rocka

:: Playlist & notes, handpicked & written by Firman Himself ::

Saya adalah seorang anak tunggal.

Orang bilang jadi anak tunggal itu selalu dimanja dan enak. Enak matamu kuwi. Well, fuck me. Saya tidak pernah dimanja di rumah. Tapi untuk urusan musik, saya mendapat kehormatan layaknya raja. Ada satu pesawat televisi dan satu perangkat pemutar kaset di ruang tengah rumah saya. Yang satu dipake simbok buat nonton sinetron, satu lagi murni otoritas almarhumah Mamah. Beliau membiarkan radio menyala hampir setiap saat. Hanya berhenti ketika waktu tidur tiba, rumah kosong ditinggal bepergian, rusak atau mati lampu. Dari situlah semua racun bernama musik ini menyebar dan akut menginfeksi.
Lazimnya tiap bocah lelaki yang beranjak dewasa dan belajar memberontak (dulu, alay itu dikenal dengan nama ABG), saya mulai kenal musik Rock dengan puluhan anak cabangnya. Saya juga mulai bergaul dengan preman kampung dan jagoan di sekolah. Mendengarkan musik cadas sambil begajulan. Keliatan keren kan cyiiin?

Waktu berlalu. Referensi musikal datang silih berganti. Trend datang dan pergi. Setiap genre diuji dengar. Semua aliran rakus dilahap. Aduk racik jadi satu masuk kuping. Bhinneka Tunggal Rocka, berbeda-beda tapi larinya ke Rock juga.
Hingga akhirnya semua itu sempat membawa saya duduk di kursi music director di sebuah radio di kota Solo. Instansi dimana saya bebas menyusun playlist harian untuk memprovokasi agar pendengar sejenak terdistraksi dari Anang — Syahrini dan kembali mendengarkan Morrissey. Dasar penyusunan playlist ini adalah, percaya atau tidak, hanya berdasarkan mood dengan bahan yg diambil dari folder lagu-lagu favorit sepanjang masa. Karena untuk meringkas semua lagu-lagu favorit dan bersejarah hanya ke dalam 120 menit adalah hil yang mustahal, meminjam slogan Asmuni.
Jadi, selamat menikmati, cuk.

Tonite! Nyanyikanlah Hidup Kita!

Tonite! Wednesday, March 17, 2010

Upcoming R-n-R Exhibition: ARIBOWO SANGKOYO
Dengan menyebut nama ilmu pengetahuan yang maha rasional lagi maha ilmiah, NYANYIKANLAH HIDUP KITA!

:: Playlist & notes, handpicked & written by Ribosa Himself ::

Saya bersaksi bahwa tiada hidup selain musik dan
saya bersaksi bahwa lagu-lagu berikut adalah penyelamat kewarasan saya.

Semoga kita dikembalikan ke distorsi yang ‘benar’ dan
terbebas dari godaan pasar yang terkutuk.

Amin.

Rock-n-Roll Exhibition: ALDO SIANTURI

Edition: February 10, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: ALDO SIANTURI
Music from the Heart, Speak Art!

:: Playlist & notes, handpicked and written by Aldo Himself ::

What I like most about music is how musicians are trying to speak to me,
tell me something, send me a message.

And nothing is more satisfying than realizing that message and acting on it.
So with this opportunity I thank to everybody who love music from their heart.
Just ignore everybody when you speak art!

Rock-n-Roll Exhibition: UCOK HOMICIDE

Edition: December 16, 2009

Rock-n-Roll Exhibition: UCOK HOMICIDE
An Ode to Septian Dwicahyo and Random Mantras on Waking Up The Dead B-Boyism

:: Playlist, notes and photos, written and handpicked by Ucok Himself ::

…Kalender menunjukkan 1982 saat gelombang pertama hiphop mampir di Indonesia,
tepatnya saat breakdance booming pertama kali
dan mendadak generasi Catatan si Boy menari kejang di setiap lapangan volley kosong.
Mungkin saat itu pertama kalinya saya berkenalan dengan skema bernama Rap, dan musik bernama Hiphop.

Long story short, Hiphop was my first love, menggugah dan menginspirasi.
Membangkang dan menyalakan nyali.
Sesuatu yang sulit didapat jika kalian mendengar hiphop hari ini

So in the name of the shadows of Septian Dwi Cahyo’s moonwalk sight,
celana sport merecet, sarung tangan kulit, headband dan spirit melawan kebosanan,
here goes the list of 31 cuts,
chosen randomly to represent the spectre of once banality-bashing passion called Hiphop…

Follow Instagram

Scroll to Top