Tonite! A Journey!

Tonite! Wednesday, November 24, 2010; 8-10 PM

R-n-R Exhibition [mini version]: MIAN TIARA
A Journey

:: Introduction, playlist and photo, written and handpicked by Tiara herself ::

Let’s pack our stuff, we’re going on a trip, visiting places, travel through time and space.
But first, bring what you need. Put them in your backpacks. Make sure all is checked. We might have to give up what we have and trade them with things along the road. Because that’s a road trip is all about. No expectations, only excitements. Everything is random. We will not have the knowledge to see what is going to happen. We just have to experience it. Here’s a little something to add something to your life.

Now, let’s get lost.

♪♬ ♫ Radio streaming live http://army.wavestreamer.com:6356/listen.pls

Tonite! My Playlust—Nothin’ but a Nosebleed, Helleluyah!

Tonite! Wednesday, November 17, 2010; 8-10 PM

R-n-R Exhibition [mini version]: BONNY SIDHARTA
My Playlust—Nothin’ but a Nosebleed, Helleluyah!

:: Introduction and playlist, written and handpicked by Bonny Himself ::

…Well, ketika ditodong Gus Cuk a.k.a. Dethu untuk mengisi program The Block Rockin’ Beats jujur agak kaget plus bingung; kaget kenapa gue bisa diajak (tengkyu Gus) dan bingung mau mengisi playlist apa ketika sadar waktu tinggal sehari lagi—sementara gue belom bikin playlist apa-apa… hehehe… Bingung!

Ya, bingung, karena belakangan mayoritas musik yang keluar masuk kuping dan kepala gue mayoritas didominasi musik-musik berdaya ledak tinggi dan terlalu monoton untuk orang lain (walaupun tidak semonoton SURGA). Dan maafkan sebelumnya kalau playlust yang gue buat ini kurang cocok untuk didengarkan di kala malam…

Btw, lagu-lagu yang gue pilih sekarang ini kebetulan lagu-lagu yang ada di dalam iPod gue, jadi gak semuanya ada kedekatan emosional sama gua, hanya sekedar suka ajah (sorry yah Thu, gue mengakui kalo gue pemalas).

Dan maaf juga dalam pemilihan playlust ini gue dalam keadaan 100 persen SADAR… Sekali lagi maaf.

But, hey, fuck that! Ini giliran gue, jadi suka atau gak suka, selamat menikmati!

\m/ HAIL \m/

♪♫♬ Radio streaming live http://army.wavestreamer.com:6356/listen.pls

Rock-n-Roll Exhibition: BELINDA KAZANCI

Edition: October 27, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: BELINDA KAZANCI
Femme Voices Extraordinaire

:: Playlist, intro, song descriptions, and (most) photos, written and handpicked by Belinda Herself ::

I recorded a song called, I Fall to Pieces, and I was in a car wreck. Now I’m worried because I have a brand-new record, and it’s called Crazy!
~ Patsy Cline

When you write, as an artist, you do it to capture and hold a chapter of your life in the palm of your hand. Every lyric, every melody, every spark of idea, has a life of its own.A It comes from experiencing love, anger, joy, pain, heartache, loss, all those emotions that make us human. When a song is born it becomes a part of you, and every time you hear it you get to relive that same moment over again.

Throughout history, there have been so many extraordinary female artists who have made a tremendous impact on humanity. I chose this selection of songs and artists because each and every one of them has inspired me throughout my personal musical journey and continues to every day. This playlist is for all those extraordinary women who have chosen to be naked to the world and allow the public to see into them. This takes more courage than one can ever imagine.

Peace & Delight,
Belinda
*Echocell*

Tonite! The Self-Destrukt Hit List!

Tonite! Wednesday, November 10, 2010; 8-10 PM

R-n-R Exhibition [mini version]: SAMACK
The Self-Destrukt Hit List

:: Introduction, playlist and photos, written and handpicked by Samack Himself ::

Terus terang, ternyata tidak mudah bikin list yang berisi singel-singel favorit dari bermacam band. Setidaknya itu berlaku bagi saya, yang cenderung lebih mengapresiasi sepaket album daripada butiran lagu. Jika saya malas dan putus asa, mungkin list ini akan berisi semua lagu dari tiga album awal Metallica, atau semua lagu dari album The Wall-nya Pink Floyd, atau semua track yang ada di Mellon Collie and The Infinite Sadness-nya Smashing Pumpkins. Tapi syukurlah hal itu tidak saya lakukan, karena pasti dianggap menyebalkan di mata sang empunya program ini…

Akhirnya, saya sempatkan membongkar file dan rak untuk mencari (kembali) lagu-lagu yang saya suka dan gilai selama hidup saya ini. Proses hunting lagu ini saya lakukan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jadi saya yakin pasti ada beberapa lagu yang luput dari memori dan pantauan. Tapi biarlah. Saya coba trik sederhana; konon jika hunting dimulai dari band favorit, lalu menuju ke album favorit, biasanya akan sampai pada satu lagu yang paling favorit juga. And it really works for me.

Hasilnya sekarang ada 33 lagu yang saya susun secara acak—kecuali lagu pertama dan terakhir yang saya desain supaya tampak seperti ‘live’, haha… Beberapa lagu memang memiliki histori dan cerita spesial, sebagian lagi saya pilih karena musiknya emang keren aja dan bikin saya bersemangat.

Oya, list lagu ini kebanyakan emang cadas dan 90an sih—tapi selalu ada ruang kok bagi lagu-lagu yang pop dan lembut, dari jaman lawas maupun era kekinian. Sekalipun saya saya cukup terbuka pada segala jenis musik, toh saya masih bangga menyebut diri saya sebagai seorang metalhead.
Eits, metalhead?! By the way, saya mungkin orang yang paling durhaka pada root metal. Sebab, sejujurnya saya tidak pernah benar-benar terpukau pada Sabbath, Motörhead atau Slayer yang sering diagung-agungkan oleh banyak kawan saya itu. Jadi tiga band supermetal itu tidak ada dalam list ini. Jadi silakan menggugat kadar ke-metal-an saya hari ini…

Well, menyusun list seperti ini ternyata menyenangkan dan seperti berbagi pengalaman. Duh, rasanya sebentar lagi saya akan kecanduan untuk menyusun list atau malah nekat bikin mixtape. Tapi please, jangan tanyakan lagi apa playlist saya ketika menyusun list ini…

Plug. Play. Enjoy.

♪♬ Radio streaming live http://army.wavestreamer.com:6356/listen.pls

Rock-n-Roll Exhibition: INDRA AMENG

Edition: April 07, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: INDRA AMENG
33 Songs of My Monday Mayhem Playlist

:: Playlist, intro, song descriptions, and (a few) photos, written and handpicked by Ameng Himself ::

Playlist ini spesial saya siapkan untuk dimainkan pada acara Monday Mayhem di bar legendaris, Parc, enam tahun yang lalu. Pertama kali saya diundang main sebagai Guest DJ di Monday Mayhem oleh Nasta Sutardjo pada tanggal 1 Maret 2004, saya langsung berpikir untuk mainin set list yang saat itu belum diputarkan di Parc. Idenya adalah memutarkan lagu-lagu yang bisa bikin suasana ramai hingar-bingar, bisa sing-along, dan teriak-teriak bersama. Untuk itu saya perlu musik yang keras, bikin semangat, sekaligus juga lagu-lagu yang bisa dinyanyiin bareng-bareng. Karena itu saya memilih membuat spesial set tribute untuk era 80s glam metal dan hair metal band setiap main di Parc. Era rock yang menghasilkan banyak lagu-lagu anthemic, yang bikin anak-anak muda di tahun 80an pengen nge-band dan punya rambut gondrong.

Masa 80an ini jadi salah satu periode yang menyenangkan buat saya. Semasa masih di kelas 4 Sekolah Dasar tahun 1984, saya suka nginep di rumah kakak sepupu saya di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dia mengkoleksi banyak kaset-kaset album rock dari mulai Kiss, Rush, Iron Maiden, Van Halen dan masih banyak lagi lainnya. Dari situ, saya suka mendengarkan kaset-kasetnya dan mulai mengidolakan band-band tersebut, sampai ikutan mengkoleksi kaset-kaset keluaran Team Records dengan titel Rockline, Aquarius, Yess, dll. Berlanjut dengan beli majalah Vista yang banyak memuat foto-foto dan berita band-band rock idola saya, beli poster band, beli kaos band di Ratu Plaza, dan ikut nonton konser di Bulungan. Lagu-lagu dari band-band inilah yang jadi soundtrack masa ABG saya. Gara-gara kakak sepupu saya ini, saya lebih banyak menghabiskan masa remaja mendengarkan lagu-lagu Motley Crue, Iron Maiden, Metallica, Anthrax, dkk, dan bukan Duran-Duran atau Spandau Ballet.

Kembali ke Parc, saat pertama main di Parc dengan playlist ini, saya meminta sebuah mikrofon, yang awalnya saya pergunakan untuk berbicara sedikit membuka set sebelum lagu pertama diputar, dan baru kemudian mikrofon dibuka untuk siapa pun yang ingin ikut bernyanyi. Kemudian keterusan menjadi kebiasaan untuk selalu menyediakan mikrofon setiap main. Setelah sempat dua kali main sebagai DJ amatiran, rasanya garing juga main sendokiran…, baru kemudian saya ajak Indra Tujuh (yang punya selera sama dan emang DJ beneran hehehe) sebagai partner untuk mainin playlist ini, dan jadilah duet DJ Duo Indra sebagai spesialis lagu-lagu era 80s glam metal dan hair metal band di Parc.

Playlist ini saya dedikasikan untuk Monday Mayhem, teman-teman yang mengenang masa muda di tahun 80-an, juga untuk berbagi kepada mereka yang nggak ngalamin era rock 80an dan tentunya untuk menghibur hati yang luka hehehe…

PS: Oh ya, terima kasih pada partner saya, Agent Virgo Ago Go yang mengusulkan pada saya agar men-share playlist ini di program The Block Rockin’ Beats.

Tonite! The Nostarwhere Tapes!

Tonite! Wednesday, November 03, 2010; 8-10 PM

R-n-R Exhibition [mini version]: STIRLING SILLIPHANT
The Nostarwhere Tapes

:: Introduction, playlist and photos, written and handpicked by Stirling Himself ::

What I originally intended as a curatorial focus on a very specific genre (early-to-mid-’90s American Underground) has morphed into a retrospective on the music I was listening to from 2001-2006, a time when I was the heart, soul and scrambled brains of the nostarwhere collective. We (I, most of the time) booked DIY gigs for bands from all over the region (with a heavy Singapore and KL emphasis, though we got some takers from Oz, the States and Japan) in Bangkok, where I also played in my own band, Eastbound Downers.

Growing up between Asia and the States in the pre-web days, I had a lopsided exposure to music. I’d tend to binge in the former (on live shows, records, ‘zines, books) and hibernate in the latter. Say what you will about social networking, but without it, there were few avenues for an international school brat like me to stay simultaneously informed about global and local underground scenes. A couple years after I moved back to Southeast Asia in ’99, I started to make up for lost time: Once I got hip to the incredibly diverse, talented regional scene, I started inviting bands up to play in Asia’s crossroads city, my home at the time, Bangkok. The friendships forged in the course of doing so last to this day (and will far beyond), but another fortunate knock-on effect was the amount of music I was exposed to. The amount of ‘what… you haven’t heard of so-and-so?!,’ and, ‘you’re from California and you’ve never seen such and such??’ was dizzying. Like a good student, I took notes, I read up on stuff… and sure, I downloaded a few tunes on p2ps—but mostly I kept buying records. What follows is a cross-section of jams (some completely new, others ‘rediscovered’) that I either got turned onto over those years. Jams that were blasted out over the PAs of the dive bars where we set up shows (all closed now; if they were naïve enough to hand the keys to us for even a night, there was an operative lack of business acumen), late, late night and through the morning at the ‘Stirling’s house after-party’, or the follow-on afternoon, when the slowing music would tease my thoughts to ask if this was really what I wanted to be doing for the rest of my life.

♪ ♫ ♬ Radio streaming live http://army.wavestreamer.com:6356/listen.pls

Rock-n-Roll Exhibition: RIDWAN RUDIANTO

Edition: June 09, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: RIDWAN RUDIANTO
Beats & Pieces

:: Playlist, intro, and song descriptions, written and handpicked by Ridwan Himself ::

Sebagian besar lagu di play list ini saya ambil dari koleksi CD yang banyak dibeli antara tahun 1996-1999.

Tidak banyak memori pribadi yang tersimpan, melainkan hanya rangkaian nada yang disusun baik untuk menciptakan mood yang khusus.

Pengalaman sulitnya merangkai, saya menemukan ada beberapa lagu favorit yang ternyata tidak bisa dilepas dari albumnya untuk dimasukkan ke playlist ini.

Mungkin di sana tangguhnya beberapa musisi menyusun tracklist album hingga kita tidak tega untuk mencomot setiap individual track-nya.

Pemilihan lagu juga mempertimbangkan faktor jam tayang acara di malam hari, karena ternyata tidak semua musik cocok di dengar di kala langit gelap

Demikian sudah, selamat malam, selamat menikmati.

Tonite! Chop-N-Roll!

Tonite! Wednesday, October 20, 2010; 8-10 PM

Upcoming R-n-R Exhibition: VEROLAND
Chop-N-Roll: My On-The-Go Playlist

:: Introduction and playlist, written and handpicked by Vero Himself ::

Saya sangat kaget ketika membaca email dari Mr. Dethu kemarin yang mengingatkan saya harus mengirim list lagu-lagu pilihan saya dalam dua hari. Memang beliau sudah meminta saya dari beberapa bulan lalu, tapi somehow ada saja kerjaan yang mengganggu ketika saya mau mulai memilih lagu dari iPod model primitif saya.

Berikut adalah playlist dari on-the-go-2 dalam iPod saya yang layarnya penuh guratan dan bercak oli; sering dipasang di workshop saya, biasa terdengar di antara bunyi batu gerinda yang beradu dengan pipa baja, tumbukan palu yang menghajar plat aluminum setebal 2mm (lebay…).

Keras? Belum tentu, seperti halnya workshop saya yang kadang super berisik tapi kadang sunyi, pilihan musik saya tidak terpatok pada satu genre. Yang penting bagi saya, kadang bisa memompa semangat, tapi kadang juga menurunkan emosi ketika salah satu tukang las salah potong pipa.

♬ ♪ Radio streaming live http://army.wavestreamer.com:6356/listen.pls

Rock-n-Roll Exhibition: ARIBOWO SANGKOYO

Edition: March 17, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: ARIBOWO SANGKOYO
Nyanyikanlah Hidup Kita!

:: Playlist, intro, song descriptions, and (most) photos, written and handpicked by Ribosa Himself ::

Saya bersaksi bahwa tiada hidup selain musik dan
saya bersaksi bahwa lagu-lagu berikut adalah penyelamat kewarasan saya.

Semoga kita dikembalikan ke distorsi yang ‘benar’ dan
terbebas dari godaan pasar yang terkutuk.

Amin.

Tonite! Braggadocio Manifesto!

Tonite! Wednesday, 2010; 8-10 PM

Braggadocio Manifesto: Fight for Your Right to Party & Party for Your Right to Fight

South Bronx to South Central.
East Coast meets West Coast.
Brooklyn, Compton, till East Orange a.k.a. Illtown.
Planet Rock via Kraftwerk.

Malcolm X in full-effect. Farrakhan, Universal Zulu Nation, forever phat rezpect.

Smith and Wesson, M16, snitchin’, dissin’, hustlin’, gangsta-rappin’.

B-boys, fly girls, here’s amateur, simple and short—but hot—Hip Hop chronicles…

» Radio streaming live http://111.68.113.198:9850/listen.pls

Rock-n-Roll Exhibition: DEWA PALGUNA

Edition: September 29, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: DEWA PALGUNA
A Glimpse Journey to the Past

:: Introduction and playlist, written and handpicked by Palguna Himself ::

Perkenalan saya dengan (pe)musik rock terjadi bersamaan dengan “kerja paruh waktu” yang saya lakoni secara mingguan sebagai anak jalanan di Terminal Kereneng lebih dari tiga puluh tahun lalu: menjadi pengasong koran mingguan dan majalah. Dari perkenalan itu berlanjut ke “percintaan” lewat poster-poster yang memenuhi kamar kos saya―seorang anak SMP kelas dua―yang berdinding gedek di sebuah gang sempit di Jalan Plawa, Denpasar Timur, Banjar Pagan Tengah namanya.

Percintaan itu berlanjut menjadi semacam kegilaan: dengan satu blocknote kecil berbentuk dompet yang ada resluiting-nya mulailah pertuangan saya memulung cerita tentang dan sekitar dunia musik dan bintang rock. Satu blocknote setebal dua jari selebar dompet, betapa pun “font” aksara dibuat sangat irit tatkala menulisinya, dalam waktu tiga tahun hanya menyisakan dua lembar kosong untuk saya tulisi. Tetapi dua lembar kosong itu tak kan pernah tersentuh aksara dari tangan saya lagi karena blocknote berwajah dompet itu rupanya menarik perhatian tukang copet. Ya, Anda benar: blocknote itu raib dicopet orang―sudah pasti karena dikira dompet penuh uang―dalam perjalanan antara Muntilan – Borobudur tahun 1981.

Berakhirkah “percintaan” saya dengan musik rock? Sama sekali tidak. 90 % isi “dompet” itu masih saya ingat ketika saya melamar jadi penyiar di radio FM pertama di Bali tahun 1987. Saya ingat betul bagaimana Pak Dedy Sonata, yang mewancarai saya, hampir tak percaya bagaimana dari mulut seorang dosen muda bidang hukum (ya, saat itu saya sudah mulai mengajar di almamater saya, Fakultas Hukum Universitas Udayana) meluncur bak air bah kisah-kisah tentang lagu dan penyanyi rock. Tak perlu berpanjang kata, lamaran saya jadi penyiar tak bertepuk sebelah tangan.

Para rock mania se-“iman,” hidup ini memang mengagumkan, penuh kejutan. Seperti halnya hari ini: enam jam setelah Anda mendengar lagu terakhir dalam playlist ini, ketahuilah bahwa saat itu saya sedang berhadapan dengan 8 orang guru besar dalam bidang ilmu hukum di Universitas Indonesia, Jakarta. Beliau adalah para profesor yang akan menguji saya dalam presentasi seminar hasil penelitian disertasi saya. Siapakah hari ini yang lebih berbahagia dari saya yang bahkan di saat ujian ketika usia telah melampaui kepala empat pun tetap ditemani oleh musik rock?

The Block Rockin’ Beats: Momentum Budaya Tandingan

Tulisan ini sejatinya adalah karya Felix Dass berjudul “Dethu dan Program Radio Bali The Block Rockin’ Beats” serta tayang pertama kali di jakartabeat.net pada 29 September 2010. Jakartabeat.net kebetulan memang sedang membahas radio-radio di seluruh Nusantara yang mendedikasi diri khusus untuk rock and roll.

Selain saya ubah tajuknya, artikel ini juga saya sedikit improvisasi dengan menambahkan beberapa gambar pendukung.

Scroll to Top