Domestic Groove: BOBBY KOOL

DOMESTIC GROOVE ~ Celeb’s Chosen Seven is my biweekly column in The Beat (Jakarta) mag. Basically it’s an interview via e-mail which focuses on small, intimate, domestic stuff; what Indonesia’s public figures are really into, musically speaking.

For the ninth edition I went upclose-and-personal with Bobby Kool.

Endank Soekamti: Semoga Kau di Neraka

Versi Bahasa Indonesia silakan klik di sini

The melodic punk outfit from Yogyakarta, Endank Soekamti, have just picked “Semoga Kau di Neraka” as their second single. Not only the is the title pretty in your face (it means “wish you were in hell”), but the circumstances as to why it was chosen are a little unusual. They conducted a poll on social network sites such as Facebook and Twitter, hoping to gauge which song was considered the best to be the second single. And viola… As the second single, “Semoga Kau di Neraka”, has also made an impact on the ring back tone sales, featuring even higher than their first single, “Audisi”.

So far Endank Soekamti has released 4 full-length albums. The first one, Kelas 1, was released in 2002 with help from Pongky Jikustik and Tony traX. The second, Pejantan Tambun, in 2005, and third, SSSTTT!!, in 2007, were both released under Warner Music Indonesia. In 2008 at the same time they quit from Warner, they started their own online radio: Soekamti FM.

In 2010 they joined the Nagaswara label and in May released their fourth album, soekamti.com. A few days ago they finally decided to use “Semoga Kau di Neraka” as their second single. Watch them live on Dec 19 in 1000 Bands concert in Cibubur. Or stay tune with what they are doing via http://soekamti.com

Tonite! Melodicpunk & Meat Beat Manifesto!

Tonite! Wednesday, December 15, 2010; 8-10 PM

R-n-R Exhibition [mini version]: LECIR
Melodicpunk & Meat Beat Manifesto

:: Introduction, playlist, and photo, written and handpicked by Lecir Himself ::

Saat pertama kali Rudolf Dethu meminta saya untuk terlibat dalam The Block Rockin’ Beats untuk ikut berpartisipasi (dan bukan hanya sebagai pemutar CD di radio), saya tentu saja sangat merasa senang dan merasa terhormat.

Saya sering berbeda pendapat dengan Dethu. Utamanya tentang melodicpunk juga Fat Mike (NOFX) yang sering disebutnya sebagai sosok fasis. Ya, di situs jejaring sosial macam Twitter kita memang sering berdebat tentang melodicpunk yang tidak fashionable. Tapi Dethu adalah seorang yang fair dan bisa menghargai perbedaan pendapat.

Saya bukanlah seorang pembuat mixtape yang baik. Well, karena memang tidak pernah bikin sebelumnya! Haha… Maka dari itu saya akan berusaha merangkai lagu-lagu di dalam playlist ini sesuai dengan selera saya saja!

Selamat menikmati!

♪♬♫ Radio streaming live http://army.wavestreamer.com:6356/listen.pls

Senandung El Maut Kawanan Kelelawar Malam

Here comes Indonesia’s scariest band: Kelelawar Malam. Featuring Sayiba Von Terkutuk (vocals, guitar), Deta Beringas (bass, vocals), Fahri Al-Maut (guitar, backing vocals), and Apin Kiamat (drums), was released their debut album, Kelelawar Malam.

The album consists of 12 songs with the central theme of horror stories and urban legends, and dabbles around punk rock, heavy metal, stoner rock, ballads, and delta blues.

The band was founded in 2008 due to Sayiba and Deta’s dual obsession with the American horror-punk band the Misfits, and their love of Indonesian horror b-movies. Sayiba then wrote the lyrics and Deta did the artwork.

Stay connected with the living dead here: www.myspace.com/kelelawarmalam.com

Tonite! A Journey!

Tonite! Wednesday, November 24, 2010; 8-10 PM

R-n-R Exhibition [mini version]: MIAN TIARA
A Journey

:: Introduction, playlist and photo, written and handpicked by Tiara herself ::

Let’s pack our stuff, we’re going on a trip, visiting places, travel through time and space.
But first, bring what you need. Put them in your backpacks. Make sure all is checked. We might have to give up what we have and trade them with things along the road. Because that’s a road trip is all about. No expectations, only excitements. Everything is random. We will not have the knowledge to see what is going to happen. We just have to experience it. Here’s a little something to add something to your life.

Now, let’s get lost.

♪♬ ♫ Radio streaming live http://army.wavestreamer.com:6356/listen.pls

Tonite! My Playlust—Nothin’ but a Nosebleed, Helleluyah!

Tonite! Wednesday, November 17, 2010; 8-10 PM

R-n-R Exhibition [mini version]: BONNY SIDHARTA
My Playlust—Nothin’ but a Nosebleed, Helleluyah!

:: Introduction and playlist, written and handpicked by Bonny Himself ::

…Well, ketika ditodong Gus Cuk a.k.a. Dethu untuk mengisi program The Block Rockin’ Beats jujur agak kaget plus bingung; kaget kenapa gue bisa diajak (tengkyu Gus) dan bingung mau mengisi playlist apa ketika sadar waktu tinggal sehari lagi—sementara gue belom bikin playlist apa-apa… hehehe… Bingung!

Ya, bingung, karena belakangan mayoritas musik yang keluar masuk kuping dan kepala gue mayoritas didominasi musik-musik berdaya ledak tinggi dan terlalu monoton untuk orang lain (walaupun tidak semonoton SURGA). Dan maafkan sebelumnya kalau playlust yang gue buat ini kurang cocok untuk didengarkan di kala malam…

Btw, lagu-lagu yang gue pilih sekarang ini kebetulan lagu-lagu yang ada di dalam iPod gue, jadi gak semuanya ada kedekatan emosional sama gua, hanya sekedar suka ajah (sorry yah Thu, gue mengakui kalo gue pemalas).

Dan maaf juga dalam pemilihan playlust ini gue dalam keadaan 100 persen SADAR… Sekali lagi maaf.

But, hey, fuck that! Ini giliran gue, jadi suka atau gak suka, selamat menikmati!

\m/ HAIL \m/

♪♫♬ Radio streaming live http://army.wavestreamer.com:6356/listen.pls

One Million Facebook Fans Can’t Be Wrong

Indonesian version please click here

A few weeks ago, the biggest punk rock band in Indonesia, Superman Is Dead, reached a significant record: One million fans on Facebook. This phenomenon is considered even more impressive due to the lack of SID’s appearances on television, proving that plenty of block-rockin’ concerts and a little word of mouth is all it takes for succes on this scale.

JRX, the drummer and spokesman for the band stated that their interaction with outSIDers/Lady Rose (their special name for the fans) is not always about the music or promoting their current activities. Sometimes discussing humanities and ecology—in a few case the discussion can get very heated. “But that’s the beauty of it,” he added.

According to JRX, Bobby Kool (vocal, guitar), and Eka Rock (bass, backing vocal) the Facebook succes only goes to show that television is not everything, and that you don’t need to move to Jakarta (a.k.a. the centre of Indonesia’s entertainment industry) to find stardom. There’s no such thing as “Jakartacentric”. And their intense and caring relationship with fans on Facebook has proven their theory.

Stay connected with Superman Is Dead by checking out their website: www.supermanisdead.net or search them on Facebook, of course.

Tonite! The Self-Destrukt Hit List!

Tonite! Wednesday, November 10, 2010; 8-10 PM

R-n-R Exhibition [mini version]: SAMACK
The Self-Destrukt Hit List

:: Introduction, playlist and photos, written and handpicked by Samack Himself ::

Terus terang, ternyata tidak mudah bikin list yang berisi singel-singel favorit dari bermacam band. Setidaknya itu berlaku bagi saya, yang cenderung lebih mengapresiasi sepaket album daripada butiran lagu. Jika saya malas dan putus asa, mungkin list ini akan berisi semua lagu dari tiga album awal Metallica, atau semua lagu dari album The Wall-nya Pink Floyd, atau semua track yang ada di Mellon Collie and The Infinite Sadness-nya Smashing Pumpkins. Tapi syukurlah hal itu tidak saya lakukan, karena pasti dianggap menyebalkan di mata sang empunya program ini…

Akhirnya, saya sempatkan membongkar file dan rak untuk mencari (kembali) lagu-lagu yang saya suka dan gilai selama hidup saya ini. Proses hunting lagu ini saya lakukan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jadi saya yakin pasti ada beberapa lagu yang luput dari memori dan pantauan. Tapi biarlah. Saya coba trik sederhana; konon jika hunting dimulai dari band favorit, lalu menuju ke album favorit, biasanya akan sampai pada satu lagu yang paling favorit juga. And it really works for me.

Hasilnya sekarang ada 33 lagu yang saya susun secara acak—kecuali lagu pertama dan terakhir yang saya desain supaya tampak seperti ‘live’, haha… Beberapa lagu memang memiliki histori dan cerita spesial, sebagian lagi saya pilih karena musiknya emang keren aja dan bikin saya bersemangat.

Oya, list lagu ini kebanyakan emang cadas dan 90an sih—tapi selalu ada ruang kok bagi lagu-lagu yang pop dan lembut, dari jaman lawas maupun era kekinian. Sekalipun saya saya cukup terbuka pada segala jenis musik, toh saya masih bangga menyebut diri saya sebagai seorang metalhead.
Eits, metalhead?! By the way, saya mungkin orang yang paling durhaka pada root metal. Sebab, sejujurnya saya tidak pernah benar-benar terpukau pada Sabbath, Motörhead atau Slayer yang sering diagung-agungkan oleh banyak kawan saya itu. Jadi tiga band supermetal itu tidak ada dalam list ini. Jadi silakan menggugat kadar ke-metal-an saya hari ini…

Well, menyusun list seperti ini ternyata menyenangkan dan seperti berbagi pengalaman. Duh, rasanya sebentar lagi saya akan kecanduan untuk menyusun list atau malah nekat bikin mixtape. Tapi please, jangan tanyakan lagi apa playlist saya ketika menyusun list ini…

Plug. Play. Enjoy.

♪♬ Radio streaming live http://army.wavestreamer.com:6356/listen.pls

Tonite! Chop-N-Roll!

Tonite! Wednesday, October 20, 2010; 8-10 PM

Upcoming R-n-R Exhibition: VEROLAND
Chop-N-Roll: My On-The-Go Playlist

:: Introduction and playlist, written and handpicked by Vero Himself ::

Saya sangat kaget ketika membaca email dari Mr. Dethu kemarin yang mengingatkan saya harus mengirim list lagu-lagu pilihan saya dalam dua hari. Memang beliau sudah meminta saya dari beberapa bulan lalu, tapi somehow ada saja kerjaan yang mengganggu ketika saya mau mulai memilih lagu dari iPod model primitif saya.

Berikut adalah playlist dari on-the-go-2 dalam iPod saya yang layarnya penuh guratan dan bercak oli; sering dipasang di workshop saya, biasa terdengar di antara bunyi batu gerinda yang beradu dengan pipa baja, tumbukan palu yang menghajar plat aluminum setebal 2mm (lebay…).

Keras? Belum tentu, seperti halnya workshop saya yang kadang super berisik tapi kadang sunyi, pilihan musik saya tidak terpatok pada satu genre. Yang penting bagi saya, kadang bisa memompa semangat, tapi kadang juga menurunkan emosi ketika salah satu tukang las salah potong pipa.

♬ ♪ Radio streaming live http://army.wavestreamer.com:6356/listen.pls

Never Say Die, Jakarta Rock Parade

Tulisan—lebih tepatnya curhat—yang bermaksud menyemangati Jakarta Rock Parade ini sejatinya adalah materi lawas (tayang di Musikator pertama kali pada Juli 2009), walau pamali untuk dibilang usang. Memang, di kala itu belum ada konser rock lokal berskala gigantik. Belum ada yang nekat-berani mati menyelenggarakannya. Dan saya tidak rela jika Jakarta Rock Parade layu sebelum berkembang. Saya memimpikan Indonesia memiliki festival musik rock sekaliber Ozzfest. Syukurnya tidak lama berselang muncul kemudian Java Rockin’Land, yang bukan cuma bermutu tinggi, tapi juga termegah se-Asia Tenggara. Artinya spirit Jakarta Rock Parade menolak dimatikan. Yay.

Ya, artikel ini sengaja tetap saya tampilkan di situs pribadi saya ini demi mendokumentasikan perspektif yang pernah saya tuangkan agar menjadi lebih rapi, tak lagi berceceran tak beraturan, bisa menjadi arsip yang sahih lagi sinambung.

Rock-n-Roll Exhibition: ARIBOWO SANGKOYO

Edition: March 17, 2010

Rock-n-Roll Exhibition: ARIBOWO SANGKOYO
Nyanyikanlah Hidup Kita!

:: Playlist, intro, song descriptions, and (most) photos, written and handpicked by Ribosa Himself ::

Saya bersaksi bahwa tiada hidup selain musik dan
saya bersaksi bahwa lagu-lagu berikut adalah penyelamat kewarasan saya.

Semoga kita dikembalikan ke distorsi yang ‘benar’ dan
terbebas dari godaan pasar yang terkutuk.

Amin.

…Sweet & Innocent? …Loud & Dirty!

This article—album reviews about Carla Bruni’s Quelqu’un M’a Dit, Mad Sin’s …Sweet & Innocent? …Loud & Dirty!, and The Tossers’ Shadow of the Valley of the Death—were actually published in The Beat (Bali) mag way back in 2006. But I’m pretty sure they’re still worth checking out. Oh, this version is the non-edited version, quite different version than what was published on The Beat mag. This, hell yeah, more in-your-face. More broken English…

Follow Instagram

Scroll to Top